43. HIDUP DI DUNIA DALAM REAL TRUTH SCIENCE

Peta Yang Nyata Dan Tidak Nyatabenarnya

Peta hidup adalah peta yang dibuat oleh individu yang komponennya berasal dari:

1. Informasi dan pengalaman yang kita terima, sejak kita kecil, yang kemudian melekat dalam jiwa kita, baik pengalaman buruk atau baik menurut pandangan kita, yang menjadikan totalitas pengalaman itu mengintegral menjadi ‘diri kita’.  Dalam masalah sosial misalnya, jika individu mempunyai pengalaman berupa informasi bahwa asosial lebih baik dari makhluk sosial, maka akan terkesan individunya asosial, yang tidak mau bergaul.

2, Pengetahuan. Jika individu berasal dari keluarga lack of science, dan dia merasa baik-baik saja dengan kekurangan pengetahuannya itu, maka terkesan individu tersebut bodoh. Jika individu berasal dari keluarga berpengetahuan luas, maka individunya terkesan pandai.

3. Lingkungan Sosial. Jika individunya hidup dalam lingkungan sosial yang baik, saling bertoleransi, tolong menolong, hangat, terbuka, jujur, ikhlas, bersyukur, agamis, spiritualistis, maka individunya terkesan baik. Sebaliknya, jika individu hidup dalam lingkungan yang buruk, saling bersaing, tidak tolong menolong, tidak agamis, banyak perjudian dan hal-hal buruk lainnya, maka individunya akan terkesan buruk juga, karena individu, membuat peta dunianya sendiri-sendiri yang spesifik.

Saya kira cukup tiga saja, sebenarnya masih ada lagi, agama misalnya.
Yang saya ingin katakan adalah:

Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan, Dan Pengetahuan, Menjadi Elemen Peta Dunia Yang Dibuat Oleh Seorang Individu.

Dunia adalah totalitas hidup kita, dimana kita bertanggungjawab kepada diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dan tanggungjawab lainnya, sesuai dengan kapasitas diri kita. Kapasitas diri masing-masing individu berbeda. Orang kaya diberi kapasitas untuk menolong yang miskin. Orang berilmu diberi kapasitas untuk mengajar.

Kapasitas Diri Adalah, Pencapaian Individu Agar Individu Menjadi Berarti Dalam Hidupnya.

Dari kapasitas diri, maka individu menambahi peta hidupnya, dengan arah dan tujuan hidupnya. Orang kaya yang peduli, mempunyai peta yang nyatabenarnya. Orang kaya yang tidak peduli, mempunyai peta yang tidaknyata benarnya. Banyak juga individu yang petanya hanya mau menerima, tidak mau memberi.

Peta individu berada dalam alam bawah sadarnya. Itulah The Leader, yang menunjukkan arah, dan segala tindakannya. Namanya juga alam bawah sadar, peta itu tidak disadari. Saya menulis ini, bertujuan untuk, mengingatkan jangan sampai kita mempunyai peta realitas kehidupan yang tidak nyata benarnya.

Jadi, kita harus bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri, membuat peta realitas kehidupan yang benar, memberi informasi kepada keluarga dan lingkungan kita, sesuai dengan kapasitas diri yang kita capai. Bagaimana Meningkatkan kapasitas diri, akan saya posting nanti.

Hiduplah Dalam Real Truth Science, Agar Mendapat Peta Kehidupan Yang Nyatabenarnya. Anda Akan Disyukuri.

Jika anda sselalu mencari yang nyatabenarnya, anda akan menemukannya. Setelah anda menemukan, maka yang nyatabenarnya itu akan menjadi peta kehidupan anda, dan menuntun anda untuk meningkatkan kapasitas diri anda.

Selamat Membuat dan Membaca Peta. Hati-hati Jangan Nyasar … Hilal Achmar

06 juni 2012. 06.43

41. HIDUP BARU BERARTI SAAT KITA MENGENALI

Apa dan Siapa yang harus kita kenali? Apa saja yang berada dan berhubungan dengan kita. Maksud saya apa saja, ya semua. Contohnya, hidup baru berarti saat kita mengenali:

1. Diri sendiri: darimana berasal, mau kemana, apa tujuan hidup kita.

2. Keluarga/Orang Tua/adik/kakak : bagaimana kita harus bersikap.

3. Lingkungan.

4. Bumi Tempat Berpijak.

5. Semesta Tempat Bumi Diletakkan.

6. Pengetahuan Yang Tersedia.

7. Tuhan.

Ini adalah pembahasan yang panjang. Saya pernah menulisnya pada media yang lain lagi. Minimal manusia harus mengenali 7 point diatas, agar dirinya dapat berarti, apa yang harus ditindakinya dalam memberi kontribusi kepada yang lainnya diluar diri. Apakah anda sering memberi kontribusi pada 7 point diatas? Saya harap sering.

Sedikit Saja Kontribusi Anda Pada Apa Yang Seharusnya Anda Kenali, Anda Akan Disyukuri.

Anda dapat mencari perihal 7 point diatas, baik pada psikologi atau psikiatri, saya hanya menekankan, bahwa contibution action, akan lebih dihargai, yang membuat kita disyukuri.

Mengenali adalah langkah awal adanya kesadaran yang dalam, kesadaran, akan membimbing anda ke arah aktualisasi diri (Silakan Baca buku Abraham Maslow).

Aktualisasi akan membimbing anda menemukan Real Truth Science, yang pada akhirnya menuntun kita pada Real Truth Human Being.

Itulah dasar pemikiran saya, yang akan mulai kita bahas.

Salam NyataBenarnya. Hilal Achmar.Kamu kok ngasih salam aja ngga nyatabenarnya…..!

06 Juni 2012. 4:53

40. REALTRUTH SCIENCE

Ini posting saya yang ke 40, seperti kata orang Life Begins At Forty, maka, saya katakan, My Posting Begins At Forty. Dari nomor posting ke 40 inilah saya akan lebih serius, tidak lagi menggoda dengan metascience. Mulai sekarang, thema blog ini menjadi:

REALTRUTH SCIENCE

Mengapa? Bukankah saya selalu menulis pengetahuan yang nyatabenarnya, dan saya giring anda ke metascience, toh, juga tidak ada yang protes…. Pengetahuan yang nyatabenarnya kan lebih dekat terjemahannya menjadi REALTRUTH SCIENCE.

Bagaimana Saya Menyadari Adanya Realtruth Science

1. Adanya Perbedaan Budaya: Saya hidup di Jakarta sebagian, sebagian lagi di Yogyakarta, dimana dahulu, ilmu berkembang pesat. Saya melihat, perbedaan budaya Jakarta yang mengintegral dalam diri saya, menimbulkan pertentangan dengan budaya Jawa (Yogyakarta khususnya).  Saya berfikir budaya mana yang paling benar?

2. Adanya Perbedaan Suku/Suku Bangsa/Bangsa. Sampai sekarang masih menimbulkan pertentangan. Contoh: Ambillah budaya barat yang baik, yang tidak baik kita sensor. Maka, disensor/diblokirlah banyak situs di internet, dan mediamasa yang tidak bisa di akses di berbagai negara belahan timur.

3. Adanya perbedaan informasi yang diterima oleh individu, yang kemudian mengintegral dalam dirinya, sehingga seorang individu dapat terlihat: sebagai orang yang: kaku, tegas, agamis, individual, sosial, egois, pelit, royal, baik hati, pemarah, pendendam dlsb, dalam bahasa ucap.

4. Adanya perbedaan pendidikan. Ada yang tinggi, sedang dan rendah.

5. Adanya perbedaan kultur dalam keluarga.

6. Adanya perbedaan Gen.

7. Adanya perbedaan perlakuan dalam keluarga dan masyarakat.

Dan masih banyak perbedaan lainnya, yang menyebabkan, tiap individu sangat specifik dalam mengkompilasi informasi ilmu yang didapatkan dan mengintegralkannya dalam diri dan kehidupannya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

Apakah Ada Ilmu Pengetahuan Yang Nyatabenarnya, Agar Individu Tidak Salah Dalam Mengintegralkan Ilmu Dalam Diri Dan Kehidupannya?

Saya fikir ada! Kalaupun saat itu belum saya temukan, saya akan mencarinya. Sekitar tahun 1974, Bapak saya mengenalkan saya tentang adanya ‘Pengetahuan Yang Nyatabenarnya’, yang dicari dengan cara transendental. Pada saat itu, saya boleh dibilang masih ‘kecil’, tetapi saya bertekad untuk mencarinya, walaupun dengan cara transendental! Dan, memang pada awalnya, saya berusaha keras mencarinya dengan cara spiritual transendental. Dan mulailah saya hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia spiritual.Cara saya mencarinya:

1. Bapak Saya Melarang Saya Menjadi Hakim.

Belakangan saya baru tahu maksudnya, bahwa dalam memandang kebenaran, saya tidak boleh dibayar. Beliau takut, otoritas yang membayar saya, membelokkan saya dari kebenaran, integritas saya melemah. Beliau menginginkan, saya merdeka mencari sendiri pengetahuan yang nyatabenarnya. Maka, segala ilmu dan lintas ilmu yang saya pelajari, saya simpulkan benar tidaknya secara didaktis.

