Two  Language Version . English Version: At The Top Of Page. For Indonesian Version see below of page( Untuk Bahasa Indonesia lihat bagian bawah halaman Tks.)

In the past, there’s only a law of the jungle, who is strong, he’s welcome win. In the forest, there are king of the jungle, which has the power to hunt down weaker prey from him. There is no law. But I said (not scientific ..), the law has existed since the first human pair on earth. Clearly, I believe they are not to use the law of the jungle: who is strong, he wins. If the law of the jungle for the animals, I believe. But, unfortunately, man has always wanted to be like animals! Human want to be King of The King, the Emperor of All Top Emperor, Tsar! But human ashamed to admit it, embarrassed  …. Anyway (as the primitive democracy: Anyway!), People like himself to be the prettiest, richest, famous, best, modern, smartest and other the best, including the funniest! In fact, intelligent people already know, there is another layer again above the layer cake.

Essentially, Human Want Release They Neck From Shackles Of Law.

Then, indeed, people want to collect power and want act with this law of the jungle, then desire of absolute power.  When a person or group of people get the absolute power, by making laws that imprison others, and making fraudulent legal of the laws he made, for economic gain and power. Groups in power who make the laws. We admit it. Although, should not be so. Just because we are lazy to look for, who will really be fair in making laws, or lazy to change the mechanism of law-making and legislation. So, people in the world, agreed to it, people who have power make the law. Its funny I guess we are ………..

Funniest human beings … See On TV. ,  No creature can surpass the human Cuteness!

Hofsede argues that at the higher authority of power, corruption is increasingly prevalent among the ruling (not among you who are not in power!). Hofsede want to say this: You know, the country poor, or rich in the eastern hemisphere, a lot of corruption, due to the higher authorities of state power in the western hemisphere! I’ve lived in Yogya ruled as King of Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. If I, or people facing him, all would be willing to kneel. His authority is very high, do not you never kneel facing bosses or people in power, the less authority than the King of Yogyakarta? Is there a guarantee they are not corrupt? If science is broken down into very small, could be farther from the core of the problem. Corruption is not a problem of authority is high or low! The King of Yogyakarta is understood, is not understood by others. He understands definitely true science, who descended from his ancestors, was a simple life, living with noble values, as intended for humans to be …………..

At The Future Time, People Will Surely Bustling Learning The Definitely True Sciences!

people will learn the science that must be true, occurs if the prerequisites are available. A. Humans reduce the sense of competing. If competition is high, then it must be true that science will not be crowded studied. Lecturer if the economy remains competitive and power, whether to teach all his knowledge to their students? 2. Humans lose his ego, and started to open up the hard work while working.

I Know, That Prerequisites Is A Dream!

To be a leader in the era of democracy,  at the low awareness of the human community is not my favorite. I would be a confused leader. If I lead my men in detail, They judged me interfere. If I give them liberty, they say I do the omission! Of course, in this democratic era, I would love to lead people who have high consciousness, which makes me not confused.

20 Juni 2012. 08:41. Be A Survived Leader . Do Not Confused! Hilal Achmar.


Dahulu, katanya, hanya ada hukum rimba, siapa kuat, dia dipersilakan menang. Di hutan, ada raja hutan, yang mempunyai kekuasaan untuk memburu mangsa yang lebih lemah darinya. Tidak ada hukum, katanya. Tetapi kata saya (tidak ilmiah ya..), hukum telah ada sejak sepasang manusia pertama ada di bumi. Jelasnya, saya percaya manusia tidak pernah memakai hukum rimba: siapa kuat, dia menang. Kalau hukum rimba untuk hewan, saya percaya. Tetapi, sayangnya, manusia selalu ingin seperti hewan! Ada dorongan dirinya menjadi kuat, dan kemudian menjadi Raja Di Raja, Kaisar Atas Segala Kaisar, Tsar! Tetapi dorongan ini jangan sampai ketahuan manusia lainnya, malu dong…. Pokoknya (seperti orang primitif berdemokrasi: Pokoknya!), manusia ingin dirinya yang ter… ter… ter… tercantik, terkaya, terkenal, terbaik, termodis, termodern, terpandai dan ter ter lainnya, termasuk terlucu! Padahal, orang pandai sudah tahu, ada lagi lapisan lain diatas lapisan lapis legit yang digigitnya.

Pada Dasar Dorongannya, Manusia Ingin Membebaskan Dirinya Dari Segala Aturan Hukum Yang Dirasa Sebagai Membelenggu Lehernya.

Kemudian, memang dasarnya dorongannya ingin berkuasa dengan hukum rimba, maka diperhaluslah keinginan berkuasa mutlak dari otoritas yang diberi kekuasaan itu, dengan cara membuat hukum yang membelenggu lainnya, dan memberi celah agar kelompok otoritas itu tidak terkena hukum yang dibuatnya, demi keuntungan ekonomi dan kekuasaannya. Kelompok yang berkuasa yang membuat hukum. Kita mengakui itu. Walaupun, tidak seharusnya begitu. Hanya karena kita malas mencari, siapa sebenarnya yang adil dalam membuat hukum, atau malas mengubah mekanisme pembuatan hukum dan perundang-undangan. Maka, manusia di dunia, menyetujui saja, yang berkuasalah yang membuat hukum. Lucu juga ya para kita ini………..

Manusia Ternyata Memang Makhluk Paling Lucu. Lihat Saja Di TV, Tidak Ada Makhluk Yang Manapun Yang Dapat Mengungguli Kelucuan Manusia!

Kira-kira Hofsede anak beranak, berpendapat, bahwa dimana semakin tinggi otoritas kekuasaan, korupsi semakin marak diantara yang berkuasa (bukan diantara anda yang tidak berkuasa!). Hofsede mau bilang begini: Itu lho, dinegara miskin, atau kaya raya di belahan timur, banyak korupsi, karena otoritas kekuasaannya lebih tinggi dari negara di belahan barat! Saya pernah tinggal di Yogyakarta saat Yogya diperintah Raja Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kalau saya, atau rakyatnya menghadap beliau, semua akan rela bersimpuh. Otoritas beliau sangat tinggi, bukankah anda tidak pernah bersimpuh menghadapi atasan atau orang yang berkuasa, yang otoritasnya kurang dari Sang Raja Yogyakarta? Apa ada jaminan mereka tidak korup? Jika ilmu dipecah menjadi sangat kecil, bisa semakin jauh dari inti masalahnya. Korupsi bukan masalah otoritas yang tinggi atau rendah! Sang Raja Yogyakarta sangat memahami, yang tidak difahami yang lainnya. Beliau mengerti ilmu yang nyatabenarnya, yang turun dari moyang beliau, ialah hidup bersahaja, hidup dengan nilai-nilai luhur, sebagaimana dimaksudkan agar manusia menjadi…………..

Suatu Ketika Nanti, Manusia Akan Ramai Mempelajari Ilmu Yang Pasti Benarnya!

Ramainya manusia mempelajari ilmu yang nyatabenarnya, hanya terjadi jika prasyarat ini tersedia. 1. Manusia mengurangi rasa bersaingnya. Kalau masih tinggi persaingannya, maka ilmu yang nyatabenarnya tidak akan ramai dipelajari. Dosen jika masih bersaing soal ekonomi dan kekuasaan, apakah akan menurunkan seluruh ilmunya pada anak didiknya? 2. Manusia menurunkan egonya, dan mulai membuka ruang kerja keras sambil bekerjasama.

Saya Mengetahui, Prasyarat Itu Adalah Mimpi Saya Di Terik Matahari Siang Bolong!

Berkuasa pada era demokrasi, pada komunitas manusia yang rendah kesadarannya tidak saya senangi. Saya akan bingung memimpin. Jika saya mengarahkan bawahan saya secara detil, saya akan dinilai terlalu banyak ikut campur. Kalau saya beri kebebasan bertindak dan berinisiatif, saya akan dibilang melakukan pembiaran! Tentu, pada era demokrasi ini, saya akan senang memimpin orang-orang berkesadaran tinggi, yang membuat saya tidak bingung.

20 Juni 2012. 08:41. Selamat Menjadi Pemimpin.

Salam Jangan Bingung! Hilal Achmar.


