45. KEBAHAGIAAN

Apakah Kebahagiaan itu? Masing-masing individu berbeda-beda dalam mendifinisikan kebahagiaan. Anda mempunyai definisi sendiri, demikian juga saya.

Dugaan Tentang Kebahagiaan.

Individu mempunyai dugaan tentang kebahagiaan, kemudian membuat petanya. Tidak ada yang salah tentang dugaan kebahagiaan itu. Dugaan tentang kebahagiaan itu karena kita:

1. Melihat: Kita melihat adanya: Rumah yang bagus, mobil, pesawat, pasangan yang serasi, agamis, spiritualis, pekerjaan yang baik dlsb.

2. Berfikir: Kemudian kita berfikir, alangkah bahagianya, kalau kita mempunyai dan berada dalam kondisi yang kita lihat itu.

3. Perasaan: Kemudian kita akan merasa, bahwa kita dapat mencapai lebih dari yang kita lihat dan rasakan itu.

Peta kebahagiaan yang tertanam dalam jiwa kita, universal akibat kita melihat, berfikir dan merasa. Tetapi, petanya sendiri tidak universal. Suku bangsa yang hidup di gurun, sangat bahagia kalau setiap hari kiranya dapat menjumpai air di oase pada padang sabana atau steppa. Mereka tidak membayangkan Mobil! Beda kan dengan anda yang hidup di khatulistiwa?

 Yang ingin saya katakan adalah,

Gambaran Peta Kebahagiaan Berbeda Diantara Individu.

Peta Kebahagiaan Yang Kita Tuju Itu, Adalah Peta Kebahagiaan Yang Kita Buat Berdasarkan Apa Yang Terlihat Oleh Mata, Terbersit Dalam Fikiran Dan Terlintas Dalam Hati, Yang Kita Anggap Membahagiakan.

Oleh sebab itu, perlulah kita ‘melihat’ lebih jeli, ‘berfikir’ dengan jeli dan ‘menyaring’ apa yang terlintas dalam hati. Orang tua yang bijak, akan membawa anak-anaknya melihat hal yang indah-indah, supaya anaknya terpacu berfikir dan merasakan, kemudian, memberikan referensi untuk persepsi anak-anaknya. Begitu juga pemimpin dan siapa saja hendaknya.

Untuk Mendapat Kebahagiaan, Anda Harus Bayar!

Ya, jika anda ingin mendapat kebahagiaan, anda harus membayarnya, dengan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda! Jika anda duduk-duduk saja seharian, kebahagiaan tidak akan menghampiri anda. Jika anda bekerja demi diri anda sendiri, menggunakan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda untuk diri anda sendiri, memang tidak ada salahnya, (sebagai derivat pengajaran Machiavelli), anda bisa bahagia juga, tetapi sesaat saja. Untuk mendapatkan kebahagiaan berdurasi panjang, anda harus membayarnya.

Anda harus membeli berlian untuk mendapatkan kebahagiaan berdurasi panjang, alih-alih membeli cincin imitasi yang menghasilkan kebahagiaan berdurasi pendek.

 

Kebahagiaan Berdurasi Panjang.

Kebahagiaan yang berdurasi panjang dihasilkan dari pencapaian individu yang berkaitan dengan spiritualitas. Bahkah, pengikut-sertaan elemen spiritualitas dalam mencapai kebahaiaan, adalah the only way untuk mencapai kebahagiaan yang berdurasi panjang! Apalagi, pencapaian itu tidak menghitung untung ruginya, dengan dikeluarkannya biaya, waktu, tenaga, dan fikiran kita. Misalnya anda menolong orang sakit, dan anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk kesembuhannya. Anda tidak menghitung untung ruginya. Jika si sakit itu sembuh total, anda akan mendapatkan kebahagiaan yang berdurasi panjang, setiap kali melihatnya dalam keadaan sehat. Yang saya ingin katakan adalah:

 Semakin Lama Dan Tinggi Tingkat Pengorbanan & Spiritualitas, Semakin Tinggi Juga Tingkat Kebahagiaan Yang Tercapai.