2. Mengelola Waktu Jeda Dengan Kegiatan Transendental.

Teknik saya menuju trancendence adalah, saya mengosongkan fikiran, sehingga saya tidak berfikir, dan mengosongkan rasa, sehingga tidak berperasaan apapun. Itu adalah Zero/Empty Condition. Pada awalnya, saya sering melakukannya saat relax di kamar tidur saya, kemudian, saya dapat melakukannya di mall, di cafe, saat jeda kerja dlsb.

3. Apa Gunanya Kegiatan Transendental?

Kalau gelas sudah penuh air, apakah dapat menerima sejumlah volume air yang dituangkan padanya? Tidak, air akan tumpah, dan volume air tidak bertambah dalam gelas, karena, gelas itu ‘sudah penuh’. Kalau gelas itu kita kosongkan, maka ia dapat menerima sejumlah volume air, sesuai dengan kapasitasnya. Walaupun tidak sepenuhnya benar, dapat saya analogikan: kalau fikiran kita sudah penuh, apakah masih dapat menerima informasi baru? Kalau fikiran anda sudah penuh, apalagi dengan berbagai persoalan dunia, apakah fikiran anda masih dapat me-receive informasi yang benar yang di-transmitter-kan ke anda? Tentu tidak. Pada saat saya melakukan kegiatan transendental, artinya saya memberi ruang dan waktu bagi ilmu dan informasi yang nyatabenarnya.

4. Apa Akibat Informasi Yang Tidak Nyata Benarnya Bagi Diri Dan Kehidupan Anda?

Informasi yang tidak nyatabenarnya, seperti virus di software atau otak/hardisk komputer. Misalnya komputer kita disusupi virus, yang menyebabkan kalau kita start, dia kembali restart….terus…. melelahkan! Tidak ada henti-hentinya restart…………

Begitu juga informasi yang tidak benar yang masuk dalam otak kita, seperti virus, kita akan memikir ulang informasi itu bolak-balik, tidak ada henti-hentinya, restart…. terus…..

Misalnya: anda diberi informasi yang tidak nyatabenarnya: sukses itu tidak harus menjadi kaya, punya helikopter, limousine, istana, dsb. Otak anda nanti seperti disusupi virus. Anda akan berfikir ulang terus: Apa benar sukses itu tidak harus menjadi kaya, punya helikopter, limousine, istana….? Mengapa saya katakan ilmu yang tidak nyatabenarnya seperti virus dalam otak anda? Setelah saya pelajari, ternyata orang-orang yang menderita gangguan jiwa, schizophrenia, bahkan gila, karena mereka mengintegrasikan dan mengkompilasikan pengetahuan yang tidak nyatabenarnya, sehingga mereka berfikir ulang terus, dan mengakibatkan kelelahan psikologis yang mendalam. Itu pendapat baru saya tentang Psikiatri.

5. Apa Gunanya Pengetahuan Yang Nyatabenarnya?

Pasti anda sudah tahu, jika membaca beberapa posting dalam blog saya.

6. Apakah Pengetahuan Yang Nyatabenarnya Spesifik Pada Individu?

Ya, spesifik pada tiap individu. Tidak sama pemahaman antar individu yang satu dan individu lainnya dalam menyerap pengetahuan yang nyatabenarnya, bergantung dari kadar ilmu dasar yang pernah dipelajarinya. Tetapi, cara mendapatkannya sama, dan teknik problem solving-nya juga sama. Kita disini, sedang mempelajari yang sama. Hasil yang didapatkan masing-masing kita, dapat berbeda. Semuanya akan menyehat-sejahterakan kita.

7.  Jika Ada Comment, Hal Baru, Atau Pertanyaan, Sedang Anda Enggan Berkomentar Disini, Anda dapat BBM saya. PIN: 27D08432

Salam. Hilal Achmar.

June 05, 2012. 17.43.

39. HILAL ACHMAR

Notice
If you want to invite Hilal Achmar as a Speaker Of Definitely True Knowledge, please do not hesitate to contact me.
Hilal Achmar
Ph: 0813 156 966 76 SMS ONLY!
Please SMS only, and please understand, I can not receive calls, due to my duties as speaker. My staff will call you back soon.
Thank you. Hilal Achmar

38. LINEAGE: GENERASI LALU DAN NANTI

Apakah anda pernah peduli dengan generasi lalu sebelum anda dan generasi nanti setelah anda?

Kalau anda jawab ya, sebenarnya, tidak nyatabenarnya anda peduli. Apakah anda mengetahui, apa yang generasi LALU kerjakan, dan apa kira-kira generasi NANTI akan kerjakan? Boro-boro menetahui generasi LALU! Apa yang generasi KINI kerjakan saja, tidak sepenuhnya anda ketahui bukan?

Apa Yang Dikerjakan Generasi Lalu? Generasi Lalu memberikan kita informasi agar kita hidup lebih mudah dan lebih nyaman!

Dengan apa? Dengan ilmu! Sayangnya belum dipilih, mana yang nyatabenarnya. Kalau dipilah sudah inilah pilahannya:

1. Ilmu Alam: Fisika, kimia, bumi. 2. Ilmu Kehidupan: Biologi, Zoology, Botany, Human Biology. 3. Ilmu-ilmu sosial. 4. Ilmu Aplikasi: Teori keputusan, matematika, logika, statistik, system dan komputer. dan 5. Ilmu Terapan.

Pembagian itu baik, apakah anda tahu, dimana diletakkan ilmu pengetahuan yang nyatabenarnya sebagai cabang ilmu baru dari pilahan ilmu di atas? Kalau begitu taruh saja di no.5. Atau, buat saja yang baru no.6. Pengetahuan Yang Nyatabenarnya. Intinya, saya berharap, semua teman yang membaca blog ini, menjadi kelompok awal orang-orang yang mengembangkan ilmu yang nyatabenarnya ini. Kembali lagi, yang dikerjakan generasi lalu adalah memberi informasi untuk generasi setelah mereka.

Apa Yang Dikerjakan Generasi Kini?

Generasi kini mengerjakan perihal informasi: mengumpulkan, memilih, memilah, mengolah, memberi, dan menerima informasi. Makanya eranya disebut Era Informasi. Generasi kini menerima informasi dari ilmu pengetahuan yang saya catat diatas, diolah dlsb, agar generasi kini hidup lebih mudah dan nyaman. Kalau ilmu murni terlalu susah ya.., baik yang mudah saja: kita tidak usah lagi sulit-sulit memikirkan cara membangun rumah, bertani, berbisnis, membuat mesin alat dapur, pertanian, mobil, tv, komputer, dlsb, karena kita telah diwariskan informasi itu! Anda ingin menjadi juragan: mobil seperti Honda? Atau Properti seperti Donald Trump? Atau Hotel seperti keluarga Hilton? Ngaku saja tidak bisa! Kita harus mengakui kehebatan informasi dan kehidupan mereka. Saya mengakui kehebatan mereka! Saya mengakui orang-orang yang hebat, karena, anak mereka akan hidup satu generasi dengan anak saya, dan dengan anak anda! Kalau anda membenci orang hebat, tidak mengakui keunggulannya, bagaimana bisa slogan ini berhasil: Satu Bumi Satu Umat Manusia.

One Earth One Human Being!

Keluarga kami mencatat, darimana asal kami, apa yang dikerjakan kakek moyang kami, dan apa yang dikerjakan generasi keluarga kami kini, dan informasi apa yang akan kami berikan pada generasi nanti, bukan hanya keluarga kami saja. Pengetahuan yang nyata benarnya adalah informasi, yang coba saya ulas secara umum bagi semua generasi kini dan nanti (kalau mau..)

Anda mungkin dapat mempelajari informasi apa yang terlupa dari moyang anda pada generasi lalu. Saya sarankan anda mulai mencarinya pada website Rodovid.org. Saya menulis informasi tentang lineage/asal-usul jalur keturunan saya pada website tersebut. Inilah asal usul keturunan saya, dan, tulisan saya itu yang terpanjang dari tulisan orang Indonesia yang ada. Tulisan saya telah diambil alih oleh rodovid.org, karena memberi informasi terlengkap tentang jalur keturunan lainnya. inilah asal usul saya, yang saya ambil dari:

http://id.rodovid.org/wk/Orang:354605

Karena panjang, maka akan saya tulis di posting saya No 39. HILAL ACHMAR LINEAGE.

Salam Antar Generasi. Hilal Achmar

03 June 2012 21.20.

37. BERSYUKUR

Apakah Anda Pernah Bersyukur Dan Meminta Orang Untuk Bersyukur?