Two  Language Version . English Version: At The Top Of Page. For Indonesian Version see below of page( Untuk Bahasa Indonesia lihat bagian bawah halaman Tks.)

After you read a lot of communication science, both political communication, company, or others who are circulating the information, then such metascience posts ago, I would write about the basic communication.

The good We Communicate anyway, With Which We Learn Communication Science, Not Forever What We Think and Communicate understood by others.

I would classify the basis of communication among people with other people, which can be interpreted also among the group with other groups, organizations with other organizations or from country to country.

A. Communication Between People With Definitely True Knowledgeable To People With Definitely True Knowledgeable

It’s rare you see in everyday communication. This communication is not ‘busy’, not colored the debate, they must seek truth in the content of communications. In the end, which is communicated / informed by the transceiver (providing information) understood by the receiver (receiving information), and the information that must be accepted as true. As an illustration:
A: Apparently, to achieve happiness, we often have trial or test and have to make sacrifices. (Definitely true).
B: Yes, more sacrifice, the higher the level of happiness gained. (Definitely true).
The result is the transfer of information that must be true.

2. Communication Between People Who Not Definitely True Knowledgeable To  People Definitely True Knowledgeable

A: Not good to be a leader, would be subject to criticism. (There is definitely true).
B: People do not become a leader, a regular employee, have never done a big crime, nor is criticism? (Definitely true).

3. Communication Between People Who Not Definitely True Knowledgeable, With People Who Not Definitely True Knowledgeable

A: There is no point in school.
B: Yes. Many scholars are unemployed!

4. No Communication.
A and B sit side by side, can place in a city park, library, or anywhere else, the situation is conducive to communicate, whether they have been known, was a trip with a lover, or do not know at all.
The result: the tension between them.

Once we understand the above communication, then we realize that communication is a useful communication with the person / group / state of knowledge definitely true. What I will say what is
Communication To Parents Or Some Parties Without The Presence Of People Or Parties Definitely True, Not Completely Raises Benefits!

four points above about, can be applied in our families, in different phases of growth of children, from toddlers, children, adolescents, adults to old. You have been or will be parents of your children, that is, you must be a definitely truth in hand. You can not implement democracy to your child, teen, or even to anyone, if they are still at the level of not definitely true.
What Happens, When Authority in the Family Not Having definitely true knowledgeabe to communicated? First There Is a Weak Family / States, and the more pathetic the Second: Being a Family / Failed State!

Juni 2012. Hilal Achmar.

I am Sorry, not yet finished. One more thing, what I communicated at my blog is my understanding, I am not responsible for your understanding. 😀

19 Juni 2012. 21:15. Hilal Achmar


Setelah anda membaca banyak buku ilmu komunikasi, baik komunikasi politik, perusahaan, atau yang lainnya yang banyak beredar informasinya, maka seperti posting metascience yang lalu, saya akan menulis tentang hakikatnya.

Bagaimanapun Baiknya Kita Berkomunikasi, Dengan Ilmu Komunikasi Yang Kita Pelajari, Tidak Selamanya Apa Yang Kita Fikirkan Dan Komunikasikan Dimengerti Orang Lain.


Saya akan mengklasifikasikan sifat komunikasi antar orang dengan orang lainnya, yang dapat diartikan juga antara kelompok dengan kelompok lainnya, organisasi dengan organisasi lainnya atau negara dengan negara lainnya.

  1. Komunikasi Antara Orang Berilmu Pasti Benarnya Dengan Orang Berilmu Pasti Benarnya.

Ini jarang sekali anda lihat dalam komunikasi sehari-hari. Komunikasi ini tidak ‘ramai’, tidak diwarnai perdebatan, mereka mencari isi komunikasi yang pasti benarnya. Pada akhirnya, yang dikomunikasikan/diinformasikan oleh tranceiver (yang memberi informasi) dimengerti oleh receiver (penerima informasi), dan diterima sebagai informasi yang pasti benarnya. Sebagai ilustrasi:

A: Ternyata, untuk mencapai kebahagiaan, kita sering mengalami cobaan atau ujian dan harus berkorban. (Pasti benarnya).

B: Benar, semakin banyak berkorban, semakin tinggi tingkat kebahagiaan yang didapat. (Pasti benarnya).

Hasilnya adalah pelimpahan informasi yang pasti benarnya.

  1. Komunikasi Antara Orang Yang Tidak Berilmu Pasti Benarnya Dengan Orang Berilmu Pasti Benarnya.

A: Tidak enak jadi pemimpin, pasti jadi sasaran kritik. (Tidak pasti benarnya).

B: Orang tidak jadi pemimpin, pegawai biasa, tidak pernah berbuat kejahatan besar, dikritik juga bukan? (Pasti benarnya).

  1. Komunikasi Antara Orang Berilmu Tidak Pasti Benarnya Dengan Dengan Orang Berilmu Tidak Pasti Benarnya.

A: Tidak ada gunanya sekolah.

B: Iya. Sarjana banyak yang nganggur!

  1. Tidak Ada Komunikasi.

A dan B duduk berdampingan, tempat bisa di taman kota, perpustakaan, atau dimana saja, yang situasinya kondusif untuk berkomunikasi, baik mereka telah kenal, sedang tamasya bersama kekasih, atau belum kenal sama sekali.



Hasilnya: ketegangan diantara keduanya.

Setelah kita mengerti tentang komunikasi diatas, maka kita menyadari bahwa komunikasi yang bermanfaat adalah komunikasi dengan orang/kelompok/negara, yang berilmu pasti benarnya. Yang saya akan katakan adalah:

Komunikasi Kepada Orang Atau Beberapa Fihak Tanpa Kehadiran Orang Atau Fihak Yang Pasti Benarnya, Sama Sekali Tidak Menimbulkan Manfaat!

Empat butir Metakomunikasi diatas, dapat diterapkan dalam keluarga kita, dalam berbagai fase pertumbuhan anak, yaitu dari balita, anak-anak, remaja, dewasa sampai tua. Anda sudah atau akan menjadi orangtua dari anak-anak anda, artinya, anda harus menjadi fihak yang pasti benarnya. Bukankah anda tidak dapat berdemokrasi kepada anak anda yang balita, kepada anak remaja, atau bahkan kepada anak anda yang sudah menjalani fase kedewasaan sekalipun, jika mereka masih berada pada tingkat ilmu yang tidak pasti benarnya.

Apa Yang Terjadi, Jika Otoritas Dalam Keluarga Atau Negara Tidak Mempunyai Ilmu Yang Pasti Benarnya Untuk Dikomunikasikan? Yang Pertama Terjadi Adalah Keluarga/Negara Lemah, Dan Yang Lebih Mengenaskan Yang Kedua: Menjadi Keluarga/Negara Gagal!

Selamat Berkomunikasi. Salam  Dari Gogol Supaya Jangan Gagal. Hilal Achmar

Maaf, belum selesai. Satu lagi,

Apa yang saya komunikasikan pada semua posting saya adalah pemahaman saya, saya tidak bertanggungjawab terhadap pemahaman anda. 😀

19 Juni 2012. 21:15. Hilal Achmar


Sekarang kita akan membicarakan tentang Pembangkit Energi Manusia. Kita akan mulai dari  instabilitas atau ketidak seimbangan, boleh juga kita artikan ketidak mapanan. Marilah kita mengingat sekilas pembahasan terdahulu, bahwa, segala sesuatu, baik manusia, hewan atau tumbuhan, mencari tempat berkumpulnya yang spesifik. Manusia sering merekayasa tempat berkumpul hewan dan tumbuhan, disamping mencari, membentuk dan merekayasa tempat berkumpulnya sendiri.