 

Kebahagiaan Berdurasi Pendek.

Contohnya membeli cincin imitasi diatas.

 Kebahagiaan yang tidak nyatabenarnya Berdurasi Panjang Yang Disesali.

Kebahagiaan yang tidak nyatabenarnya ini juga anda harus bayar dengan waktu, tenaga, fikiran dan uang anda! Misalnya, anda yang diatas nilai rerata, punya pacar dengan nilai nilai diatas rerata juga, kaya dlsb yang menyenangkan mata dan hati, dan sangat baik kepada anda, menuruti segala apa yang anda inginkan. Setelah 6 tahun berpacaran dan merasa sangat bahagia, tiba-tiba anda menyadari, bahwa jalan yang anda lalui berdua ternyata keliru! Jadi, 6 tahun itu anda mendapat kebahagiaan tidak nyatabenarnya, yang anda bayar juga, dan pada akhirnya anda sesali. Keliru dalam hal apa, ya apa saja….anda fikir sendiri saja ya………….

Kebahagiaan Yang Tidak Nyatabenarnya Berdurasi Pendek Yang Disesali.

Hari ini anda bertemu kawan, rasanya bahagia sekali. Pada akhir pertemuan, bisa saja anda menyesali pertemuan itu bukan? Bahkan, penyesalan yang menyita waktu yang panjang sekali.

 Kebahagiaan Yang Tidak Nyatabenarnya Dan Kebahagiaan Yang Nyatabenarnya, Keduanya Sama: Anda Harus Bayar Untuk Mendapatkannya!

 Setelah mengetahui tentang bagaimana jiwa secara Automatic mempuat peta kebahagiaan, pertanyaannya adalah:

Mengapa Ada Individu Yang Merasa Tidak Bahagia Dalam Kehidupannya?

Karena, memang pada dasarnyalah manusia tidak logis! Misalnya, ada individu yang Ingin bahagia, malah pindah ke puncak gunung yang sunyi, bikin gubuk, ingin tenang dan mau semedi atau bertapa, karena menurutnya, dan yang diyakininya, menurut apa yang ia baca dan dengar: kebahagiaan adanya dalam hati! Lha, memang di puncak gunung ada apa? Kalau di puncak gunung ada kebahagiaan, puncak gunung dimanapun adanya tentu sudah dipenuhi orang!. Mungkin maksud individu itu, kebahagiaan ada dalam hati, jadi dia mau cari yang gratis! Tengak-tengok di puncak gunung sendirian….

Nyatabenarnyalah Bahwa Tidak Ada Kebahagiaan Yang Gratis!

Mengapa ada statement yang menyatakan, bahwa kebahagiaan adanya di dalam hati? Saya katakan, itu tidak berdasar.  Mengapa mereka membuat statement itu? Karena mereka tidak mengetahui bahwa:

Kebahagiaan Itu Terukur!

Anda tahu ukurannya? Ukuran yang sederhana seperti ini: Andai Ada individu yang berwajah susah, kelihatan susah, cemberut, matanya bermusuhan, lalu ketika ditanya, apakah dia bahagia dengan kondisinya? Ia menjawab: Kebahagiaan adanya dalam hati. Saya bahagia! Walaupun kondisi saya seperti ini, saya bahagia. Orang kaya, sarjana, punya pasangan cantik, belum tentu bahagia bukan…… (kata dia!). Apa anda percaya kata dia, yang berwajah susah itu!? Tentu tidak bukan? Apalagi kalau anda mengetahui ada ilmu yang berbicara tentang:

Human Development Index

Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. HDI digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, berkembang atau terbelakang, dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Jadi, pendidikan, standar hidup, kualitas hidup, dapat dibandingkan dapat diukur, makanya terukur!. Dan tentunya, kualitas hidup berbanding lurus dengan kebahagiaan.