Rasa-rasanya semua orang pernah bersyukur, tingkat kemudian pernah juga meminta orang untuk bersyukur, tingkat lanjutnya adalah, merasa diri penuh syukur, sehingga merasa orang lain tidak bersyukur, sebersyukurnya seorang individu. Ini sih biasa saja, dan mudah ditebak larinya ya, kan kita sekarang sedang mendalami pengetahuan yang nyatabenarnya…….

Apakah Ini Caranya Bersyukur?

1. Benar-benar mengucap syukur dengan lidah. Semua orang bisa, karena mudah, dan gratis, artinya   tidak mengeluarkan uang atau biaya apapun. Semua orang mudah mengucapkan Puji Tuhan atau Segala Puji Bagi Tuhan.

2. Meyakini bahwa dirinya benar-benar telah bersyukur. Yang ini susah tapi tetap gratis! Contohnya, anda pulang pergi kantor naik mobil. Tapi, berapa ribu kali anda ngomel dalam hati sepanjang kemacetan…..

3. Berbagi dari apa yang disyukuri. Yang ini paling susah, sebab bayar! Pada saat beli mobil baru, anda bersyukur bukan? Tetapi berbagi apa yang anda syukuri, misalnya mengajak orang komplex anda untuk bersama anda berangkat kerja, wah susah kali yaaa….. Juga apakah sebagian rizki anda untuk janda? Untuk Anak Terlantar/Yatim? Dll? Mungkin anda fikir, bayar lagi….. bayar lagi….. Yang saya ingin katakan adalah:

Bersyukur Itu Bukan Hanya Di Lidah Saja.

Mengapa orang banyak mengelak mengerjakan cara bersyukur yang no.2 dan 3 diatas? Karena manusia tidak benar-benar mengerti, gunanya bersyukur. Dibawah ini saya copy paste dari akun twitter saya tertanggal 18 Nov 2010:

Hilal achmar ‏@hilalachmar

Jalan tercepat untuk hasil yang luar biasa, saya dapatkan dari jalur memberi, kemudian baru dari jalur mencari.

Anda yang senang membahas pengetahuan yang nyatabenarnya, saya yakin mengerti apa yang saya Tweet itu. Juga teman yang selalu datang ke rumah saya untuk berdiskusi, atau saya mengunjungi mereka.

Apa Gunanya Bersyukur?

Apakah anda benar-benar mengetahui gunanya bersyukur? Kalau anda tidak tahu gunanya, jadi buat apa anda bersyukur? Semenjak anda bersyukur, apa keuntungannya bagi anda?

Bersyukur Dan Marah Beserta Kawan-kawannya Tidak Dapat Berdampingan!

Bukankah marah, dengki, iri, cemburu, berkawan dalam hati? Bagaimana bisa, anda menilai diri anda penuh syukur sekarang………

Saya katakan dari yang nyatabenarnya:

Tidak Seorangpun Manusia Mengetahui Caranya Bersyukur.

Apakah Anda Benar-Benar Mengerti Caranya Bersyukur?

Cara bersyukur spesifik pada tiap makhluk. Guna bersyukur adalah Universal.

Kegunaan Utama Bersyukur Adalah: Agar Kita Disyukuri!

Pernah dengar dan membaca statement seperti itu? Tentu tidak. Kata disyukuri dalam bahasa Indonesia ucap hampir tidak pernah di dengar. Paling juga dialek Jakarta: Sukurin kamu kehujanan!, konotasinya negatif. Disyukuri yang saya tulis berkonotasi positif.

Salam. Hilal Achmar

02 Juni 2012.

 

 

 

 

 

 

36. KESUKSESAN

Apakah anda telah sukses? Apakah seluruh manusia yang masih hidup di dunia ini telah sukses? Masa sih, manusia yang masih clingak-clinguk mencari kehidupan, anda katakan sukses?! Yang akan saya tanyakan kepada anda adalah:

Apakah Anda Mengetahui Kriteria Sukses Untuk Diri Anda?

Jika akan menilai sesuatu, bukankah anda harus mempunyai kriterianya dahulu? Apakah sukses itu kaya, punya istri/suami cantik/ganteng, atau berhasil lahir ke dunia? Kalau itu bukan, maka saya akan tanyakan lagi:

Menurut Anda, Bagaimana Kondisi Manusia Yang Bisa Dikatakan Sukses?

Fakta Golongan Pertama di dunia ini: Orang kaya, sehat, cantik, ganteng, kehidupannya baik, tingkahlakunya baik, pekerjaannya baik dlsb yang baik dan menyenangkan mata dan matahati, dikatakan sukses.

Fakta Golongan Kedua di dunia ini: Ada saja orang yang tidak mau mengakui kesuksesan orang lain, seperti orang yang kaya, sehat, cantik, ganteng, kehidupannya baik, tingkahlakunya baik, pekerjaannya baik dlsb itu!

Anda Pilih Golongan Mana?

Saya memilih golongan pertama. Itulah antusiasme, toh, pilihan saya tidak merugikan apapun bagi diri saya, dan bukan bagian dari pengetahuan yang nyatabenarnya. Kalau anda bertanya, apakah saya telah sukses, saya akan menjawab dengan tegas bahwa:

Saya Belum Sukses Dan Tidak Pernah Merasa Sudah Sukses.

Alasan saya:

1. Cipta, Rasa Dan Karya Saya Belum Selesai. Saya Hanya Sedang Mengisi Ruang-Waktu Bagi Generasi Saya.

Siapapun yang hadir di dunia ini sekarang, percuma saja, kalau seumur hidupnya….. (teruskan saja sendiri ya….)

2. Bimbingan Untuk Generasi Penerus Generasi Sekarang Belum Selesai.

Pernahkah anda berfikir sekali saja tentang generasi penerus anda? Bukan hanya anak anda, yang saya maksudkan adalah: semua manusia sebagai generasi penerus generasi anda. Tidak bagus juga misalnya, jika anak saya baik, sedang generasi anak saya nanti menjadi generasi yang lebih jelek dari generasi sekarang. Apakah anda sebagai orang tua telah berfikir satu generasi saja di depan anda nanti…..

Jadi, dari dua alasan saya di atas, bukankah tidak ada gunanya menilai generasi manusia sekarang ini?

Masalah hidup di dunia, bukan hanya melulu masalah anda, anak-istri-suami-adik-kakak-orang tua dan sodara-sodara anda saja. Masalah di dunia adalah Universal, bagaimana anda mempersiapkan The Better Next Generation, The Better World, The Better Life, Better Skill, dan Better-better yang lain.

Oleh karena itulah, saya berusaha menemukan jalur ilmu baru ialah: Pengetahuan Yang Nyatabenarnya, sebagai sekelumit sumbangan saya untuk The Next Generation. Bukan untuk anda, anda sudah telaaaatttt jauuuuhhhhh… Untuk anak-anak anda dan untuk seluruh generasi penerus anda. Anda dapat membimbing mereka semenjak sekarang. Kalau anda mau! Bagi saya kesuksesan adalah universal.

Manusia Yang Sukses Adalah Manusia Yang Dapat Membimbing Generasi Setelahnya, Menjadi Generasi Yang Lebih Baik Dari Generasi Dimana Dirinya Hidup.

June 02 2012.

Salam Sukses. Sudah Sukses Kok Kirim Salam Saja Tidak Mauuuuuu…….Hilal Achmar

35. BINTANG PEMBIMBING

Semasa saya kecil dan remaja, saya fikir, Bintang Pembimbing saya adalah Pengetahuan. Maksud saya adalah, saya mencintai pengetahuan lebih dari segalanya. Pada saat saya remaja, saya tidak mencintai gadis sampai saya tidak dapat tidur misalnya. Saya mencintai pengetahuan, sampai saya tidak dapat tidur, karena saya ingin cepat-cepat menguasainya. Lalu saya menemukan hukum:

Jika Individu Mencintai Pengetahuan, Maka Pengetahuan Akan Mencintainya

Maksudnya adalah: Jika anda mencintai pengetahuan, maka pengetahuan itu akan datang melimpahi anda, sehingga, pengetahuan anda dalam kuantitas dan kualitas yang cukup untuk hidup.

Ada juga individu, yang Bintang Pembimbingnya pada saat remaja adalah cinta. Jadi, dorongan untuk tumbuh kembang itu, adalah cinta, baru pada saat dewasa adalah pengetahuan. Saya kebalikannya, baru pada saat awal dewasalah, Bintang Pembimbing saya adalah cinta. Semua jalur tidak ada masalah.

Yang Bermasalah Adalah: Jika Anda Tidak Mempunyai Bintang Pembimbing!

Saat anda dewasa, cinta tidak lagi menjadi prioritas utama yang menjadi Bintang Pembimbing anda. Kalau saat dewasa, anda masih mengikuti rasa cinta sebagai Bintang Pembimbing anda, maka anda akan kehilangan akal nalar anda untuk:

1. Memilih Pasangan Anda. 2. Memilih Cara Hidup Anda. 3. Memilih Pekerjaan Anda. Dlsb.

Yang saya ingin katakan adalah:

Pengetahuanlah Yang Akan Menjadi Bintang Pembimbing Anda Ketika Anda Mulai Beranjak Dewasa.