Kalau individu sakit, misalnya sakit yang berhubungan dengan tulang, maka individu tersebut akan ke dokter spesialis orthopedi di suatu rumah sakit. Apa yang dialami, ternyata banyak orang yang sakit tulang, berkumpul di ruang tunggu. Apa yang dialami kemudian? Individu tersebut akan merasa lebih kuat, bahkan lebih sehat, dan menimbulkan harapan untuk sembuh yang lebih besar dari sebelumnya. Energinya membangkitkannya. Kemudian dia berencana: Kalau sembuh, saya mau beramal, mau mendekat kepada sesama manusia dan memberi kebaikan lebih banyak lagi, dan saya akan bekerja lebih giat lagi. Sebelumnya apa yang dia rasakan? Ketidak seimbangan, kerjanya terganggu, kesempatan yang hilang, dan merasa tak berdaya karena penyakitnya. Apa sih yang saya akan katakan sebenarnya?

Ketidak Seimbangan Manusia, Pada Akhirnya Mengaktifkan Energi Potensial Yang Sangat Besar Yang Berada Dalam Dirinya.

Keadaan ini berlaku bagi seorang individu, kelompok individu, organisasi atau negara atau kelompok negara. Jadi, individu yang sakit diatas, dan tidak seimbang, berencana akan mengelola hidupnya lebih baik lagi kedepan. Ketidak seimbangan yang menimpa manusia dapat berupa: sakit, tidak punya uang, putus cinta, bercerai, karir yang mandek, rumah tangga yang kacau dan lain lain. Sama juga dengan negara: tidak punya uang, tidak punya sahabat negara-negara yang membantu agar menjadi negara maju, birokrasi yang kurang baik, pegawai yang tak mempunyai motivasi dan inovasi dan lain lain. Dengan adanya ketidak seimbangan, maka individu atau negara, akan berusaha menyeimbangkan dirinya, dengan modal energi potensial yang awalnya ‘diam’ saja saat individu/negara masih seimbang.

Energi Adalah Sumber Tenaga Yang Netral.

Maksud saya adalah, energi bisa kita gunakan untuk kejahatan, ialah energi yang digunakan untuk tindakan yang tidak pasti benarnya. Demikian juga energi dapat digunakan untuk menghasilkan kebaikan, ialah tindakan yang pasti benarnya.

Misalnya energi yang terdapat dalam bensin, dapat dipakai untuk kejahatan dan kebaikan. Bahan bakar minyak, gas, matahari, sungai, laut, angin, semuanya mengandung energi, tetapi mereka tidak pernah menggunakannya untuk bertindak demi kepentingan apapun yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Bensin mempunyai energi, tapi si Bensin sendiri tidak dapat menggunakannya.

Enegi Tidak Dapat Merekayasa Tindakan Apapun Untuk Dirinya Sendiri, Baik Energi Yang Terbarukan, Maupun Energi Yang Tidak Terbarukan.

Itu juga berlaku bagi energi yang ada dalam tubuh, yang disimpan dalam hati, yang berhubungan dengan ATP, adenosine triphosphate, yang berhubungan dengan rangkaian Creb’s Cycle. Andalah yang menggunakan energi itu, apakah akan dipakai untuk kebaikan, atau keburukan. 1. Saat ini, dari ratusan pilihan penggunaan energi, saya menggunakan untuk menulis posting ini. 2. Atau, nun disana, sekelompok manusia sedang menggunakan energinya dengan demo dan berorasi. 3. Sedang nun jauh disana, negara-negara Arab, Israel, dan USA, sedang menggunakan energinya untuk perdamaian atau perang. Kita bahas satu persatu, apa dan mengapanya:

  1. Mengapa saya menulis posting, itu karena saya merasa tidak seimbang, kalau pencarian saya dan apa yang saya temukan, saya gunakan sendiri. Saya merasa seimbang jika anda juga mengetahui hasil pencarian saya.
  2. Mengapa sekelompok orang berdemo dan berorasi, karena mereka merasa tidak seimbang, mungkin dalam penilaian keseimbangan kesejahteraan antara rakyat dan penguasa.
  3. Mengapa negara Arab, Israel dan USA, dalam proses perjanjian perdamaian atau mungkin proses perang, karena masing-masing negara merasa tidak seimbang. USA merasa tidak seimbang kalau belum menguasai energi minyak, Israel merasa tidak seimbang, karena jumlahnya kecil, dan banyak dimusuhi, Dan negara-negara Arab, sadar bahwa demokrasi cepat atau lambat, akan meruntuhkan kekuasaan penguasa saat ini, karena menghasilkan ketidak seimbangan dalam masyarakat. Yang ingin saya tekankan adalah:

Ketidak Seimbangan Adalah Pembangkit Energi Manusia Utama.

Sekali lagi saya katakan, bahwa ketidak seimbangan dalam rumah tangga, perusahaan yang omsetnya turun, karir yang mandek, kemarahan, kebencian, dan segala ketidak seimbangan, selalu diiringi dengan bangkitnya energi potensial yang tadinya ‘diam saja’ dalam diri anda.

Energi Potensial Yang Bangkit Itu, Harus Anda Manfaatkan.

Ya, energi potensial itu segera anda manfaatkan, untuk memperbaiki rumah tangga, perusahaan yang omsetnya turun, karir yang mandek, kemarahan, kebencian, dan segala ketidak seimbangan yang saya tulis diatas. Kalau anda tidak segera memanfaatkan energi potensial itu, energi itu akan ‘diam lagi’ pada diri anda.

Jika Anda Sering Memanfaatkan Energi Potensial Yang Bangkit, Anda Akan Terkesan Sebagai Individu Yang Dinamis.

Jika Anda Sering Melewatkan Energi Potensial Yang Bangkit, Anda Akan Terkesan Sebagai Individu Yang Statis.


Sekianlah. Tulisan ini sudah berjalan di jalur pada hakekatnya saya kira. Selamat Membangkitkan dan memanfaatkan Energi Potensial anda.Sekali lagi, anda harus cepat memanfaatkan energi potensial yang besar yang ada pada diri anda. Anda akan dihadiahi dengan kehidupan yang dinamis.

Salam Dinamis, Memilih Hidup Kok Ya Yang Statis……  Yang Dinamis Napa! Salam Hilal Achmar.

16 Juni 2012. 05,47


Apakah yang disebut dengan metauniverse, atau apa saja anda boleh sebut, atau meta-alam, atau alam-meta? Meta-alam ialah alam yang tidak dapat terdeteksi oleh pancaindera kita. Dimana letaknya meta-alam? Di alam semesta dimana kita tinggal. Apakah isi dari meta-alam itu? Isi meta-alam adalah segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh pancaindera kita. Yang disebut tidak dapat dijangkau oleh pancaindera adalah, yang tidak dapat dilihat, tidak dapat dibau, tidak dapat didengar, tidak dapat dirasa, dan tidak dapat dikecap. Kalau demikian adanya, mengapa dibahas? Baik, sebentar akan saya jawab.

Psikologi itu membicarakan apa? Psyche, sukma! Cobalah anda tanyakan, apakah seorang doktor psikiatri dan psikologi pernah melihat sukma? Pasti tidak pernah bukan? Masyarakat belahan dunia barat, boleh dikatakan baru saja dalam mempelajari psikologi, masyarakat pada belahan dunia timur, rupanya lebih beruntung, dengan mempelajari tentang sukma lebih dulu ribuan tahun! Apakah barat dengan tradisi penelitiannya yang berbiaya besar, lebih mengerti tentang sukma dari masyarakat timur yang minim biaya penelitiannya? Tidak juga.

Tuntutlah Ilmu-Ilmu Sukma Dari Masyarakat Belahan Timur Dunia!

Apakah sukma hidup? Saya katakan: Ya. Dimana sukma hidup? Di alam dunia bersama kita. Dimana Setan, jin, hidup? Di alamsemesta beserta kita. Demikian juga dengan malaikat? Sebagiannya. Jadi, ada meta-alam! Seperti warna sinar matahari. Anda melihatnya sebagai satu warna bukan? Seperti anda ketahui, sinar matahari terdiri dari 7 warna, ialah 1. merah, 2. jingga, 3. kuning, 4. hijau, 5. biru, 6. lila dan 7. ungu. Buktinya? Lihat saja pelangi! Itu adalah sinar matahari yang telah terpisah spektrum warnanya. Kalau anda senang kata dimensi, pelangi adalah cahaya yang telah terpisah dimensi panjang gelombangnya. Apa yang akan saya katakan adalah:

Manusia Hanya Peduli Dengan Satu Dimensi Dunia Saja!

