XII. METASCIENCE PERADABAN

Untuk metascience peradaban manusia, saya akan mengambil contoh masyarakat dan peradabannya, pada saat Candi Borobudur dibangun, oleh Samaratungga dari Dinasti Syailendra, pada tahun 778 ā€“ 856 M, sekitar 1233 tahun yang lalu.

Peradaban, akan saya persempit menjadi kesehatsejahteraan. Saya ingin bertanya kepada anda, terutama, anda yang berasal dari sekitar Candi Borobudur, Magelang, Muntilan, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Solo, Ambarawa, Ungaran. Dari segi apa anda lebih sehatsejahtera dibanding individu yang ada dalam peradaban 1233 tahun yang lalu itu? Keturunan keatas saya juga dari Yogyakarta, jadi saya ikut jawab saja: Saya tidak lebih sehatsejahtera dari mereka. Andapun demikian.

Kalau mereka dihidupkan kembali hari ini disekitar Candi Borobudur dengan setting rumah, jalan dan kondisi lingkungan seperti tahun 778 M, mereka akan katakan, kita lebih sehatsejahtera, mempunyai peradaban yang lebih tinggi. Mungkin, penilaian itu hanya karena kita bisa mengoperasikan handphone!

Yang ingin saya katakan adalah, mereka dulu juga merasa sehatsejahtera, seperti anda merasa sehatsejahtera hari ini! Kondisi mereka pada saat candi selesai dibangun adalah: mereka takjub akan hasil karya mereka, mereka cepat teraktualisasi. Rasa bangga, keadaan ekstasi, tinggi, kesadaran yang meningkat, merasa mampu, merasa dapat berkembang kesegala arah, pendeknya, mereka teraktualisasi sedemikian hebat… Kesultanan Yogya adalah aktualisasi masyarakat dan individunya, yang dapat kita saksikan sampai kini.

Dibanding mereka, kita, kini, apa yang membuat kita teraktualisasi, sehingga, kita teraktualisasi lebih tinggi derajatnya dari mereka?

Keadilan dalam rasa kesehatsejahteraan, diberikan merata bagi seluruh umat manusia, baik yang telah lama berlalu, maupun kini. Peradaban kita hari ini, bukan peradaban yang paling tinggi. 1.000 tahun lagi, peradaban akan jauh meninggalkan peradaban kini. Walaupun demikian, kita merasa paling sehatsejahtera dari segala umat yang lalu.

Individu-individu yang membangun Borobudur telah mengubah dunia, dengan menambah satu keajaiban dunia, sehingga ada tujuh keajaiban dunia yang membuat dunia lebih cantik.

Menurut saya, Zaman Batu belum berakhir, karena batunya masih banyak. Menurut seseorang, zaman batu telah berakhir, dia katakan juga, bukan karena batunya habis! Menurut mereka yang hidup 5.000 tahun lagi, pada tahun 2011, masih termasuk kebudayaan batu!

Saya masih melihat zaman batu pada masyarakat. Dulu mereka pergi ke Candi batu Borobudur yang besar, sekarang pergi ke mall……

Generasi Indonesia Kini: Alih-alih merubah dunia, saya saksikan satu-persatu dirubah dunia……..

Salam Sehatsejahtera. Hilal Achmar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s