Begitulah saya hidup, karena orang tua saya berpesan, bahwa sesiapa yang tidak berpengetahuan, akan dilindas oleh zaman. Sekarang saya mengerti benar, mengapa orang tua saya memberikan saya buku, sampai saya tidak punya lagi waktu, untuk bermain bersamamu, temanku, waktu kita sekolah dulu………..

Salam Sok Tahu. Hilal Achmar

01 Juni 2012. 11.37

34. SIAPAKAH YANG MEMBIMBING ANDA KETIKA ANDA TUA?

34. SIAPAKAH YANG MEMBIMBING ANDA KETIKA ANDA TUA?

Kalau anda sudah tua, usia sudah 60 tahun, kedua orang tua sudah tiada lagi, kira-kira saja, siapa yang membimbing anda? Saya kira, hampir tidak ada lagi manusia yang akan membimbing seorang manusia berusia 60 tahun, yang sudah banyak pengalaman dalam menjalani hidup ini. Kalau yang akan memberitahu/membimbing anda umurnya kurang dari 60 tahun, nanti anda tersinggung…. kalau yang berusia diatas 60 tahun, yah, sudah sama-sama tua, sudah saling bertoleransi jika ada kekurangan pada masing-masing diri. Pertanyaan saya adalah:

1. Siapa yang mengingatkan anda kalau anda ‘keluar dari jalan yang benar”?

2. Apakah pada usia 60 tahun anda masih mau mendengar nasehat orang lain?.

3. Bagaimanakah kiranya, kalau anda berusia 60 tahun, ternyata anda ‘berada pada jalan yang salah?.

Kerugian itu adanya di usia tua. Pada usia muda, acapkali, kerugian bagi kita, kita anggap sebagai suatu keuntungan. Pada usia tua, tidak serta-merta manusia menyadari bahwa dirinya untung, apalagi, kalau dirinya rugi.

Salam. Hilal Achmar.

31 May 2012, Usai Ultah Adik Saya No.3

34. SIAPAKAH YANG MEMBIMBING ANDA KETIKA ANDA TUA?

34. SIAPAKAH YANG MEMBIMBING ANDA KETIKA ANDA TUA?

Kalau anda sudah tua, usia sudah 60 tahun, kedua orang tua sudah tiada lagi, kira-kira saja, siapa yang membimbing anda? Saya kira, hampir tidak ada lagi manusia yang akan membimbing seorang manusia berusia 60 tahun, yang sudah banyak pengalaman dalam menjalani hidup ini. Kalau yang akan memberitahu/membimbing anda umurnya kurang dari 60 tahun, nanti anda tersinggung…. kalau yang berusia diatas 60 tahun, yah, sudah sama-sama tua, sudah saling bertoleransi jika ada kekurangan pada masing-masing diri. Pertanyaan saya adalah:

1. Siapa yang mengingatkan anda kalau anda ‘keluar dari jalan yang benar”?

2. Apakah pada usia 60 tahun anda masih mau mendengar nasehat orang lain?.

3. Bagaimanakah kiranya, kalau anda berusia 60 tahun, ternyata anda ‘berada pada jalan yang salah?.

Kerugian itu adanya di usia tua. Pada usia muda, acapkali, kerugian bagi kita, kita anggap sebagai suatu keuntungan. Pada usia tua, tidak serta-merta manusia menyadari bahwa dirinya untung, apalagi, kalau dirinya rugi.

Belajar Terus, Sampai Untung….. Salam. Hilal Achmar.

31 May 2012, Usai Ultah Adik Saya No.3

 

33. CARA SEDERHANA MENCARI PENGETAHUAN YANG NYATA

Pengetahuan yang nyatabenarnya, sering saya dapatkan dari kawan duduk saya, entah di kendaraan umum, di resto, atau dimana saja saya duduk bersama dengan individu lainnya, baik saya kenal, maupun tidak, atau, malah berlagak saja kenal, walaupun pada dasarnya ‘saya tidak kenal’.

Sudah saya bahas di blog terdahulu, bahwa saya mempercayai, individu dapat teraktualisasi pada usia 40 tahun. Oleh karenanya, saya sering bertanya pada kawan duduk saya, apa pesan dari ayah/ibunya ( yang pasti sudah mencapai usia lebih dari 40 tahun!), yang selalu diingatnya, karena, mungkin, pesan itu adalah pengetahuan yang nyatabenarnya dan sangat berharga.

Hari ini, Minggu 27 May 2012, saya mempunyai beberapa kawan duduk di Margo City, Depok, pada suatu acara ultah. Maka saya, seperti kebiasaan saya, setelah basa-basi, saya bertanya kepada seorang teman duduk di sebelah kanan saya, pertanyaan yang sering saya ajukan sejak mahasiswa, demi mendapat ilmu yang nyatabenarnya. Salah satu bentuk pertanyaan itu adalah:

“Adakah pesan dari orang tua yang selalu kamu ingat?” Kawan itu mengatakan banyak. Saya memintanya untuk memberitahu saya. Dia mengatakan bahwa orang tuanya berpesan,

Untuk Menerima Apa Yang Dia Dapat Dan Kemudian Bersyukur Atas Apa Yang Telah Dia Dapatkan.

Seketika itu juga saya meminta izinnya untuk membagi pesan itu, dan pembicaraan lainnya di blog saya, karena pesan itu adalah pengetahuan yang nyatabenarnya, yang berhubungan dengan upload terakhir saya yang ke 32 yang berjudul : 32. TINGKAHLAKU DAN KELAYAKAN KEHIDUPAN.

Sayangnya, kawan duduk di depan saya, ketika saya bertanya pertanyaan yang sama dengan kawan duduk di sebelah kanan saya, hanya menjawab: Itu untuk diri saya sendiri, orang lain tidak boleh tahu. Andainya pesan itu adalah ilmu pengetahuan yang nyatabenarnya, sayang sekali saya tidak mendapatkannya dan menyebar-luaskannya.

Mengapa pesan: Untuk Menerima Apa Yang Dia Dapat Dan Kemudian Bersyukur Atas Apa Yang Telah Dia Dapatkan, adalah pengetahuan yang nyatabenarnya? Karena:

  1. Menerima apa yang kita dapatkan: Lihat pembahasan saya pada blog no 32. TINGKAHLAKU DAN KELAYAKAN KEHIDUPAN.
  2. Yang no 2, anda fikirkan sendiri ya… Soalnya, kalau anda tidak berfikir, nanti anda dibilang tidak punya fikiran….Hahahaha… Biarlah saya tulis saja sekalian yang no.2: Bersyukur atas apa yang kita dapatkan. Patutkah saya bersyukur atas apa yang saya dapatkan? Tentu. Saya mendapat rumah warisan, mendapat waktu, tenaga, fikiran, bimbingan dan dana secara gratis dari orang tua saya dalam rangka menumbuh-kembangkan saya. Jadi, bukankah kita patut selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan? Ayoooo…. Kooorrr…..  Jawab saja: Yaaa……. Tidak usah difikir lageeeee..

Pengetahuan yang nyatabenarnya, sering saya dapatkan dengan cara yang sangat sederhana, dari orang-orang bersahaja, yang membagi pengetahuannya, seperti kawan duduk di sebelah kanan saya, yang baru saja saya mengenal namanya. Dahulu sekali, dia kawan sekolah saya, tetapi faktanya, dahulu sekali, saya tidak pernah berkomunikasi satu kata, bahkan satu hurufpun kepadanya. Tetapi, faktanya juga, saya malah ’mendengar paling banyak darinya”.

Saya ingin bertanya kepada anda, darimana anda mendapat pengetahuan? Dari buku? Apa anda rajin ke toko buku dan membeli buku! Dari Internet? Apa anda fokus mencarinya…. dari sekolah? Apakah anda serius menuntut ilmu….. Yang nyatabenarnya bagi saya, pengetahuan tambahan itu dapat berasal dari individu lainnya, yang mempunyai ilmu yang nyatabenarnya.

Tulisan ini, saya didikasikan kepada semua individu yang saya kenal maupun tidak, yang sering dalam waktu singkat, memberi saya pengetahuan yang nyatabenarnya, yang saya tidak pernah mendapatkannya secara formal di sekolah.

Sambil Tertawa, Mendapat Ilmu Yang Nyata

Adik saya serumah, semuanya 3, semuanya wanita. Mereka berbincang:

A: Enak ya Pacaran sama si A, Ortunya punya Bank.

B: So Pasti…..Tajir banget, uangnya banyaaakkkkk….

Bapak Saya : Pacaran saja sama bapaknya Si A….. pasti uangnya lebih banyak lagi…..

Anak-anaknya terbahak berjamaah: Hahahahahahaaaaa……

Anda tidak usah tertawa…. dah telaaatttt tauuuuu……. itu sekira 30 tahun yang lalu!