Buktinya? Pada era demokrasi dan liberalisme, ditambah lagi materialisme, tujuan apa yang ingin dicapai? Tujuan raga. Ya.., ada sedikitlah untuk sukma. Dengan demikian, manusia hanya mengelola alam satu dimensi saja. Katanya, masyarakat belahan timur dunia, setelah armagedon kiamat, akan hidup lagi di alam yang bukan dimensi alam dunia sekarang, yang ada surganya…. Atau hidup lagi setelah dunia dikiamatkan…..  Yang ingin saya katakan adalah:

Jika Kita Akan Mengelola Meta-Alam Dan Dimensi Yang Lain Dari Alamsemesta Yang Kita ’Lihat’, Kerapkalilah Berada Disana, Dengan Cara Kerap Memasuki Alam Bawahsadar  Anda.

Jika anda kerap mengelola meta-alam, maka anda akan menemukan bahwa, sifat dunia yang canggih adalah:

Dunia Hanya Memperlihatkan Satu Dimensi Dirinya Saja Kepada Indera Manusia.

Yang nyatabenarnya adalah, dunia mempersilakan manusia untuk ‘melihat dirinya’ dalam dimensinya yang lain.

Dunia Akan Memperlihatkan Dirinya Dengan Dimensinya Yang Lain, Jika Manusia Kerap ’Melihatnya’ Dengan Indera Yang Tidak Fokus!

Tentang indera penglihatan yang fokus dan tidak fokus, anda lihat pada posting saya sebelumnya. Apakah manusia membutuhkan rekreasi? Tentu. Kita membutuhkan rekreasi. Terutama, jika kita mempelajari dan mengaplikasikan ilmu yang meta. Setelah lelah, anda harus segera berekreasi, atau bersantai. Bersantai dalam metascience dapat saya sederhanakan menjadi:

Jika Anda Letih Di Alam Dunia, Bersantailah Ke Alam-meta. Jika Anda Letih Di Alam-meta, Cepat-cepatlah Mencari Hiburan Di Alam Dunia.

Hiburan di alam dunia banyak. Anda cari sendirilah yang sesuai dengan minat anda.

Adakah interferensi dari dimensi dunia yang lain? Ada. Interferensi dapat mempengaruhi tindakan kita, sikap kita, jalan hidup kita dan seterusnya. Interferensi jahat, bertujuan merugikan manusia. Interferensi baik, bertujuan menguntungkan manusia.

Apakah Interferensi itu? Begini saudaraku. Setan itu tidak mengganggu anda dengan melempar batu, menjegal, atau apa saja yang dapat menyakiti manusia. Setan itu, menginterferensi manusia dari dimensi dunia tempat mereka hidup, dengan gelombang jahat, maka, manusia yang terkena akan bertingkahlaku buruk. Ya, cukup itu saja, satu saja yang dimaui para setan. Cukuplah manusia bertingkahlaku buruk, maka dunia berjalan seperti apa yang diinginkan oleh setan. Yang ingin saya tanyakan adalah:

Apakah Anda Sadar, Bahwa Anda Selalu Di Interferensi Oleh Gelombang Jahat Setan, Yang Berasal Dari Dimensi Dunia Yang Lain?

Begitu saja saya kira posting ini. Saya berharap, anda mendapat kesenangan belajar yang meta dari posting saya. Saya mengetahui, tulisan pada posting-posting saya, saya buat tidak menurut kaidah-kaidah ilmiah. Saya hanya berpendapat, bahwa, selayaknya manusia berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan jelas makna yang akan disampaikannya.

Kalau anda berfikir tulisan-tulisan saya bergaya otoritatif dalam posting-posting saya, anda benar. Kalau anda berfikir tulisan-tulisan saya bernada menggurui, anda benar. Pada masa lampau, beberapa orang menggurui saya dengan gaya otoritatif. Dan saya senang mereka bergaya seperti itu……………….

Mari Kita Bertamasya Ke Alam-meta, Jika Letih Di Alam Dunia.

15 Juni 2012. 05:57> Selamat Bertamasya Dan Berselancar Mengarungi Alam-meta Di Sana. Salam Dari Alam Dunia. Hilal Achmar.


Apakah Kebahagiaan itu? Masing-masing individu berbeda-beda dalam mendifinisikan kebahagiaan. Anda mempunyai definisi sendiri, demikian juga saya.

Dugaan Tentang Kebahagiaan.

Individu mempunyai dugaan tentang kebahagiaan, kemudian membuat petanya. Tidak ada yang salah tentang dugaan kebahagiaan itu. Dugaan tentang kebahagiaan itu karena kita:

1. Melihat: Kita melihat adanya: Rumah yang bagus, mobil, pesawat, pasangan yang serasi, agamis, spiritualis, pekerjaan yang baik dlsb.

2. Berfikir: Kemudian kita berfikir, alangkah bahagianya, kalau kita mempunyai dan berada dalam kondisi yang kita lihat itu.

3. Perasaan: Kemudian kita akan merasa, bahwa kita dapat mencapai lebih dari yang kita lihat dan rasakan itu.

Peta kebahagiaan yang tertanam dalam jiwa kita, universal akibat kita melihat, berfikir dan merasa. Tetapi, petanya sendiri tidak universal. Suku bangsa yang hidup di gurun, sangat bahagia kalau setiap hari kiranya dapat menjumpai air di oase pada padang sabana atau steppa. Mereka tidak membayangkan Mobil! Beda kan dengan anda yang hidup di khatulistiwa?

 Yang ingin saya katakan adalah,

Gambaran Peta Kebahagiaan Berbeda Diantara Individu.

Peta Kebahagiaan Yang Kita Tuju Itu, Adalah Peta Kebahagiaan Yang Kita Buat Berdasarkan Apa Yang Terlihat Oleh Mata, Terbersit Dalam Fikiran Dan Terlintas Dalam Hati, Yang Kita Anggap Membahagiakan.

Oleh sebab itu, perlulah kita ‘melihat’ lebih jeli, ‘berfikir’ dengan jeli dan ‘menyaring’ apa yang terlintas dalam hati. Orang tua yang bijak, akan membawa anak-anaknya melihat hal yang indah-indah, supaya anaknya terpacu berfikir dan merasakan, kemudian, memberikan referensi untuk persepsi anak-anaknya. Begitu juga pemimpin dan siapa saja hendaknya.

Untuk Mendapat Kebahagiaan, Anda Harus Bayar!

Ya, jika anda ingin mendapat kebahagiaan, anda harus membayarnya, dengan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda! Jika anda duduk-duduk saja seharian, kebahagiaan tidak akan menghampiri anda. Jika anda bekerja demi diri anda sendiri, menggunakan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda untuk diri anda sendiri, memang tidak ada salahnya, (sebagai derivat pengajaran Machiavelli), anda bisa bahagia juga, tetapi sesaat saja. Untuk mendapatkan kebahagiaan berdurasi panjang, anda harus membayarnya.

Anda harus membeli berlian untuk mendapatkan kebahagiaan berdurasi panjang, alih-alih membeli cincin imitasi yang menghasilkan kebahagiaan berdurasi pendek.


Kebahagiaan Berdurasi Panjang.

Kebahagiaan yang berdurasi panjang dihasilkan dari pencapaian individu yang berkaitan dengan spiritualitas. Bahkah, pengikut-sertaan elemen spiritualitas dalam mencapai kebahaiaan, adalah the only way untuk mencapai kebahagiaan yang berdurasi panjang! Apalagi, pencapaian itu tidak menghitung untung ruginya, dengan dikeluarkannya biaya, waktu, tenaga, dan fikiran kita. Misalnya anda menolong orang sakit, dan anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk kesembuhannya. Anda tidak menghitung untung ruginya. Jika si sakit itu sembuh total, anda akan mendapatkan kebahagiaan yang berdurasi panjang, setiap kali melihatnya dalam keadaan sehat. Yang saya ingin katakan adalah:

 Semakin Lama Dan Tinggi Tingkat Pengorbanan & Spiritualitas, Semakin Tinggi Juga Tingkat Kebahagiaan Yang Tercapai.