Saya berharap, ketika orang masih mencari dimana letak kebahagiaan, apa yang disebut bahagia, saling berdebat, saling bersitegang dengan self-defence-nya sendiri-sendiri, kita mulai menghitung dan mengukur kebahagiaan itu. Itu NyataBenarnya.

Selamat Berbahagia Di Hari-hari Bahagia Anda, Dahulu Anda Sudah Membayar Untuk Kebahagiaan Yang Anda Nikmati Sekarang….

Salam Giat Membayar! Yang Gratis…. Kualitasnya Jelek…… Hilal Achmar.

08 June 2012

39. HILAL ACHMAR

Notice
If you want to invite Hilal Achmar as a Speaker Of Definitely True Knowledge, please do not hesitate to contact me.
Hilal Achmar
Ph: 0813 156 966 76 SMS ONLY!
Please SMS only, and please understand, I can not receive calls, due to my duties as speaker. My staff will call you back soon.
Thank you. Hilal Achmar

35. BINTANG PEMBIMBING

Semasa saya kecil dan remaja, saya fikir, Bintang Pembimbing saya adalah Pengetahuan. Maksud saya adalah, saya mencintai pengetahuan lebih dari segalanya. Pada saat saya remaja, saya tidak mencintai gadis sampai saya tidak dapat tidur misalnya. Saya mencintai pengetahuan, sampai saya tidak dapat tidur, karena saya ingin cepat-cepat menguasainya. Lalu saya menemukan hukum:

Jika Individu Mencintai Pengetahuan, Maka Pengetahuan Akan Mencintainya

Maksudnya adalah: Jika anda mencintai pengetahuan, maka pengetahuan itu akan datang melimpahi anda, sehingga, pengetahuan anda dalam kuantitas dan kualitas yang cukup untuk hidup.

Ada juga individu, yang Bintang Pembimbingnya pada saat remaja adalah cinta. Jadi, dorongan untuk tumbuh kembang itu, adalah cinta, baru pada saat dewasa adalah pengetahuan. Saya kebalikannya, baru pada saat awal dewasalah, Bintang Pembimbing saya adalah cinta. Semua jalur tidak ada masalah.

Yang Bermasalah Adalah: Jika Anda Tidak Mempunyai Bintang Pembimbing!

Saat anda dewasa, cinta tidak lagi menjadi prioritas utama yang menjadi Bintang Pembimbing anda. Kalau saat dewasa, anda masih mengikuti rasa cinta sebagai Bintang Pembimbing anda, maka anda akan kehilangan akal nalar anda untuk:

1. Memilih Pasangan Anda. 2. Memilih Cara Hidup Anda. 3. Memilih Pekerjaan Anda. Dlsb.

Yang saya ingin katakan adalah:

Pengetahuanlah Yang Akan Menjadi Bintang Pembimbing Anda Ketika Anda Mulai Beranjak Dewasa.

Begitulah saya hidup, karena orang tua saya berpesan, bahwa sesiapa yang tidak berpengetahuan, akan dilindas oleh zaman. Sekarang saya mengerti benar, mengapa orang tua saya memberikan saya buku, sampai saya tidak punya lagi waktu, untuk bermain bersamamu, temanku, waktu kita sekolah dulu………..

Salam Sok Tahu. Hilal Achmar

01 Juni 2012. 11.37

28. METASCIENCE: METAMANUSIA

Sebenarnya kita semua adalah manusia yang meta atau katakan saja metamanusia. Sayangnya, tidak semua manusia mau mengakui, bahwa dirinya adalah metamanusia, yang terdiri dari 2 bagian besar: Raga dan Sukma. Kalau kita mengakui adanya meta dalam bentuk sukma dalam diri kita, untuk mempelajari dan mengerti tentang sukmadiri, apakah dapat dipelajari dengan science? Ya, satu bagian, bagian tingkahlakunya. Satu bagian yang lain, hakikatnya, tidak bisa dipelajari dengan science, maka, metascience memberi jalan untuk mempelajari hakikat sukma. Saya akan memberikan ilustrasi: Mempelajari tingkahlaku makan untuk jamuan makan malam resmi pada syukuran teman yang menjadi profesor, tentu anda akan mematut pakaian apa yang harus anda kenakan, dimana anda harus meletakkan tas, bagaimana selayaknya mempergunakan sendok-garpu-pisau, dan bagaimana cara mengunyah yang sopan, adalah tingkahlaku makan. Sedangkan hakikat makan adalah: Untuk Hidup!