Upload saya selanjutnya:

34. SIAPAKAH YANG MEMBIMBING ANDA KETIKA ANDA TUA?

Selamat bertanya-tanya, bertanya-tanya agar selamat……..Slamet jangan terus nanya dooonggg……. capek saya Hahahaha……… Dah Slamet kok masih nanya……….

Salam.Hilal Achmar

27 May 2012. 10:49

32. TINGKAHLAKU DAN KELAYAKAN KEHIDUPAN

Kita telah membahas tentang tingkahlaku, sekarang, saya akan mengatakan bahwa kelayakan hidup seorang individu, berbanding lurus dengan tingkahlaku individu tersebut. Saya bertanya kepada anda: Apakah anda layak menjadi seorang pemilik perusahaan multinasional? Pasti anda terkejut dengan pertanyaan saya itu. Mungkin dengan sangat yakin anda akan menjawab:

1. Layak! Kalau memang anda telah memiliki perusahaan tersebut. 2. Tidak layak! Kalau memang anda belum memiliki perusahaan tersebut.

Yang saya ingin katakan adalah: Manusia mencapai puncak kondisi hidupnya, selayak dengan tingkahlaku dan ilmunya.

Kalau seorang individu belum terkenal, belum punya perusahaan besar dan penghasilan besar, itu karena dia belum layak mencapai kondisi itu dalam kehidupannya. Apa penyebabnya?

1. Kekurangan tingkahlaku yang baik. 2. Kekurangan Ilmu Pengetahuan. 3. Kekurangan prakondisi yang mengantarnya ke kondisi tersebut. Jadi kalau anda punya pacar/istri/suami/pekerjaan yang sekarang ini, ya…. selayaknya anda memang begitu. Jadi, anda jangan sering marah pacar/istri/suami/pekerjaan anda yang sekarang, itu sudah yang terbaik bagi anda.

Tukang yang buruk selalu menyalahkan alatnya. Orang yang buruk selalu menyalahkan lingkungannya.

12 May 2012. Ulangtahun ke 17. Salam Hidup Layak. Hilal Achmar

31. MANUSIA TERNYATA TIDAK LOGIS

Ya, dari seluruh tindak dan tandukannya, ternyata manusia tidak logis. Memang, banyak ahli yang mengklaim, atau konselor yang memerintahkan agar, kita menyelesaikan masalah dengan logis, dengan merumuskan masalah dengan logis juga. Lucunya, sang konselor itu termasuk manusia yang tidak logis juga! Anda teliti saja secara sepintas kilat, advisor, konselor, penasihat keuangan, saya pastikan mereka tidak logis juga. Karena apa?

Pada Dasarnya Manusia Memang Bodoh!

Nah! Kalau begitu, apa masih adakah manusia yang berani mengaku pintar sekarang!? Sekarang yang mengaku pintar saya tanya, atau kepada seluruh manusia: Apakah anda sudah merasa puas dengan Pekerjaan, Gaji, Sekolah  Nilai, Rumah, Pergaulan, Keuangan dan Pasangan Anda?

Kalau Anda Pintar Pada Dasarnya, Anda Tidak Akan Menjadi Diri Anda Yang Sekarang!

Justru! Manusia umumnya, atau kita khususnya, dulunya bodoh, maka kita menjadi manusia yang: Yah… sekarang begini ini… Kalau dulu anda pintar pada dasarnya, masa sih anda jadi diri anda yang sekarang ini …. Benar kan..? Hayo semua… mengakulah bahwa kita……. Stupid yang suka pakai sandal jepit. Bukankah kehidupan anda yang sekarang ini, akibat dari tidak logisnya anda? Yang ingin saya katakan adalah:

Manusia Ternyata Tidak Logis!

Sudah. Sekian saja. Dipanjangkan juga percuma, sebab, anda tidak logis…..  Yang menulis posting ini, saya, ternyata tidak logis! Apalagi anda! Pusiiiingggg……..

Selamat Melogis-logiskan Diri. Salam Dari Saya Yang Mulai Logis. Hilal Achmar.

28 Juli 11. 09.56.

28. METASCIENCE: METAMANUSIA

Sebenarnya kita semua adalah manusia yang meta atau katakan saja metamanusia. Sayangnya, tidak semua manusia mau mengakui, bahwa dirinya adalah metamanusia, yang terdiri dari 2 bagian besar: Raga dan Sukma. Kalau kita mengakui adanya meta dalam bentuk sukma dalam diri kita, untuk mempelajari dan mengerti tentang sukmadiri, apakah dapat dipelajari dengan science? Ya, satu bagian, bagian tingkahlakunya. Satu bagian yang lain, hakikatnya, tidak bisa dipelajari dengan science, maka, metascience memberi jalan untuk mempelajari hakikat sukma. Saya akan memberikan ilustrasi: Mempelajari tingkahlaku makan untuk jamuan makan malam resmi pada syukuran teman yang menjadi profesor, tentu anda akan mematut pakaian apa yang harus anda kenakan, dimana anda harus meletakkan tas, bagaimana selayaknya mempergunakan sendok-garpu-pisau, dan bagaimana cara mengunyah yang sopan, adalah tingkahlaku makan. Sedangkan hakikat makan adalah: Untuk Hidup!

Sekarang, kalau kita mempelajari manusia, kita mempelajari tingkahlaku raganya, tindakannya, ideanya, yang bisa kita ‘lihat’ dan eksplorasi. Sedangkan hakikat manusia adalah: Sukmanya! Maka, ada ahli yang mengatakan, bahwa kita adalah Manusia Langit (keren juga ya..).

Kita di Indonesia, hidup & berkehidupan dengan (secara tidak sadar), menganalisa tindakan kita sebelum bertindak, apakah tingkahlaku kita sesuai dengan ajaran spiritual yang meta. Misalnya, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua, atau orang yang lebih mempunyai jabatan, kekuasaan dan kaya, untuk tidak menyinggung ‘ketuaannya’ atau ‘kekayaannya’ otomatis, kita bertingkahlaku sopan dalam berbicara. Artinya apa?

Masyarakat Timur Lebih Mengedepankan Sukma Dari Raga, Walaupun Belum Sepenuhnya Disadari.

Sayangnya, tingkahlaku yang baik itu, tidak sepenuhnya disadari.Apa yang anda fikirkan sehari-hari? Bekerja, mencapai karir yang anda inginkan, mempunyai uang banyak, berharap hari per-hari anda mendapatkan keberuntungan, membangun rumah yang nyaman. Orang tua menganggap anda sedang mengembangkan diri. Rupanya, definisi ilmu pengembangan diri, telah sedikit bergeser artinya dalam masyarakat kita.

Menurut Saya, Pengembangan Diri Lebih Tertuju Untuk Sukma

Dalam mengembangkan kelayakan kehidupan kita, kita tidak boleh lupa mengembangkan sukma kita. Saya ingin bertanya, jika anda telah mengembangkan kehidupan, sehingga anda telah diindisikan makmur, dengan indikator yang ada dalam lingkungan anda, seberapa maju anda telah mengembangkan sukma anda? Darimana indikatornya? Semuanya hanya anda yang tahu, baik perkembangan sukma anda maupun indikatornya. Dan itu bergantung seberapa banyak anda mempunyai referensi, kevalidan referensi, dan arah pengembangan yang ditunjukkan oleh referensi anda tersebut.

Dalam Perkembangannya, Kala Semakin Tua, Raga Semakin Renta, Sedangkan Sukma Semakin Bijaksana.

Pada akhirnya, raga akan semakin tua renta tidak berdaya, sukma semakin pikun dan pelupa. Inilah yang manusia selalu ingin mencegahnya, selalu ingin lari dari tuarenta tak berdaya.  Untuk mengetahui apakah referensi anda valid tentang pengembangan sukma dan memberi arah yang benar, kalau telah tuarenta, dan ingin mengetahui apakah sukma anda telah bijaksana atau belum, apakah indikatornya?

Mengingat Kematian! Yang Manusia Selalu Lari Darinya!

Dari uraian diatas, yang ingin saya katakan adalah, benar bahwasanya manusia ada yang menjalankan kehidupan spiritual dalam tingkahlakunya, tetapi, kehidupan spiritual itu tidak sepenuhnya disadari, timbul akibat refleks tingkahlaku, yang pernah dilakukan ribuan kali. Atau yang semakna, tingkahlaku yang bersifat spiritual itu, lebih berasal dari akal logika atau meniru tingkahlaku individu/masyarakat, daripada berasal dari sukma, yang memujud dalam akalnalarbudi. Ilustrasinya adalah: Anda meniru hidangan sirloin steak dari resto bintang lima. Cara menyajikan dan cutting dagingnya telah benar. Tapi rasanya: Tidak karuan. Bahkan: Tidak karu-karuan…… Yang saya ingin katakan adalah:

Duplikasi Tingkah Laku, Tidak Ada Manfaatnya Dalam Perkembangan Sukma! Perkembangan Sukma Hanya Dapat Dilakukan Dengan Memberi Tahu Sukma Tentang Tingkahlaku Yang Nyatabenarnya!