Kebahagiaan Berdurasi Pendek.

Contohnya membeli cincin imitasi diatas.

 Kebahagiaan yang tidak nyatabenarnya Berdurasi Panjang Yang Disesali.

Kebahagiaan yang tidak nyatabenarnya ini juga anda harus bayar dengan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda! Misalnya, anda yang diatas nilai rerata, punya pacar dengan nilai nilai diatas rerata juga, kaya dlsb yang menyenangkan mata dan hati, dan sangat baik kepada anda, menuruti segala apa yang anda inginkan. Setelah 6 tahun berpacaran dan merasa sangat bahagia, tiba-tiba anda menyadari, bahwa jalan yang anda lalui berdua ternyata keliru! Jadi, 6 tahun itu anda mendapat kebahagiaan tidak nyatabenarnya, yang anda bayar juga, dan pada akhirnya anda sesali. Keliru dalam hal apa, ya apa saja….anda fikir sendiri saja ya………….

Kebahagiaan Yang Tidak Nyatabenarnya Berdurasi Pendek Yang Disesali.

Hari ini anda bertemu kawan, rasanya bahagia sekali. Pada akhir pertemuan, bisa saja anda menyesali pertemuan itu bukan? Bahkan, penyesalan yang menyita waktu yang panjang sekali.

 Kebahagiaan Yang Tidak Nyatabenarnya Dan Kebahagiaan Yang Nyatabenarnya, Keduanya Sama: Anda Harus Bayar Untuk Mendapatkannya!

 Setelah mengetahui tentang bagaimana jiwa secara Automatic mempuat peta kebahagiaan, pertanyaannya adalah:

Mengapa Ada Individu Yang Merasa Tidak Bahagia Dalam Kehidupannya?

Karena, memang pada dasarnyalah manusia tidak logis! Misalnya, ada individu yang Ingin bahagia, malah pindah ke puncak gunung yang sunyi, bikin gubuk, ingin tenang dan mau semedi atau bertapa, karena menurutnya, dan yang diyakininya, menurut apa yang ia baca dan dengar: kebahagiaan adanya dalam hati! Lha, memang di puncak gunung ada apa? Kalau di puncak gunung ada kebahagiaan, puncak gunung dimanapun adanya tentu sudah dipenuhi orang!. Mungkin maksud individu itu, kebahagiaan ada dalam hati, jadi dia mau cari yang gratis! Tengak-tengok di puncak gunung sendirian….

Nyatabenarnyalah Bahwa Tidak Ada Kebahagiaan Yang Gratis!

Mengapa ada statement yang menyatakan, bahwa kebahagiaan adanya di dalam hati? Saya katakan, itu tidak berdasar.  Mengapa mereka membuat statement itu? Karena mereka tidak mengetahui bahwa:

Kebahagiaan Itu Terukur!

Anda tahu ukurannya? Ukuran yang sederhana seperti ini: Andai Ada individu yang berwajah susah, kelihatan susah, cemberut, matanya bermusuhan, lalu ketika ditanya, apakah dia bahagia dengan kondisinya? Ia menjawab: Kebahagiaan adanya dalam hati. Saya bahagia! Walaupun kondisi saya seperti ini, saya bahagia. Orang kaya, sarjana, punya pasangan cantik, belum tentu bahagia bukan…… (kata dia!). Apa anda percaya kata dia, yang berwajah susah itu!? Tentu tidak bukan? Apalagi kalau anda mengetahui ada ilmu yang berbicara tentang:

Human Development Index

Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. HDI digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, berkembang atau terbelakang, dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Jadi, pendidikan, standar hidup, kualitas hidup, dapat dibandingkan dapat diukur, makanya terukur!. Dan tentunya, kualitas hidup berbanding lurus dengan kebahagiaan.

Saya berharap, ketika orang masih mencari dimana letak kebahagiaan, apa yang disebut bahagia, saling berdebat, saling bersitegang dengan self-defence-nya sendiri-sendiri, kita mulai menghitung dan mengukur kebahagiaan itu. Itu NyataBenarnya.

Selamat Berbahagia Di Hari-hari Bahagia Anda, Dahulu Anda Sudah Membayar Untuk Kebahagiaan Yang Anda Nikmati Sekarang….

Salam Giat Membayar! Yang Gratis…. Kualitasnya Jelek…… Hilal Achmar.

08 June 2012


Individu mempunyai kapasitas diri yang inheren dengan tanggungjawabnya. Artinya adalah:

Jika Kapasitas Diri Rendah, Maka Tanggungjawabnya Di Dunia Juga Rendah.

Contoh kapasitas diri adalah:

Jika untuk makan anda sendiri, anda cukup membeli satu liter beras. Jika untuk makan satu keluarga, anda cukup membeli satu karung beras. Jika ingin berbagi, anda harus membeli satu truck beras!.

Mungkin itulah yang bisa saya contohkan, bagaimana kapasitas diri bekerja. Jika individu tidak mengetahui kapasitas yang nyatabenarnya, apakah anda sekarang masih berfikir, bahwa individu tersebut mau dibebani tanggungjawab yang lebih besar, sehingga hidupnya bermakna?

Hidup Akan Lebih Bermakna, Jika Individu Mengelola Tanggungjawab Yang Lebih Besar.

Bagaimanakah kiranya, kalau anda melihat individu pesimistis yang: tidak mau kaya, tidak mau belajar, tidak mau mempunyai pasangan yang baik, tidak mengerti tujuan hidupnya, tidak mempunyai peta yang menuntun arah hidupnya, hidup bagai katak dalam tempurung, tidak senang melihat orang maju, tidak mau maju dan berkembang ke segala arah? Anda harus menuntunnya!

Individu Yang Enggan Menerima Tanggungjawab Yang Lebih Besar, Mustahil Akan Berkembang Ke Segala Arah.

Maka, anda pasti menyaksikan, individu-individu yang mau meningkatkan kapasitas dirinya, akan bertemu pada satu tempat, ialah tempat dimana orang-orang bermakna berkumpul: di tempat-tempat orang berbagi, di tempat-tempat orang bekerja sosial yang tidak dibayar, di tempat-tempat terjadinya bencana, di tempat-tempat orang butuh pertolongan, di tempat-tempat seminar/workshop pengembangan diri, dan yang terpenting adalah selalu hadir dimana dirinya sangat dibutuhkan.

Begitu juga, individu yang enggan meningkatkan kapasitas dirinya, akan bertemu juga akhirnya pada suatu tempat.

Individu Tertuntun Oleh Petanya Sendiri Untuk Berkumpul Dengan Individu-Individu Lainnya Dengan Kapasitas Diri Yang Sama.

Untuk meningkatkan Kapasitas Diri, maka anda perlu:

1. Membuat Peta Yang Nyatabenarnya. 2. Berusaha hidup dalam pengetahuan yang nyatabenarnya. 3. Bergaul dengan individu yang berpengetahuan. 4. Berusaha keras meningkatkan kapasitas diri. 5. Tidak apriori terhadap individu yang yang selalu hidup dalam pengetahuan yang nyatabenarnya. 6. Mencontoh individu yang telah mencapai kapasitas diri yang tinggi.

Gunanya Meningkatkan Kapasitas Diri Adalah: Agar Hidup Anda Bermakna Untuk Individu Lainnya Yang Berkapasitas Rendah.

Contoh lagi: Kalau anda bekerja biasa, anda cukup memberi kehidupan bagi anda dan keluarga. Kalau anda bekerja lebih giat lagi, misalnya kerja sosial, anda dapat memberi kehidupan bagi banyak individu lainnya.

Selamat Meningkatkan Kapasitas Diri. Salam Jangan Sampai Tak Tahu Diri Sendiri. Hilal Achmar.

June 06, 2012. 08.10. Sebelum Rutinitas.


Peta Yang Nyata Dan Tidak Nyatabenarnya

Peta hidup adalah peta yang dibuat oleh individu yang komponennya berasal dari:

1. Informasi dan pengalaman yang kita terima, sejak kita kecil, yang kemudian melekat dalam jiwa kita, baik pengalaman buruk atau baik menurut pandangan kita, yang menjadikan totalitas pengalaman itu mengintegral menjadi ‘diri kita’.  Dalam masalah sosial misalnya, jika individu mempunyai pengalaman berupa informasi bahwa asosial lebih baik dari makhluk sosial, maka akan terkesan individunya asosial, yang tidak mau bergaul.

