XIII. METASCIENCE KESADARAN

Tepi alam semesta berjarak1,23 x 10 pangkat 23 km dari tempat saya menulis posting ini. 10 pangkat 23 artinya angka satu dengan nol sebanyak 23. Itu berguna bagi kesadaran saya. Itu bukan hanya jarak ke tepi alam semesta, ada milyaran galaksi dan benda-benda langit lainnya. Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang, seperti anda dapat saksikan pada malam hari, Milky Way. Menurut besaran, manusia agaknya kecil sekali, atau, jika 7 milyar manusia dimampatkan berbentuk bola, masih sepermilyar titik dibandingkan besaran volume alam semesta. Nyata bahwa, penciptaan alam semesta, jauh lebih sukar dari penciptaan manusia. Galaksi, bintang, bisa dikatakan seperti manusia. Mereka dilahirkan, hidup, mempunyai cahaya sendiri, dewasa, tua, kemudian mati, tidak lagi mempunyai cahaya sendiri.

Kesadaran Akan Alam semesta.

Sebagai pembuka diatas, saya kira cukup untuk meningkatkan kesadaran kita,bahwa, semesta yang kita huni ini, penciptaannya lebih sukar dari penciptaan diri kita. Explorasi manusia terhadap alam semesta, akhirnya berujung pada explorasi manusia pada dirinya sendiri, bahwa dirinya kecil, dirinya bukan apa-apa, dirinya tidak berdaya dan sebagainya.

Kesadaran Akan Adanya Individu Lainnya.

Kesadaran akan adanya 6,5 menuju 7 milyar individu lain selain dirinya, menempatkan manusia berada pada relativitas yang tinggi. Anda kaya dan ganteng/cantik, kalau anda berada di Indonesia. Semakin kaya, dan semakin ganteng/cantik kalau anda pindah ke Benua Hitam Afrika yang miskin. Anda seketika akan jadi orang miskin kalau pindah ke New York atau Tokyo.

Yang memicu kesadaran, masih banyak lagi, seperti kesadaran akan Tuhan, kesadaran akan lingkungan, dan segala kesadaran yang membuat anda menjadi lebih sadar akan diri dan tempat diri anda dalam alam semesta. Kesadaran ini, mengantarkan anda pada aktualisasi diri, yang membuat kita menjadi manusia seutuhnya. Pembahasan lebih jauh, baiklah anda membaca buku-buku psikologi yang banyak beredar.

Yang menjadi bahasan kita adalah kesadaran menurut metascience. Misalnya, kalau kita mengetahui jarak tepi langit, dapatkah kita melintasinya? Kalau kita menyadari adanya Tuhan, dapatkah kita menjumpainya? Kalau kita menyadari adanya individu lainnya selain diri kita, apakah kita mengetahui mereka? Kalau anda berhasil mencapai gelar Prof. Dr., anda akan menjumpai manusia lainnya yang tidak seberuntung anda. Kalau setelah itu anda berharap menjadi kaya, dan kekayaan itu tidak datang-datang, segala usaha menjadi kaya gagal, anda akan menjumpai Tuhan anda. Ini adalah pesan, seperti saya katakan dalam posting saya yang lain.

Kesadaran akan adanya pesan pada saat gagal, setelah banyak mengorbankan uang, waktu, dan tenaga itulah yang selayaknya kita hindari. Maksudnya, kita jangan sering-sering gagal-lah. Yang saya ingin katakan adalah:

Sering-seringlah Menjumpai Tuhan Anda, Sebelum Tuhan Anda Memberi Pesan Bagi Anda.

Salam. Hilal Achmar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s