Itu salah satu kritikan tentang behaviourisme. Oh, bukan. Behaviourisme kan tidak membicarakan spiritual ya.. Untuk menjadi metamanusia, kita harus mendidik sukma kita. Mengapa saya katakan mendidik? Karena sukma dan raga kita ini, sudah ada yang ready for use, ada yang belum. Template yang ada pada sukma itu, belum ready for use, untuk mencapai kapasitas maksimalnya, masih harus diberdayakan/dilatih. Begitu juga dengan tangan, sudah ada, tetapi belum ready for use untuk mencapai kapasitas maksimalnya.

Anda harus melatih tangan anda untuk memukul bola golf, agar bola tidak melayang kemana-mana….. Begitu juga, anda harus melatih sukma, agar sukma tidak tertinggal perkembangannya……..

Kemudian ada Sukma yang lainnya lagi. Ialah, Sukma yang berasal dari SMA IIIB Yogyakarta. Oh, ini tidak saya bahas. Beliau teman saya yang terbaik. Walaupun saya bertingkahlaku dengan ‘penyesuaian tidak baik’, Beliau ‘rela’ menyapa saya… Soalnya… lebih banyak kawan putri yang ‘tidak relanya menyapa saya…’ (Serem kali ya..). Se itu saja saya bahas yaa..

28 Feb 2011. Selamat Menempuh Metamanusia Baru. Salam Sukmagurujati. Hilal Achmar.

27. METASCIENCE HYPNOTIC AND SELF-HYPNOTIC

Definisi tentang hipnotis dan self-hipnotis ada banyak. Yang kita akan bahas adalah state/keadaan hipnotis dan atau self-hipnotis itu sendiri. Sebagaimana biasanya, kita akan membahas, sebagaimana intinya, hakikatnya dan dasarnya.

Keadaan hipnosis adalah suatu keadaan individu/banyak individu, yang alam bawahsadarnya diinduksi oleh individu/banyak individu, sehingga sang individu, dengan panduan ahli hypnose, dapat mengikuti segala perintah sang ahli, atau menampilkan segala yang ada dalam alam bawahsadarnya. Contohnya sudah banyak di TV, sehari-hari, hipnotisme bisa dilakukan untuk kejahatan, dengan berita di koran: orang digendam.

Selfhipnotis adalah individu dengan kekuatan akalnalarbudi-nya, menghipnotis dirinya sendiri, agar mencapai segala sesuatu yang diinginkannya.

Contohnya adalah: Jika anda ingin menjadi pemimpin di kantor anda, anda harus menghipnotis diri anda sendiri, agar tujuan anda tercapai. Tentunya, pada kantor yang ada indikator kinerjanya. Pada kantor yang kenaikan jabatan dan pangkat diberikan karena lamanya anda bekerja, anda tidak usah menghipnotis diri, lihat saja kalender. Menghipnotis diri, adalah usaha anda dalam metascience, dalam hal ini menjadi pemimpin di kantor anda. Kalau anda pernah mengikuti pelatihan kepribadian atau kepemimpinan, akan lebih banyak lagi hasilnya. Metascience, agak sedikit lain metodenya, yang kelihatannya tidak berkaitan langsung dengan tujuannya.

METODE SELF-HIPNOTIS

1. Biasakan bangun pagi hari, antara jam 3.00 atau jam 4.00 pagi. Apa ada hubungannya bangun pagi untuk jadi pemimpin? Ada. Pada jam 3 atau 4 pagi itu, manusia di lingkungan anda belum banyak yang bangun, atau malahan, anda sendiri yang bangun, yang lainnya masih tidur. Pada kondisi seperti ini, jangan ada video-audio. Apa yang terjadi? Anda tidak bisa bicara kepada siapapun, tetapi fikiran anda tidak pernah berhenti ‘berbicara’ bukan? Kepada siapa fikiran anda berbicara? Kepada alambawahsadar anda. Yang ingin saya katakan adalah:

Bangun Pagi Adalah Salah Satu Jalan Memasuki Alambawahsadar.

Kemudian, pada pagi yang sunyi itu, anda katakan pada alambawah sadar anda: Saya Pemimpin Di Kantor Saya. Berulangkali, sampai anda merasakan, anda benar-benar telah menjadi pemimpin dikantor anda, mempunyai kekuasaan memerintah, mengambil keputusan, dan mempunyai banyak bawahan. Walaupun sebenarnya anda belum menjadi pemimpin. Lakukan hal ini berulangkali, sampai anda merasa mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

2. Rubah Tingkahlaku Anda. Anda harus berfikir yang nyatabenarnya, dengan menggunakan akalnalarbudi, bukan hanya logika. Anda harus menerapkan 70 sifat baik yang pernah saya posting sebelumnya. Perubahan tingkahlaku ini sampai soal makan-minum-tidur. Makan dan minum jangan berlebihan, lambung diisi kira-kira, sepertiga untuk makanan 1/3 untuk minuman dan 1/3 lagi dikosongkan, supaya dapat bernafas dengan bebas. Jika kita mengurangi makan, justru tubuh kita akan panas dalam keseharian kita, dan ini berhubungan dengan kegiatan akalnalarbudi. Keterangan tentang ini, tidak saya bahas. Yang jelas adalah, jika kita terlalu kenyang setiap hari, akalnalarbudi kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Begitu juga jika terlalu banyak tidur.

3. Berlatih Melihat. Telah saya katakan pada beberapa posting terdahulu, bahwa cara kita melihat dengan pandangan tidak fokus, seperti melamun atau berfikir, dimana sudut pandang ke kiri dan kanan menjadi melebar, akan membawa ‘penglihatan’ kita lebih cermat, sehingga kita dapat melihatcermat. Cara melihat seperti ini, adalah salah satu jalan untuk memasuki alambawahsadar yang paling mudah dan sederhana.

4. Memberi Bimbingan Dan Informasi Kepada Alam Bawah Sadar. Alambawahsadar, berkecenderungan buruk jika tidak diberi bimbingan. Juga berkecenderungan ‘pura-pura tidak tahu’ kalau tidak diberikan informasi ulang, padahal, sebenarnya, alambawahsadar itu ‘tahu’. Contohnya: Alambawahsadar anda, tidak pernah memacu anda untuk menjadi pemimpin di kantor anda, ‘pura-pura tidak tahu’, padahal, sebenarnya ia (katakan saja alambawahsadar itu satu pribadi) ‘tahu’ bahwa anda bisa dan mampu untuk menjadi pemimpin di kantor!  Kemudian, jika anda akan menjadi seorang pemimpin yang berguna dalam mensejahterakan sebagian umat manusia, maka alam bawahsadar anda akan menentangnya, dan menghambat anda! Maka alam bawah sadar, perlu kita beri bimbingan dengan memberinya informasi berkali-kali, bahwa: Saya Pemimpin Di Kantor Saya. Pada setiap pagi yang sunyi itu………… Artinya, kita berkomunikasi dengan alambawahsadar kita, dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak panjang lebar.

5. Meningkatkan Kapasitas Alambawahsadar. Artinya, kita membimbing alambawahsadar kita, supaya ‘tahu’, terhadap persoalan yang ia pura-pura tidak tahu! Dan akhirnya, kita dapat membimbingya untuk mengetahui segala informasi, berkaitan dengan tujuan hidup kita, pada posting terdahulu: Bahagia Di Dunia Dan Akhirat! Hey bawahsadar… jangan pura-pura tidak tahu lagi ya….. Kira-kira begitu kita katakan kepada-nya……….

6. Aplikasi, Pencapaian Dan Evaluasi. Aplikasikanlah 70 sifatbaik itu dengan berfikir dengan akalnalarbudi yang nyatabenarnya, berkata benar dan bertindak benar dalam kehidupan anda di kantor dan di mana saja. Kemudian, bertingkahlakulah sebagai BOSS betulan di kantor anda, bukan BOSSY! Ada dua tingkahlaku yang cepat mendudukkan anda di kursi BOSS. Pertama bimbinglah karyawan lainnya, dan kedua, bantu karyawan dan perusahaan menyelesaikan persoalannya. Walaupun belum menjadi BOSS sungguhan, kwalitas anda sekarang adalah kwalitas BOSS sungguhan. Tinggal tunggu waktu dan syukurannya saja anda jadi boss sungguhan………………. Jika sudah/belum menjadi boss, evaluasi saja dipagi nan sunyi, bersama kawan baru anda, si alambawahsadar…………

7. Tugas Baru Untuk Alambawahsadar. Jika anda sudah jadi pemimpin, boss di kantor anda, beri tugas baru pada alambawahsadar anda. Katakan padanya: Saya Mempunyai Kantor Cabang Di Tujuh Provinsi. Seperti biasanya, memberi informasi, padahal, satu pun anda belum punya kantor cabang. Seperti biasanya juga, alambawahsadar anda ‘pura-pura tidak tahu’, bahwa anda bisa dan mampu! Ketika anda telah mempunyai tujuh kantor cabang, beri tugas kepadanya, untuk mendukung anda membuka kantor cabang di seluruh provinsi! Kawan, jelaslah sudah, itulah maksudnya kita menghipnotis diri kita sendiri…..   Beressssss………….