Sekarang, kalau kita mempelajari manusia, kita mempelajari tingkahlaku raganya, tindakannya, ideanya, yang bisa kita ‘lihat’ dan eksplorasi. Sedangkan hakikat manusia adalah: Sukmanya! Maka, ada ahli yang mengatakan, bahwa kita adalah Manusia Langit (keren juga ya..).

Kita di Indonesia, hidup & berkehidupan dengan (secara tidak sadar), menganalisa tindakan kita sebelum bertindak, apakah tingkahlaku kita sesuai dengan ajaran spiritual yang meta. Misalnya, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua, atau orang yang lebih mempunyai jabatan, kekuasaan dan kaya, untuk tidak menyinggung ‘ketuaannya’ atau ‘kekayaannya’ otomatis, kita bertingkahlaku sopan dalam berbicara. Artinya apa?

Masyarakat Timur Lebih Mengedepankan Sukma Dari Raga, Walaupun Belum Sepenuhnya Disadari.

Sayangnya, tingkahlaku yang baik itu, tidak sepenuhnya disadari.Apa yang anda fikirkan sehari-hari? Bekerja, mencapai karir yang anda inginkan, mempunyai uang banyak, berharap hari per-hari anda mendapatkan keberuntungan, membangun rumah yang nyaman. Orang tua menganggap anda sedang mengembangkan diri. Rupanya, definisi ilmu pengembangan diri, telah sedikit bergeser artinya dalam masyarakat kita.

Menurut Saya, Pengembangan Diri Lebih Tertuju Untuk Sukma

Dalam mengembangkan kelayakan kehidupan kita, kita tidak boleh lupa mengembangkan sukma kita. Saya ingin bertanya, jika anda telah mengembangkan kehidupan, sehingga anda telah diindisikan makmur, dengan indikator yang ada dalam lingkungan anda, seberapa maju anda telah mengembangkan sukma anda? Darimana indikatornya? Semuanya hanya anda yang tahu, baik perkembangan sukma anda maupun indikatornya. Dan itu bergantung seberapa banyak anda mempunyai referensi, kevalidan referensi, dan arah pengembangan yang ditunjukkan oleh referensi anda tersebut.

Dalam Perkembangannya, Kala Semakin Tua, Raga Semakin Renta, Sedangkan Sukma Semakin Bijaksana.

Pada akhirnya, raga akan semakin tua renta tidak berdaya, sukma semakin pikun dan pelupa. Inilah yang manusia selalu ingin mencegahnya, selalu ingin lari dari tuarenta tak berdaya.  Untuk mengetahui apakah referensi anda valid tentang pengembangan sukma dan memberi arah yang benar, kalau telah tuarenta, dan ingin mengetahui apakah sukma anda telah bijaksana atau belum, apakah indikatornya?

Mengingat Kematian! Yang Manusia Selalu Lari Darinya!

Dari uraian diatas, yang ingin saya katakan adalah, benar bahwasanya manusia ada yang menjalankan kehidupan spiritual dalam tingkahlakunya, tetapi, kehidupan spiritual itu tidak sepenuhnya disadari, timbul akibat refleks tingkahlaku, yang pernah dilakukan ribuan kali. Atau yang semakna, tingkahlaku yang bersifat spiritual itu, lebih berasal dari akal logika atau meniru tingkahlaku individu/masyarakat, daripada berasal dari sukma, yang memujud dalam akalnalarbudi. Ilustrasinya adalah: Anda meniru hidangan sirloin steak dari resto bintang lima. Cara menyajikan dan cutting dagingnya telah benar. Tapi rasanya: Tidak karuan. Bahkan: Tidak karu-karuan…… Yang saya ingin katakan adalah:

Duplikasi Tingkah Laku, Tidak Ada Manfaatnya Dalam Perkembangan Sukma! Perkembangan Sukma Hanya Dapat Dilakukan Dengan Memberi Tahu Sukma Tentang Tingkahlaku Yang Nyatabenarnya!