2, Pengetahuan. Jika individu berasal dari keluarga lack of science, dan dia merasa baik-baik saja dengan kekurangan pengetahuannya itu, maka terkesan individu tersebut bodoh. Jika individu berasal dari keluarga berpengetahuan luas, maka individunya terkesan pandai.

3. Lingkungan Sosial. Jika individunya hidup dalam lingkungan sosial yang baik, saling bertoleransi, tolong menolong, hangat, terbuka, jujur, ikhlas, bersyukur, agamis, spiritualistis, maka individunya terkesan baik. Sebaliknya, jika individu hidup dalam lingkungan yang buruk, saling bersaing, tidak tolong menolong, tidak agamis, banyak perjudian dan hal-hal buruk lainnya, maka individunya akan terkesan buruk juga, karena individu, membuat peta dunianya sendiri-sendiri yang spesifik.

Saya kira cukup tiga saja, sebenarnya masih ada lagi, agama misalnya.
Yang saya ingin katakan adalah:

Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan, Dan Pengetahuan, Menjadi Elemen Peta Dunia Yang Dibuat Oleh Seorang Individu.

Dunia adalah totalitas hidup kita, dimana kita bertanggungjawab kepada diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dan tanggungjawab lainnya, sesuai dengan kapasitas diri kita. Kapasitas diri masing-masing individu berbeda. Orang kaya diberi kapasitas untuk menolong yang miskin. Orang berilmu diberi kapasitas untuk mengajar.

Kapasitas Diri Adalah, Pencapaian Individu Agar Individu Menjadi Berarti Dalam Hidupnya.

Dari kapasitas diri, maka individu menambahi peta hidupnya, dengan arah dan tujuan hidupnya. Orang kaya yang peduli, mempunyai peta yang nyatabenarnya. Orang kaya yang tidak peduli, mempunyai peta yang tidaknyata benarnya. Banyak juga individu yang petanya hanya mau menerima, tidak mau memberi.

Peta individu berada dalam alam bawah sadarnya. Itulah The Leader, yang menunjukkan arah, dan segala tindakannya. Namanya juga alam bawah sadar, peta itu tidak disadari. Saya menulis ini, bertujuan untuk, mengingatkan jangan sampai kita mempunyai peta realitas kehidupan yang tidak nyata benarnya.

Jadi, kita harus bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri, membuat peta realitas kehidupan yang benar, memberi informasi kepada keluarga dan lingkungan kita, sesuai dengan kapasitas diri yang kita capai. Bagaimana Meningkatkan kapasitas diri, akan saya posting nanti.

Hiduplah Dalam Real Truth Science, Agar Mendapat Peta Kehidupan Yang Nyatabenarnya. Anda Akan Disyukuri.

Jika anda sselalu mencari yang nyatabenarnya, anda akan menemukannya. Setelah anda menemukan, maka yang nyatabenarnya itu akan menjadi peta kehidupan anda, dan menuntun anda untuk meningkatkan kapasitas diri anda.

Selamat Membuat dan Membaca Peta. Hati-hati Jangan Nyasar … Hilal Achmar

06 juni 2012. 06.43


Apa dan Siapa yang harus kita kenali? Apa saja yang berada dan berhubungan dengan kita. Maksud saya apa saja, ya semua. Contohnya, hidup baru berarti saat kita mengenali:

1. Diri sendiri: darimana berasal, mau kemana, apa tujuan hidup kita.

2. Keluarga/Orang Tua/adik/kakak : bagaimana kita harus bersikap.

3. Lingkungan.

4. Bumi Tempat Berpijak.

5. Semesta Tempat Bumi Diletakkan.

6. Pengetahuan Yang Tersedia.

7. Tuhan.

Ini adalah pembahasan yang panjang. Saya pernah menulisnya pada media yang lain lagi. Minimal manusia harus mengenali 7 point diatas, agar dirinya dapat berarti, apa yang harus ditindakinya dalam memberi kontribusi kepada yang lainnya diluar diri. Apakah anda sering memberi kontribusi pada 7 point diatas? Saya harap sering.

Sedikit Saja Kontribusi Anda Pada Apa Yang Seharusnya Anda Kenali, Anda Akan Disyukuri.

Anda dapat mencari perihal 7 point diatas, baik pada psikologi atau psikiatri, saya hanya menekankan, bahwa contibution action, akan lebih dihargai, yang membuat kita disyukuri.

Mengenali adalah langkah awal adanya kesadaran yang dalam, kesadaran, akan membimbing anda ke arah aktualisasi diri (Silakan Baca buku Abraham Maslow).

Aktualisasi akan membimbing anda menemukan Real Truth Science, yang pada akhirnya menuntun kita pada Real Truth Human Being.

Itulah dasar pemikiran saya, yang akan mulai kita bahas.

Salam NyataBenarnya. Hilal Achmar.Kamu kok ngasih salam aja ngga nyatabenarnya…..!

06 Juni 2012. 4:53


Ini posting saya yang ke 40, seperti kata orang Life Begins At Forty, maka, saya katakan, My Posting Begins At Forty. Dari nomor posting ke 40 inilah saya akan lebih serius, tidak lagi menggoda dengan metascience. Mulai sekarang, thema blog ini menjadi:


Mengapa? Bukankah saya selalu menulis pengetahuan yang nyatabenarnya, dan saya giring anda ke metascience, toh, juga tidak ada yang protes…. Pengetahuan yang nyatabenarnya kan lebih dekat terjemahannya menjadi REALTRUTH SCIENCE.

Bagaimana Saya Menyadari Adanya Realtruth Science

1. Adanya Perbedaan Budaya: Saya hidup di Jakarta sebagian, sebagian lagi di Yogyakarta, dimana dahulu, ilmu berkembang pesat. Saya melihat, perbedaan budaya Jakarta yang mengintegral dalam diri saya, menimbulkan pertentangan dengan budaya Jawa (Yogyakarta khususnya).  Saya berfikir budaya mana yang paling benar?

2. Adanya Perbedaan Suku/Suku Bangsa/Bangsa. Sampai sekarang masih menimbulkan pertentangan. Contoh: Ambillah budaya barat yang baik, yang tidak baik kita sensor. Maka, disensor/diblokirlah banyak situs di internet, dan mediamasa yang tidak bisa di akses di berbagai negara belahan timur.

3. Adanya perbedaan informasi yang diterima oleh individu, yang kemudian mengintegral dalam dirinya, sehingga seorang individu dapat terlihat: sebagai orang yang: kaku, tegas, agamis, individual, sosial, egois, pelit, royal, baik hati, pemarah, pendendam dlsb, dalam bahasa ucap.

4. Adanya perbedaan pendidikan. Ada yang tinggi, sedang dan rendah.

5. Adanya perbedaan kultur dalam keluarga.

6. Adanya perbedaan Gen.

7. Adanya perbedaan perlakuan dalam keluarga dan masyarakat.

Dan masih banyak perbedaan lainnya, yang menyebabkan, tiap individu sangat specifik dalam mengkompilasi informasi ilmu yang didapatkan dan mengintegralkannya dalam diri dan kehidupannya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

Apakah Ada Ilmu Pengetahuan Yang Nyatabenarnya, Agar Individu Tidak Salah Dalam Mengintegralkan Ilmu Dalam Diri Dan Kehidupannya?