Selamat Menghipnotis. Salam Kita Menghipnotis Kita . Hilal Achmar

26. METASCIENCE PEMERINTAHAN

Pemerintah yang ‘seharusnya’ ada dalam negara-negara di dunia adalah, sekelompok orang, yang mempunyai kapasitas sebagai negarawan, yang mendapat legalitas dari bangsanya. Contoh negarawan dari Indonesia adalah Sang Maha Patih Gajah Mada, dari kerajaan Majapahit (Girindra Wardhana), yang bercita-cita menyatukan Nusantara, dan tidak akan memakan palapa sebelum cita-citanya terwujud. Negarawan dapat kita artikan saja, ialah manusia yang mempunyai banyak ilmu yang berguna, baik bagi dirinya maupun yang lainnya, dan terampil bekerja dengan ilmu yang dimilikinya, visioner, dipercaya, sehingga bangsanya mau mewujudkan visi masa depan yang diperlihatkannya.

Visi Pemerintah yang seharusnya ada adalah: Kita Akan Sejajar Dengan Negara-negara Makmur / kaya. Jika demikian maka Misi Pemerintah adalah memberdayakan rakyatnya dalam segala bidang, sehingga dapat duduk sejajar dengan negara-negara makmur. Bagaimana misi ini dicapai? Dengan membuat individunya otaknya pintar, badannya sehat, dan sakunya penuh. Tiga saja dulu, saya kira cukup.

1. Membuat Individu/Rakyatnya Berotak Pintarcerdik.

Strateginya adalah: Rupanya harus ada menteri/Kementrian Urusan Globalisasi dulu! Globalisasi adalah: Individu/Rakyat di suatu negara, saling bersaing dengan Individu/Rakyat dari negara lainnya. Misalnya, seorang dokter di Indonesia, harus bersaing dengan dokter lainnya di….. seluruh dunia… (Wah…. beratnya…….. ). Juga seorang petani kedele, harus bersaing dengan petani kedele dari seluruh dunia, misalnya dari hasil panen per hektar, kecerahan warna kedelai, kandungan proteinnya dan sebagainya. Memang berat. Tapi kita senang kan ada era globalisasi! Senang ada era globalisasi, tanggungjawabnya adalah harus juga senang bersaing, kalau tidak, kita akan jadi bangsa pinggiran atau orang pinggiran. Kapan-kapan, anda yang pandai globalisasi, usul pada presiden, agar anda jadi mentri globalisasi. Malah banyak kerjaannya: Iklim Global yang menggagalkan banyak panen, baik padi maupun mangga, migrasi global, perdagangan global, supaya tidak diakali terus oleh bangsa-bangsa yang pintar………………………….

Membuat individu pintar, tidak ada cara lain, selain dengan pendidikan. Pendidikan juga harus dipilih yang mempunyai realitas baru, bukan realitas lama, yang lambat menghasilkan kemajuan bangsa.

Realitas Baru Vs. Realitas Lama Dalam Pendidikan

Realitas Baru dalam pendidikan adalah: Pendidikan yang mengacu pada pendidikan apa yang dibutuhkan dalam memberdayakan masyarakat, supaya sejajar dalam persaingan kemakmuran, kewibawaan, dan kecerdikan antar bangsa-bangsa di dunia. Kita punya tanah dan laut. Pasti dalam bidang itu kita unggul, karena kita punya sumberdaya yang melimpah (tanah dan laut yang luas). Karena penduduk dunia bertambah terus, dan karena iklim global, jangan-jangan teori Robert Malthus (1766-1834), yang dianggap ‘salah’, menjadi benar karena ‘kebetulan’. Malthus mengatakan bahwa populasi manusia berkembang lebih cepat, sedangkan persedian makanan berproduksi lebih lambat. Benar atau salah, tidak kita persoalkan, yang ingin dikatakan Malthus adalah: 1. Dia khawatir, manusia kekurangan makanan. 2. Penduduk dunia harus diberi makan!

Indonesia pernah gagal menuju negara industri, dengan tujuan pembangunan jangka panjang, bahwa kita akan dapat menghasilkan mesin yang memproduksi mesin. Pada era industri, memang, bekerja dalam bidang pertanian dan kelautan adalah realitas lama, yang sulit untuk maju seiring dengan negara-negara industri. Makanya, tahun 70-an sampai akhir 90-an, kita bercita-cita maju seiring dengan bekerja dalam bidang industri.

Sekarang telah era informasi. Realitas lama pertanian, kini menjadi realitas baru dalam era informasi dan globalisasi, dimana, mudahnya, negara-negara maju yang telah meninggalkan basis pertaniannya, (maksudnya, rakyatnya tidak mau lagi bertani!), adalah keuntungan yang ‘kebetulan’ bagi kita, bahwa kita punya tanah dan laut yang terus ada.

Yang saya ingin katakan adalah:

Realitas lama, dapat menjadi realitas baru yang menguntungkan. Inilah tugas para pendidik, memberikan realitas baru, memperbaharui realitas lama yang dianggap usang, dan memberikan alasannya.

2. Membuat Individu/Rakyatnya Berbadan Sehat.

Sudah ada Kementeriannya, undang-undangnya, peraturan pemerintahnya dan peraturan menterinya, juga sudah ada peraturan daerahnya. Saya tidak bahas. Mungkin nanti tentang Metasscience kesehatan.

3. Membuat Individu/Rakyatnya Bersaku Penuhtebal.

Dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Jika rakyat rajin bekerja dan tersedia banyak lapangan pekerjaan, ini urusan Departemen Tenaga Kerja & Badan Koordinasi Penenaman Modal, maka rakyat akan berkantung penuhtebal. Ya, minimal satu bulan sekali……………….Tidak saya bahas. Mungkin nanti akan saya tentang Metascience Kekayaan.

24 Feb 11. Selamat Berotak Pintar, Berbadan Sehat dan Besaku Tebal.  Salam. Hilal Achmar.

25. METASCIENCE PENDIDIKAN BANGSA

Kita akan membahas pendidikan bangsa, waktunya, mulai balita sampai tua. Pendidikan, waktu saya kuliah dahulu, tujuannya adalah: Agar Menjadi Manusia Yang Bijaksana. Atau Agar Menjadi Manusia Seutuhnya. Kemudian ada lagi: Agar Menjadi Manusia Berkarakter. Ada lagi tujuan pendidikan? Ya, anda juga tahu, masih banyak lagi. Kemudian, setelah kita dididik sekian lama, apakah kita telah menjadi manusia yang bijaksana, manusia seutuhnya dan manusia yang berkarakter, atau telah menjadi manusia super!, sekalian saja ya?

Dalam metascience, kita mencari hakikatnya, dengan melihatcermat. Apa yang diinginkan manusia dengan pendidikannya? Ini suatu yang bagus yang sering kita dengar, yang datang dari anak muda:

Muda Sukaria, Tua Kayaraya, Mati Masuk Surga.

Begitulah yang dimaui manusia! Muda sukaria dalam menimba ilmu dari beragam buku, dengan sedikit bumbu pesta dan cinta. Tua kayaraya, hasil bahan pembelajaran ilmu yang membumi, dan ketika wafat, masuk surga, hasil menimba ilmu agama! Jadi, terang-benderanglah, tujuan pendidikan itu ‘seharusnya’ :

Agar Manusia Berbahagia Di Dunia Dan Di Akhirat.

Berbahagia di akhirat itu khas tradisi timur. Tujuan pendidikan agar manusia berbahagia di dunia dan akhirat itu, bukankah nyatabenarnya? Benar. Tapi, dianggap ‘tidak ilmiah’, kurang pamornya, kurang elit & modern.  Oleh karenanya, mungkin, tidak ada sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia, yang menyatakan dengan terus-terang tujuan pendidikan di lembaganya adalah: Agar manusia berbahagia di dunia dan akhirat. Kemudian, timbullah sekolah dan terminologi pendidikan yang bermacam-macam….. Dalangnya bingung, penontonnya ikut bingung………….. Dosennya bingung, mahasiswa/wi nya ikut bingung. Sampai-sampai (jangan sampai terjadi…………….)

Guru Kencing Berdiri, Murid Mengencingi Guru!

Siapa yang turut bertanggungjawab terhadap pendidikan bangsa ini? Para Guru, Dosen, dan Para Pendidik di semua lembaga. Dari posting saya yang lalu, bahwa belajar terefektif adalah bersendirian atau berdua-duaan, maka keluarga, orangtua, mempunyai tanggungjawab terbesar dalam pendidikan anak-anaknya.