Itu salah satu kritikan tentang behaviourisme. Oh, bukan. Behaviourisme kan tidak membicarakan spiritual ya.. Untuk menjadi metamanusia, kita harus mendidik sukma kita. Mengapa saya katakan mendidik? Karena sukma dan raga kita ini, sudah ada yang ready for use, ada yang belum. Template yang ada pada sukma itu, belum ready for use, untuk mencapai kapasitas maksimalnya, masih harus diberdayakan/dilatih. Begitu juga dengan tangan, sudah ada, tetapi belum ready for use untuk mencapai kapasitas maksimalnya.

Anda harus melatih tangan anda untuk memukul bola golf, agar bola tidak melayang kemana-mana….. Begitu juga, anda harus melatih sukma, agar sukma tidak tertinggal perkembangannya……..

Kemudian ada Sukma yang lainnya lagi. Ialah, Sukma yang berasal dari SMA IIIB Yogyakarta. Oh, ini tidak saya bahas. Beliau teman saya yang terbaik. Walaupun saya bertingkahlaku dengan ‘penyesuaian tidak baik’, Beliau ‘rela’ menyapa saya… Soalnya… lebih banyak kawan putri yang ‘tidak relanya menyapa saya…’ (Serem kali ya..). Se itu saja saya bahas yaa..

28 Feb 2011. Selamat Menempuh Metamanusia Baru. Salam Sukmagurujati. Hilal Achmar.

27. METASCIENCE HYPNOTIC AND SELF-HYPNOTIC

Definisi tentang hipnotis dan self-hipnotis ada banyak. Yang kita akan bahas adalah state/keadaan hipnotis dan atau self-hipnotis itu sendiri. Sebagaimana biasanya, kita akan membahas, sebagaimana intinya, hakikatnya dan dasarnya.

Keadaan hipnosis adalah suatu keadaan individu/banyak individu, yang alam bawahsadarnya diinduksi oleh individu/banyak individu, sehingga sang individu, dengan panduan ahli hypnose, dapat mengikuti segala perintah sang ahli, atau menampilkan segala yang ada dalam alam bawahsadarnya. Contohnya sudah banyak di TV, sehari-hari, hipnotisme bisa dilakukan untuk kejahatan, dengan berita di koran: orang digendam.

Selfhipnotis adalah individu dengan kekuatan akalnalarbudi-nya, menghipnotis dirinya sendiri, agar mencapai segala sesuatu yang diinginkannya.

Contohnya adalah: Jika anda ingin menjadi pemimpin di kantor anda, anda harus menghipnotis diri anda sendiri, agar tujuan anda tercapai. Tentunya, pada kantor yang ada indikator kinerjanya. Pada kantor yang kenaikan jabatan dan pangkat diberikan karena lamanya anda bekerja, anda tidak usah menghipnotis diri, lihat saja kalender. Menghipnotis diri, adalah usaha anda dalam metascience, dalam hal ini menjadi pemimpin di kantor anda. Kalau anda pernah mengikuti pelatihan kepribadian atau kepemimpinan, akan lebih banyak lagi hasilnya. Metascience, agak sedikit lain metodenya, yang kelihatannya tidak berkaitan langsung dengan tujuannya.