Saya fikir ada! Kalaupun saat itu belum saya temukan, saya akan mencarinya. Sekitar tahun 1974, Bapak saya mengenalkan saya tentang adanya ‘Pengetahuan Yang Nyatabenarnya’, yang dicari dengan cara transendental. Pada saat itu, saya boleh dibilang masih ‘kecil’, tetapi saya bertekad untuk mencarinya, walaupun dengan cara transendental! Dan, memang pada awalnya, saya berusaha keras mencarinya dengan cara spiritual transendental. Dan mulailah saya hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia spiritual.Cara saya mencarinya:

1. Bapak Saya Melarang Saya Menjadi Hakim.

Belakangan saya baru tahu maksudnya, bahwa dalam memandang kebenaran, saya tidak boleh dibayar. Beliau takut, otoritas yang membayar saya, membelokkan saya dari kebenaran, integritas saya melemah. Beliau menginginkan, saya merdeka mencari sendiri pengetahuan yang nyatabenarnya. Maka, segala ilmu dan lintas ilmu yang saya pelajari, saya simpulkan benar tidaknya secara didaktis.

2. Mengelola Waktu Jeda Dengan Kegiatan Transendental.

Teknik saya menuju trancendence adalah, saya mengosongkan fikiran, sehingga saya tidak berfikir, dan mengosongkan rasa, sehingga tidak berperasaan apapun. Itu adalah Zero/Empty Condition. Pada awalnya, saya sering melakukannya saat relax di kamar tidur saya, kemudian, saya dapat melakukannya di mall, di cafe, saat jeda kerja dlsb.

3. Apa Gunanya Kegiatan Transendental?

Kalau gelas sudah penuh air, apakah dapat menerima sejumlah volume air yang dituangkan padanya? Tidak, air akan tumpah, dan volume air tidak bertambah dalam gelas, karena, gelas itu ‘sudah penuh’. Kalau gelas itu kita kosongkan, maka ia dapat menerima sejumlah volume air, sesuai dengan kapasitasnya. Walaupun tidak sepenuhnya benar, dapat saya analogikan: kalau fikiran kita sudah penuh, apakah masih dapat menerima informasi baru? Kalau fikiran anda sudah penuh, apalagi dengan berbagai persoalan dunia, apakah fikiran anda masih dapat me-receive informasi yang benar yang di-transmitter-kan ke anda? Tentu tidak. Pada saat saya melakukan kegiatan transendental, artinya saya memberi ruang dan waktu bagi ilmu dan informasi yang nyatabenarnya.

4. Apa Akibat Informasi Yang Tidak Nyata Benarnya Bagi Diri Dan Kehidupan Anda?

Informasi yang tidak nyatabenarnya, seperti virus di software atau otak/hardisk komputer. Misalnya komputer kita disusupi virus, yang menyebabkan kalau kita start, dia kembali restart….terus…. melelahkan! Tidak ada henti-hentinya restart…………

Begitu juga informasi yang tidak benar yang masuk dalam otak kita, seperti virus, kita akan memikir ulang informasi itu bolak-balik, tidak ada henti-hentinya, restart…. terus…..

Misalnya: anda diberi informasi yang tidak nyatabenarnya: sukses itu tidak harus menjadi kaya, punya helikopter, limousine, istana, dsb. Otak anda nanti seperti disusupi virus. Anda akan berfikir ulang terus: Apa benar sukses itu tidak harus menjadi kaya, punya helikopter, limousine, istana….? Mengapa saya katakan ilmu yang tidak nyatabenarnya seperti virus dalam otak anda? Setelah saya pelajari, ternyata orang-orang yang menderita gangguan jiwa, schizophrenia, bahkan gila, karena mereka mengintegrasikan dan mengkompilasikan pengetahuan yang tidak nyatabenarnya, sehingga mereka berfikir ulang terus, dan mengakibatkan kelelahan psikologis yang mendalam. Itu pendapat baru saya tentang Psikiatri.

5. Apa Gunanya Pengetahuan Yang Nyatabenarnya?

Pasti anda sudah tahu, jika membaca beberapa posting dalam blog saya.

6. Apakah Pengetahuan Yang Nyatabenarnya Spesifik Pada Individu?

Ya, spesifik pada tiap individu. Tidak sama pemahaman antar individu yang satu dan individu lainnya dalam menyerap pengetahuan yang nyatabenarnya, bergantung dari kadar ilmu dasar yang pernah dipelajarinya. Tetapi, cara mendapatkannya sama, dan teknik problem solving-nya juga sama. Kita disini, sedang mempelajari yang sama. Hasil yang didapatkan masing-masing kita, dapat berbeda. Semuanya akan menyehat-sejahterakan kita.

7.  Jika Ada Comment, Hal Baru, Atau Pertanyaan, Sedang Anda Enggan Berkomentar Disini, Anda dapat BBM saya. PIN: 27D08432

Salam. Hilal Achmar.

June 05, 2012. 17.43.


If you want to invite Hilal Achmar as a Speaker Of Definitely True Knowledge, please do not hesitate to contact me.
Hilal Achmar
Ph: 0813 156 966 76 SMS ONLY!
Please SMS only, and please understand, I can not receive calls, due to my duties as speaker. My staff will call you back soon.
Thank you. Hilal Achmar


Apakah anda pernah peduli dengan generasi lalu sebelum anda dan generasi nanti setelah anda?

Kalau anda jawab ya, sebenarnya, tidak nyatabenarnya anda peduli. Apakah anda mengetahui, apa yang generasi LALU kerjakan, dan apa kira-kira generasi NANTI akan kerjakan? Boro-boro menetahui generasi LALU! Apa yang generasi KINI kerjakan saja, tidak sepenuhnya anda ketahui bukan?

Apa Yang Dikerjakan Generasi Lalu? Generasi Lalu memberikan kita informasi agar kita hidup lebih mudah dan lebih nyaman!

Dengan apa? Dengan ilmu! Sayangnya belum dipilih, mana yang nyatabenarnya. Kalau dipilah sudah inilah pilahannya:

1. Ilmu Alam: Fisika, kimia, bumi. 2. Ilmu Kehidupan: Biologi, Zoology, Botany, Human Biology. 3. Ilmu-ilmu sosial. 4. Ilmu Aplikasi: Teori keputusan, matematika, logika, statistik, system dan komputer. dan 5. Ilmu Terapan.

Pembagian itu baik, apakah anda tahu, dimana diletakkan ilmu pengetahuan yang nyatabenarnya sebagai cabang ilmu baru dari pilahan ilmu di atas? Kalau begitu taruh saja di no.5. Atau, buat saja yang baru no.6. Pengetahuan Yang Nyatabenarnya. Intinya, saya berharap, semua teman yang membaca blog ini, menjadi kelompok awal orang-orang yang mengembangkan ilmu yang nyatabenarnya ini. Kembali lagi, yang dikerjakan generasi lalu adalah memberi informasi untuk generasi setelah mereka.

Apa Yang Dikerjakan Generasi Kini?

Generasi kini mengerjakan perihal informasi: mengumpulkan, memilih, memilah, mengolah, memberi, dan menerima informasi. Makanya eranya disebut Era Informasi. Generasi kini menerima informasi dari ilmu pengetahuan yang saya catat diatas, diolah dlsb, agar generasi kini hidup lebih mudah dan nyaman. Kalau ilmu murni terlalu susah ya.., baik yang mudah saja: kita tidak usah lagi sulit-sulit memikirkan cara membangun rumah, bertani, berbisnis, membuat mesin alat dapur, pertanian, mobil, tv, komputer, dlsb, karena kita telah diwariskan informasi itu! Anda ingin menjadi juragan: mobil seperti Honda? Atau Properti seperti Donald Trump? Atau Hotel seperti keluarga Hilton? Ngaku saja tidak bisa! Kita harus mengakui kehebatan informasi dan kehidupan mereka. Saya mengakui kehebatan mereka! Saya mengakui orang-orang yang hebat, karena, anak mereka akan hidup satu generasi dengan anak saya, dan dengan anak anda! Kalau anda membenci orang hebat, tidak mengakui keunggulannya, bagaimana bisa slogan ini berhasil: Satu Bumi Satu Umat Manusia.

One Earth One Human Being!

Keluarga kami mencatat, darimana asal kami, apa yang dikerjakan kakek moyang kami, dan apa yang dikerjakan generasi keluarga kami kini, dan informasi apa yang akan kami berikan pada generasi nanti, bukan hanya keluarga kami saja. Pengetahuan yang nyata benarnya adalah informasi, yang coba saya ulas secara umum bagi semua generasi kini dan nanti (kalau mau..)