Tujuan pendidikan agar manusia berbahagia di dunia akhirat, adalah Visi Bidang Pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, maupun di lembaga pendidikan luar keluarga. Apa yang harus dilakukan agar bangsa dapat berbahagia dunia-akhirat adalah Misi yang harus dikerjakan baik oleh para pendidik, para orangtua dan pemerintah. Bagaimana caranya melakukan Misi agar efisien dan efektif, adalah Strategi pencapaian tujuan itu. Kita akan membahas ini, dalam posting saya selanjutnya, ialah: Metascience Pemerintahan, oleh karena kewajiban pemerintahlah memberikan haluan pendidikan dan pendidikan bangsanya. (Sebagian sudah di Otomikan).

Dasar pengetahuan yang meta adalah hakikat. Jika anda selalu ‘melihatcermat” atau melihat dengan terang-benderang, segala kondisi, situasi dan problematika yang anda hadapi, maka anda akan menemukan hakikatnya.  Yang ingin saya katakan adalah:

Dengan Melihatcermat Hakikat Segala Sesuatu, Maka Segala Sesuatu Menjadi Mudah.

Saya akan memberikan ilustrasi.

Melihat tidak cermat dan tanpa hakikat: Kalau ingin kaya, sekolahlah yang tinggi. Melihat Cermat Dengan Hakikat: Jika ingin kaya, bekerjalah yang rajin dan smart.

23 Feb 2011. Salam Smart. Hilal Achmar

 

 

24. METASCIENCE TINGKAT AKTUALISASI

Saya berpendapat bahwa aktualisasi mempunyai tingkatan kualitas sendiri, yang beragam pada berbagai individu. Maka, manusia mempunyai lapisan-lapisan maya dalam tingkat kualitas aktualisasinya, dari beragam jalur aktualisasi yang ditempuhnya.

Saya akan memberikan ilustrasi yang Meta:

1. Kelompok saudagar, akan berkumpul dan cocok, katakanlah secara kimia dengan kelompok saudagar juga. 2. Kelompok agamawan akan cocok dengan kelompok agamawan. 3. Kelompok Pendidik, akan cocok dengan kelompok pendidik juga. Demikianlah seterusnya. Pendeknya, manusia di dunia, berada dalam kelompok yang sesuai dengan minatnya masing-masing, dan pada tingkat aktualisasinya masing-masing. Walaupun sama-sama berprofesi sebagai pendidik, biasanya, sangat sulit misalnya, pendidik kelas 1 SD, masuk dalam kelompok profesor atau doktor pendidik di universitas, karena perbedaan kualitas aktualisasinya. Kalau tingkat kualitas aktualisasinya sama, tentu saja bisa, kalau faktor like and dislike dikesampingkan. Kelompok agamawan, walau kualitas aktualisasinya sama dengan saudagar, juga akan sangat sulit masuk dalam lingkup pergaulan saudagar. Individu, teraktualisasi pada bidangnya masing-masing, dan nyaman berada dalam kelompoknya masing-masing. Tetapi yang jelas adalah: Kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan tingkat kualitas aktualisasi.

Pada Tingkat Kualitas Yang Manapun, Individu Dapat Berbahagia.

Bukankah, kebahagiaan itu pernah kita dapatkan, pada saat kita balita atau remaja, yang pada saat itu, mengertipun tidak tentang aktualisasi. Sedikit tentang kebahagiaan, kalau kita dapat mensyukuri kebahagian-kebahaiaan kecil dalam keseharian kita, cukuplah kita mendapat predikat orang yang berbahagia., sehingga kita senang berada dalam kelompok orang-orang yang berbahagia, bukan malahan timbul sifat dengki-iri. Demikianlah, kelompok yang teraktualisasi, saudagar, pendidik, pakar, seperti tergiring menuju tempat yang sama, saling mencari. Dapat dikatakan bahwa:

Sesamanya Akan Merindukan Sesamanya.

Yang paling kuat yang saya perhatikan adalah, ketika manusia telah mencapai sebagian besar ideanya, seorang diri, misalnya dalam karirnya, pada masa paruhbaya, akhirnya akan mencari sesamanya, walaupun dahulunya, tatkala masing-masing mencari jati dirinya, ada waham kebesaran pada masing-masing individunya.

Ketika Individu Telah Teraktualisasi, Ia Ingin Yang Lain Menjadi Saudaranya!

Itulah 70 sifat baik, yang telah saya uraikan dalam posting sebelumnya, yang memujud dalam diri manusia yang telah teraktualisasi. Persaudaraan! Tingkat tertingginya adalah: ia menginginkan saudaranya menjadi sebahagia dan seberuntung dirinya. Ia mau membimbing saudaranya yang kurang beruntung, untuk menapaki jalan-jalan yang menghasilkan kebahagiaan bersamanya. Dalam metascience, kita belajar dasarnya, intinya, aplikasinya, manfaatnya, maksimalnya, kaitannya, pengungkapan tersembunyinya, kesederhanaannya, keterbatasan yang tidak dapat dilampaui manusia, sehingga, segala persoalan menjadi terang-benderang.

Intermezzo:

Pendapat Saya Sampai Akhir Zaman Adalah Valid, Kalau Tidak Ada Yang Dapat Membuktikan Sebaliknya!

Saya akan senanghati, jika anda memberi masukan atau memberitahu saya, ada pendapat, atau pendapat anda sendiri yang lebih valid. Walaupun bagaimana, saya akan terus menulis.

Penghalangan, skenario besar terhadap pengalihan fokus manusia terhadap aktualisasi, adalah upaya pembodohan yang dijalankan sekelompok manusia terhadap sekelompok, suku, sukubangsa dan atau bangsa lainnya. Sengaja atau tidak disengaja, kelompok negara berkembang/miskin, individu-individunya, tidak lagi fokus terhadap tujuan hidup, cita-cita, dan pencapaian aktualisasinya. Era telah berubah, kita tidak dapat mengubah zaman, Amerika Serikat, telah saya duga akan mengalami kehancuran, segala bangsa, termasuk Indonesia, pernah mengalami masa kejayaannya dan masa kehancurannya, dan nampaknya, bergiliran diantara bangsa-bangsa. Itu yang membuat kita mudah menduganya. Mengapa Amerika akan mengalami kemunduran? Pendapat saya adalah:

Individu-Individunya Mengalami Kemunduran Dalam Keterampilan Hidup!

Orang yang teraktualisasi, tentu, mempunyai keterampilan untuk hidup, yang menjadikan kehidupannya lebih bermakna. Fokus dalam keterampilan hidup adalah kuncinya, untuk memajukan peradaban bangsa, bukan multitasking. Kejatuhan negara-negara makmur, diakibatkan oleh ‘rasa aman’ dan ‘rasa terlindungi’ yang dirasakan oleh warganya, lengah terhadap ilmu-ilmu murni dasar yang dahulunya menjadi penyebab kemakmurannya, lengah terhadap keterampilan yang begitu hebat dikuasai oleh kakek-nenek mereka. Ini bisa juga dianalogikan untuk keluarga. Jika Indonesia ingin jaya dalam bidang agraris-agrokompleks, dikira apa yang harus rakyatnya kuasai? Keterampilan dalam ilmu-ilmu pertanian pada khususnya dan ilmu-ilmu agrokompleks pada umumnya, dan ilmu-ilmu kelautan lebih umumnya lagi. Modal kita tanah dan laut, modal yang sangat besar yang nyatabenarnya kita punyai, yang nyatabenarnya juga dapat membuat kayaraya negeri kincir angin. Yang sebenarnya, nyatabenarnya juga, dapat membuat kita lebih sejahtera.

Di sudut sebuah cafe yang sangat nyaman, cafe para saudagar. Seseorang duduk dengan tenang, menikmati coffee terbaik di dunia, matanya agak melamun…. Orang ini fokus.

Di sudut lainnya, seseorang sedang bekerja dengan notebooknya, juga dengan coffee terbaik, seringkali handphone-pergaulan sosialnya berdering, sambil mengetik dan bekerja, menyeruput coffee, tertawa terbahak di hp-nya, datang lagi kawannya, membaca dokumen yang disodorkan kepadanya, masih tetap sibuk dengan hp-nya, disela dengan memerintahkan sesuatu kepada temannya….. Orang ini multitasking.

Apakah Sekarang Anda Dapat Menduga, Akan Menjadi Apa Orang Yang Fokus Dan Orang Yang Multitasking Ini Dalam Kehidupan Mereka Selanjutnya? Lebih Luas Lagi, Apakah Anda Dapat Menduga, Akan Menjadi Apa Bangsa Yang Fokus Dan Bangsa Yang Multitasking Dalam Percaturan Dunia Abad Ini?

Gabungan dari aktualisasi individu, mewujud dalam aktualisasi bangsa. Jika aktualisasi bangsa kita tinggi, kita akan bergaul dengan bangsa makmur dengan menegakkan kepala. Kita akan dicari, dan kita akan mencari bangsa yang sama tingkat aktualisasinya dengan bangsa kita. Seperti itulah tabiat dunia……………..

22 Feb 2011. Selamat Mencari Sesama Anda. Salam Persaudaraan. Hilal Achmar.