METODE SELF-HIPNOTIS

1. Biasakan bangun pagi hari, antara jam 3.00 atau jam 4.00 pagi. Apa ada hubungannya bangun pagi untuk jadi pemimpin? Ada. Pada jam 3 atau 4 pagi itu, manusia di lingkungan anda belum banyak yang bangun, atau malahan, anda sendiri yang bangun, yang lainnya masih tidur. Pada kondisi seperti ini, jangan ada video-audio. Apa yang terjadi? Anda tidak bisa bicara kepada siapapun, tetapi fikiran anda tidak pernah berhenti ‘berbicara’ bukan? Kepada siapa fikiran anda berbicara? Kepada alambawahsadar anda. Yang ingin saya katakan adalah:

Bangun Pagi Adalah Salah Satu Jalan Memasuki Alambawahsadar.

Kemudian, pada pagi yang sunyi itu, anda katakan pada alambawah sadar anda: Saya Pemimpin Di Kantor Saya. Berulangkali, sampai anda merasakan, anda benar-benar telah menjadi pemimpin dikantor anda, mempunyai kekuasaan memerintah, mengambil keputusan, dan mempunyai banyak bawahan. Walaupun sebenarnya anda belum menjadi pemimpin. Lakukan hal ini berulangkali, sampai anda merasa mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

2. Rubah Tingkahlaku Anda. Anda harus berfikir yang nyatabenarnya, dengan menggunakan akalnalarbudi, bukan hanya logika. Anda harus menerapkan 70 sifat baik yang pernah saya posting sebelumnya. Perubahan tingkahlaku ini sampai soal makan-minum-tidur. Makan dan minum jangan berlebihan, lambung diisi kira-kira, sepertiga untuk makanan 1/3 untuk minuman dan 1/3 lagi dikosongkan, supaya dapat bernafas dengan bebas. Jika kita mengurangi makan, justru tubuh kita akan panas dalam keseharian kita, dan ini berhubungan dengan kegiatan akalnalarbudi. Keterangan tentang ini, tidak saya bahas. Yang jelas adalah, jika kita terlalu kenyang setiap hari, akalnalarbudi kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Begitu juga jika terlalu banyak tidur.

3. Berlatih Melihat. Telah saya katakan pada beberapa posting terdahulu, bahwa cara kita melihat dengan pandangan tidak fokus, seperti melamun atau berfikir, dimana sudut pandang ke kiri dan kanan menjadi melebar, akan membawa ‘penglihatan’ kita lebih cermat, sehingga kita dapat melihatcermat. Cara melihat seperti ini, adalah salah satu jalan untuk memasuki alambawahsadar yang paling mudah dan sederhana.

4. Memberi Bimbingan Dan Informasi Kepada Alam Bawah Sadar. Alambawahsadar, berkecenderungan buruk jika tidak diberi bimbingan. Juga berkecenderungan ‘pura-pura tidak tahu’ kalau tidak diberikan informasi ulang, padahal, sebenarnya, alambawahsadar itu ‘tahu’. Contohnya: Alambawahsadar anda, tidak pernah memacu anda untuk menjadi pemimpin di kantor anda, ‘pura-pura tidak tahu’, padahal, sebenarnya ia (katakan saja alambawahsadar itu satu pribadi) ‘tahu’ bahwa anda bisa dan mampu untuk menjadi pemimpin di kantor!  Kemudian, jika anda akan menjadi seorang pemimpin yang berguna dalam mensejahterakan sebagian umat manusia, maka alam bawahsadar anda akan menentangnya, dan menghambat anda! Maka alam bawah sadar, perlu kita beri bimbingan dengan memberinya informasi berkali-kali, bahwa: Saya Pemimpin Di Kantor Saya. Pada setiap pagi yang sunyi itu………… Artinya, kita berkomunikasi dengan alambawahsadar kita, dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak panjang lebar.

5. Meningkatkan Kapasitas Alambawahsadar. Artinya, kita membimbing alambawahsadar kita, supaya ‘tahu’, terhadap persoalan yang ia pura-pura tidak tahu! Dan akhirnya, kita dapat membimbingya untuk mengetahui segala informasi, berkaitan dengan tujuan hidup kita, pada posting terdahulu: Bahagia Di Dunia Dan Akhirat! Hey bawahsadar… jangan pura-pura tidak tahu lagi ya….. Kira-kira begitu kita katakan kepada-nya……….