Anda mungkin dapat mempelajari informasi apa yang terlupa dari moyang anda pada generasi lalu. Saya sarankan anda mulai mencarinya pada website Rodovid.org. Saya menulis informasi tentang lineage/asal-usul jalur keturunan saya pada website tersebut. Inilah asal usul keturunan saya, dan, tulisan saya itu yang terpanjang dari tulisan orang Indonesia yang ada. Tulisan saya telah diambil alih oleh rodovid.org, karena memberi informasi terlengkap tentang jalur keturunan lainnya. inilah asal usul saya, yang saya ambil dari:


Karena panjang, maka akan saya tulis di posting saya No 39. HILAL ACHMAR LINEAGE.

Salam Antar Generasi. Hilal Achmar

03 June 2012 21.20.


Apakah Anda Pernah Bersyukur Dan Meminta Orang Untuk Bersyukur?

Rasa-rasanya semua orang pernah bersyukur, tingkat kemudian pernah juga meminta orang untuk bersyukur, tingkat lanjutnya adalah, merasa diri penuh syukur, sehingga merasa orang lain tidak bersyukur, sebersyukurnya seorang individu. Ini sih biasa saja, dan mudah ditebak larinya ya, kan kita sekarang sedang mendalami pengetahuan yang nyatabenarnya…….

Apakah Ini Caranya Bersyukur?

1. Benar-benar mengucap syukur dengan lidah. Semua orang bisa, karena mudah, dan gratis, artinya   tidak mengeluarkan uang atau biaya apapun. Semua orang mudah mengucapkan Puji Tuhan atau Segala Puji Bagi Tuhan.

2. Meyakini bahwa dirinya benar-benar telah bersyukur. Yang ini susah tapi tetap gratis! Contohnya, anda pulang pergi kantor naik mobil. Tapi, berapa ribu kali anda ngomel dalam hati sepanjang kemacetan…..

3. Berbagi dari apa yang disyukuri. Yang ini paling susah, sebab bayar! Pada saat beli mobil baru, anda bersyukur bukan? Tetapi berbagi apa yang anda syukuri, misalnya mengajak orang komplex anda untuk bersama anda berangkat kerja, wah susah kali yaaa….. Juga apakah sebagian rizki anda untuk janda? Untuk Anak Terlantar/Yatim? Dll? Mungkin anda fikir, bayar lagi….. bayar lagi….. Yang saya ingin katakan adalah:

Bersyukur Itu Bukan Hanya Di Lidah Saja.

Mengapa orang banyak mengelak mengerjakan cara bersyukur yang no.2 dan 3 diatas? Karena manusia tidak benar-benar mengerti, gunanya bersyukur. Dibawah ini saya copy paste dari akun twitter saya tertanggal 18 Nov 2010:

Hilal achmar ‏@hilalachmar

Jalan tercepat untuk hasil yang luar biasa, saya dapatkan dari jalur memberi, kemudian baru dari jalur mencari.

Anda yang senang membahas pengetahuan yang nyatabenarnya, saya yakin mengerti apa yang saya Tweet itu. Juga teman yang selalu datang ke rumah saya untuk berdiskusi, atau saya mengunjungi mereka.

Apa Gunanya Bersyukur?

Apakah anda benar-benar mengetahui gunanya bersyukur? Kalau anda tidak tahu gunanya, jadi buat apa anda bersyukur? Semenjak anda bersyukur, apa keuntungannya bagi anda?

Bersyukur Dan Marah Beserta Kawan-kawannya Tidak Dapat Berdampingan!

Bukankah marah, dengki, iri, cemburu, berkawan dalam hati? Bagaimana bisa, anda menilai diri anda penuh syukur sekarang………

Saya katakan dari yang nyatabenarnya:

Tidak Seorangpun Manusia Mengetahui Caranya Bersyukur.

Apakah Anda Benar-Benar Mengerti Caranya Bersyukur?

Cara bersyukur spesifik pada tiap makhluk. Guna bersyukur adalah Universal.

Kegunaan Utama Bersyukur Adalah: Agar Kita Disyukuri!

Pernah dengar dan membaca statement seperti itu? Tentu tidak. Kata disyukuri dalam bahasa Indonesia ucap hampir tidak pernah di dengar. Paling juga dialek Jakarta: Sukurin kamu kehujanan!, konotasinya negatif. Disyukuri yang saya tulis berkonotasi positif.

Salam. Hilal Achmar

02 Juni 2012.








Apakah anda telah sukses? Apakah seluruh manusia yang masih hidup di dunia ini telah sukses? Masa sih, manusia yang masih clingak-clinguk mencari kehidupan, anda katakan sukses?! Yang akan saya tanyakan kepada anda adalah:

Apakah Anda Mengetahui Kriteria Sukses Untuk Diri Anda?

Jika akan menilai sesuatu, bukankah anda harus mempunyai kriterianya dahulu? Apakah sukses itu kaya, punya istri/suami cantik/ganteng, atau berhasil lahir ke dunia? Kalau itu bukan, maka saya akan tanyakan lagi:

Menurut Anda, Bagaimana Kondisi Manusia Yang Bisa Dikatakan Sukses?

Fakta Golongan Pertama di dunia ini: Orang kaya, sehat, cantik, ganteng, kehidupannya baik, tingkahlakunya baik, pekerjaannya baik dlsb yang baik dan menyenangkan mata dan matahati, dikatakan sukses.

Fakta Golongan Kedua di dunia ini: Ada saja orang yang tidak mau mengakui kesuksesan orang lain, seperti orang yang kaya, sehat, cantik, ganteng, kehidupannya baik, tingkahlakunya baik, pekerjaannya baik dlsb itu!

Anda Pilih Golongan Mana?

Saya memilih golongan pertama. Itulah antusiasme, toh, pilihan saya tidak merugikan apapun bagi diri saya, dan bukan bagian dari pengetahuan yang nyatabenarnya. Kalau anda bertanya, apakah saya telah sukses, saya akan menjawab dengan tegas bahwa:

Saya Belum Sukses Dan Tidak Pernah Merasa Sudah Sukses.

Alasan saya:

1. Cipta, Rasa Dan Karya Saya Belum Selesai. Saya Hanya Sedang Mengisi Ruang-Waktu Bagi Generasi Saya.

Siapapun yang hadir di dunia ini sekarang, percuma saja, kalau seumur hidupnya….. (teruskan saja sendiri ya….)

2. Bimbingan Untuk Generasi Penerus Generasi Sekarang Belum Selesai.

Pernahkah anda berfikir sekali saja tentang generasi penerus anda? Bukan hanya anak anda, yang saya maksudkan adalah: semua manusia sebagai generasi penerus generasi anda. Tidak bagus juga misalnya, jika anak saya baik, sedang generasi anak saya nanti menjadi generasi yang lebih jelek dari generasi sekarang. Apakah anda sebagai orang tua telah berfikir satu generasi saja di depan anda nanti…..

Jadi, dari dua alasan saya di atas, bukankah tidak ada gunanya menilai generasi manusia sekarang ini?

Masalah hidup di dunia, bukan hanya melulu masalah anda, anak-istri-suami-adik-kakak-orang tua dan sodara-sodara anda saja. Masalah di dunia adalah Universal, bagaimana anda mempersiapkan The Better Next Generation, The Better World, The Better Life, Better Skill, dan Better-better yang lain.

Oleh karena itulah, saya berusaha menemukan jalur ilmu baru ialah: Pengetahuan Yang Nyatabenarnya, sebagai sekelumit sumbangan saya untuk The Next Generation. Bukan untuk anda, anda sudah telaaaatttt jauuuuhhhhh… Untuk anak-anak anda dan untuk seluruh generasi penerus anda. Anda dapat membimbing mereka semenjak sekarang. Kalau anda mau! Bagi saya kesuksesan adalah universal.

Manusia Yang Sukses Adalah Manusia Yang Dapat Membimbing Generasi Setelahnya, Menjadi Generasi Yang Lebih Baik Dari Generasi Dimana Dirinya Hidup.

June 02 2012.

Salam Sukses. Sudah Sukses Kok Kirim Salam Saja Tidak Mauuuuuu…….Hilal Achmar