6. Aplikasi, Pencapaian Dan Evaluasi. Aplikasikanlah 70 sifatbaik itu dengan berfikir dengan akalnalarbudi yang nyatabenarnya, berkata benar dan bertindak benar dalam kehidupan anda di kantor dan di mana saja. Kemudian, bertingkahlakulah sebagai BOSS betulan di kantor anda, bukan BOSSY! Ada dua tingkahlaku yang cepat mendudukkan anda di kursi BOSS. Pertama bimbinglah karyawan lainnya, dan kedua, bantu karyawan dan perusahaan menyelesaikan persoalannya. Walaupun belum menjadi BOSS sungguhan, kwalitas anda sekarang adalah kwalitas BOSS sungguhan. Tinggal tunggu waktu dan syukurannya saja anda jadi boss sungguhan………………. Jika sudah/belum menjadi boss, evaluasi saja dipagi nan sunyi, bersama kawan baru anda, si alambawahsadar…………

7. Tugas Baru Untuk Alambawahsadar. Jika anda sudah jadi pemimpin, boss di kantor anda, beri tugas baru pada alambawahsadar anda. Katakan padanya: Saya Mempunyai Kantor Cabang Di Tujuh Provinsi. Seperti biasanya, memberi informasi, padahal, satu pun anda belum punya kantor cabang. Seperti biasanya juga, alambawahsadar anda ‘pura-pura tidak tahu’, bahwa anda bisa dan mampu! Ketika anda telah mempunyai tujuh kantor cabang, beri tugas kepadanya, untuk mendukung anda membuka kantor cabang di seluruh provinsi! Kawan, jelaslah sudah, itulah maksudnya kita menghipnotis diri kita sendiri…..   Beressssss………….

Selamat Menghipnotis. Salam Kita Menghipnotis Kita . Hilal Achmar

26. METASCIENCE PEMERINTAHAN

Pemerintah yang ‘seharusnya’ ada dalam negara-negara di dunia adalah, sekelompok orang, yang mempunyai kapasitas sebagai negarawan, yang mendapat legalitas dari bangsanya. Contoh negarawan dari Indonesia adalah Sang Maha Patih Gajah Mada, dari kerajaan Majapahit (Girindra Wardhana), yang bercita-cita menyatukan Nusantara, dan tidak akan memakan palapa sebelum cita-citanya terwujud. Negarawan dapat kita artikan saja, ialah manusia yang mempunyai banyak ilmu yang berguna, baik bagi dirinya maupun yang lainnya, dan terampil bekerja dengan ilmu yang dimilikinya, visioner, dipercaya, sehingga bangsanya mau mewujudkan visi masa depan yang diperlihatkannya.

Visi Pemerintah yang seharusnya ada adalah: Kita Akan Sejajar Dengan Negara-negara Makmur / kaya. Jika demikian maka Misi Pemerintah adalah memberdayakan rakyatnya dalam segala bidang, sehingga dapat duduk sejajar dengan negara-negara makmur. Bagaimana misi ini dicapai? Dengan membuat individunya otaknya pintar, badannya sehat, dan sakunya penuh. Tiga saja dulu, saya kira cukup.

1. Membuat Individu/Rakyatnya Berotak Pintarcerdik.

Strateginya adalah: Rupanya harus ada menteri/Kementrian Urusan Globalisasi dulu! Globalisasi adalah: Individu/Rakyat di suatu negara, saling bersaing dengan Individu/Rakyat dari negara lainnya. Misalnya, seorang dokter di Indonesia, harus bersaing dengan dokter lainnya di….. seluruh dunia… (Wah…. beratnya…….. ). Juga seorang petani kedele, harus bersaing dengan petani kedele dari seluruh dunia, misalnya dari hasil panen per hektar, kecerahan warna kedelai, kandungan proteinnya dan sebagainya. Memang berat. Tapi kita senang kan ada era globalisasi! Senang ada era globalisasi, tanggungjawabnya adalah harus juga senang bersaing, kalau tidak, kita akan jadi bangsa pinggiran atau orang pinggiran. Kapan-kapan, anda yang pandai globalisasi, usul pada presiden, agar anda jadi mentri globalisasi. Malah banyak kerjaannya: Iklim Global yang menggagalkan banyak panen, baik padi maupun mangga, migrasi global, perdagangan global, supaya tidak diakali terus oleh bangsa-bangsa yang pintar………………………….

Membuat individu pintar, tidak ada cara lain, selain dengan pendidikan. Pendidikan juga harus dipilih yang mempunyai realitas baru, bukan realitas lama, yang lambat menghasilkan kemajuan bangsa.

Realitas Baru Vs. Realitas Lama Dalam Pendidikan

Realitas Baru dalam pendidikan adalah: Pendidikan yang mengacu pada pendidikan apa yang dibutuhkan dalam memberdayakan masyarakat, supaya sejajar dalam persaingan kemakmuran, kewibawaan, dan kecerdikan antar bangsa-bangsa di dunia. Kita punya tanah dan laut. Pasti dalam bidang itu kita unggul, karena kita punya sumberdaya yang melimpah (tanah dan laut yang luas). Karena penduduk dunia bertambah terus, dan karena iklim global, jangan-jangan teori Robert Malthus (1766-1834), yang dianggap ‘salah’, menjadi benar karena ‘kebetulan’. Malthus mengatakan bahwa populasi manusia berkembang lebih cepat, sedangkan persedian makanan berproduksi lebih lambat. Benar atau salah, tidak kita persoalkan, yang ingin dikatakan Malthus adalah: 1. Dia khawatir, manusia kekurangan makanan. 2. Penduduk dunia harus diberi makan!

Indonesia pernah gagal menuju negara industri, dengan tujuan pembangunan jangka panjang, bahwa kita akan dapat menghasilkan mesin yang memproduksi mesin. Pada era industri, memang, bekerja dalam bidang pertanian dan kelautan adalah realitas lama, yang sulit untuk maju seiring dengan negara-negara industri. Makanya, tahun 70-an sampai akhir 90-an, kita bercita-cita maju seiring dengan bekerja dalam bidang industri.

Sekarang telah era informasi. Realitas lama pertanian, kini menjadi realitas baru dalam era informasi dan globalisasi, dimana, mudahnya, negara-negara maju yang telah meninggalkan basis pertaniannya, (maksudnya, rakyatnya tidak mau lagi bertani!), adalah keuntungan yang ‘kebetulan’ bagi kita, bahwa kita punya tanah dan laut yang terus ada.

Yang saya ingin katakan adalah:

Realitas lama, dapat menjadi realitas baru yang menguntungkan. Inilah tugas para pendidik, memberikan realitas baru, memperbaharui realitas lama yang dianggap usang, dan memberikan alasannya.

2. Membuat Individu/Rakyatnya Berbadan Sehat.

Sudah ada Kementeriannya, undang-undangnya, peraturan pemerintahnya dan peraturan menterinya, juga sudah ada peraturan daerahnya. Saya tidak bahas. Mungkin nanti tentang Metasscience kesehatan.

3. Membuat Individu/Rakyatnya Bersaku Penuhtebal.

Dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Jika rakyat rajin bekerja dan tersedia banyak lapangan pekerjaan, ini urusan Departemen Tenaga Kerja & Badan Koordinasi Penenaman Modal, maka rakyat akan berkantung penuhtebal. Ya, minimal satu bulan sekali……………….Tidak saya bahas. Mungkin nanti akan saya tentang Metascience Kekayaan.

24 Feb 11. Selamat Berotak Pintar, Berbadan Sehat dan Besaku Tebal.  Salam. Hilal Achmar.