26. METASCIENCE PEMERINTAHAN

Pemerintah yang ‘seharusnya’ ada dalam negara-negara di dunia adalah, sekelompok orang, yang mempunyai kapasitas sebagai negarawan, yang mendapat legalitas dari bangsanya. Contoh negarawan dari Indonesia adalah Sang Maha Patih Gajah Mada, dari kerajaan Majapahit (Girindra Wardhana), yang bercita-cita menyatukan Nusantara, dan tidak akan memakan palapa sebelum cita-citanya terwujud. Negarawan dapat kita artikan saja, ialah manusia yang mempunyai banyak ilmu yang berguna, baik bagi dirinya maupun yang lainnya, dan terampil bekerja dengan ilmu yang dimilikinya, visioner, dipercaya, sehingga bangsanya mau mewujudkan visi masa depan yang diperlihatkannya.

Visi Pemerintah yang seharusnya ada adalah: Kita Akan Sejajar Dengan Negara-negara Makmur / kaya. Jika demikian maka Misi Pemerintah adalah memberdayakan rakyatnya dalam segala bidang, sehingga dapat duduk sejajar dengan negara-negara makmur. Bagaimana misi ini dicapai? Dengan membuat individunya otaknya pintar, badannya sehat, dan sakunya penuh. Tiga saja dulu, saya kira cukup.

1. Membuat Individu/Rakyatnya Berotak Pintarcerdik.

Strateginya adalah: Rupanya harus ada menteri/Kementrian Urusan Globalisasi dulu! Globalisasi adalah: Individu/Rakyat di suatu negara, saling bersaing dengan Individu/Rakyat dari negara lainnya. Misalnya, seorang dokter di Indonesia, harus bersaing dengan dokter lainnya di….. seluruh dunia… (Wah…. beratnya…….. ). Juga seorang petani kedele, harus bersaing dengan petani kedele dari seluruh dunia, misalnya dari hasil panen per hektar, kecerahan warna kedelai, kandungan proteinnya dan sebagainya. Memang berat. Tapi kita senang kan ada era globalisasi! Senang ada era globalisasi, tanggungjawabnya adalah harus juga senang bersaing, kalau tidak, kita akan jadi bangsa pinggiran atau orang pinggiran. Kapan-kapan, anda yang pandai globalisasi, usul pada presiden, agar anda jadi mentri globalisasi. Malah banyak kerjaannya: Iklim Global yang menggagalkan banyak panen, baik padi maupun mangga, migrasi global, perdagangan global, supaya tidak diakali terus oleh bangsa-bangsa yang pintar………………………….

Membuat individu pintar, tidak ada cara lain, selain dengan pendidikan. Pendidikan juga harus dipilih yang mempunyai realitas baru, bukan realitas lama, yang lambat menghasilkan kemajuan bangsa.

Realitas Baru Vs. Realitas Lama Dalam Pendidikan

Realitas Baru dalam pendidikan adalah: Pendidikan yang mengacu pada pendidikan apa yang dibutuhkan dalam memberdayakan masyarakat, supaya sejajar dalam persaingan kemakmuran, kewibawaan, dan kecerdikan antar bangsa-bangsa di dunia. Kita punya tanah dan laut. Pasti dalam bidang itu kita unggul, karena kita punya sumberdaya yang melimpah (tanah dan laut yang luas). Karena penduduk dunia bertambah terus, dan karena iklim global, jangan-jangan teori Robert Malthus (1766-1834), yang dianggap ‘salah’, menjadi benar karena ‘kebetulan’. Malthus mengatakan bahwa populasi manusia berkembang lebih cepat, sedangkan persedian makanan berproduksi lebih lambat. Benar atau salah, tidak kita persoalkan, yang ingin dikatakan Malthus adalah: 1. Dia khawatir, manusia kekurangan makanan. 2. Penduduk dunia harus diberi makan!

Indonesia pernah gagal menuju negara industri, dengan tujuan pembangunan jangka panjang, bahwa kita akan dapat menghasilkan mesin yang memproduksi mesin. Pada era industri, memang, bekerja dalam bidang pertanian dan kelautan adalah realitas lama, yang sulit untuk maju seiring dengan negara-negara industri. Makanya, tahun 70-an sampai akhir 90-an, kita bercita-cita maju seiring dengan bekerja dalam bidang industri.

Sekarang telah era informasi. Realitas lama pertanian, kini menjadi realitas baru dalam era informasi dan globalisasi, dimana, mudahnya, negara-negara maju yang telah meninggalkan basis pertaniannya, (maksudnya, rakyatnya tidak mau lagi bertani!), adalah keuntungan yang ‘kebetulan’ bagi kita, bahwa kita punya tanah dan laut yang terus ada.

Yang saya ingin katakan adalah:

Realitas lama, dapat menjadi realitas baru yang menguntungkan. Inilah tugas para pendidik, memberikan realitas baru, memperbaharui realitas lama yang dianggap usang, dan memberikan alasannya.

2. Membuat Individu/Rakyatnya Berbadan Sehat.

Sudah ada Kementeriannya, undang-undangnya, peraturan pemerintahnya dan peraturan menterinya, juga sudah ada peraturan daerahnya. Saya tidak bahas. Mungkin nanti tentang Metasscience kesehatan.

3. Membuat Individu/Rakyatnya Bersaku Penuhtebal.

Dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Jika rakyat rajin bekerja dan tersedia banyak lapangan pekerjaan, ini urusan Departemen Tenaga Kerja & Badan Koordinasi Penenaman Modal, maka rakyat akan berkantung penuhtebal. Ya, minimal satu bulan sekali……………….Tidak saya bahas. Mungkin nanti akan saya tentang Metascience Kekayaan.

24 Feb 11. Selamat Berotak Pintar, Berbadan Sehat dan Besaku Tebal.  Salam. Hilal Achmar.

25. METASCIENCE PENDIDIKAN BANGSA

Kita akan membahas pendidikan bangsa, waktunya, mulai balita sampai tua. Pendidikan, waktu saya kuliah dahulu, tujuannya adalah: Agar Menjadi Manusia Yang Bijaksana. Atau Agar Menjadi Manusia Seutuhnya. Kemudian ada lagi: Agar Menjadi Manusia Berkarakter. Ada lagi tujuan pendidikan? Ya, anda juga tahu, masih banyak lagi. Kemudian, setelah kita dididik sekian lama, apakah kita telah menjadi manusia yang bijaksana, manusia seutuhnya dan manusia yang berkarakter, atau telah menjadi manusia super!, sekalian saja ya?

Dalam metascience, kita mencari hakikatnya, dengan melihatcermat. Apa yang diinginkan manusia dengan pendidikannya? Ini suatu yang bagus yang sering kita dengar, yang datang dari anak muda:

Muda Sukaria, Tua Kayaraya, Mati Masuk Surga.

Begitulah yang dimaui manusia! Muda sukaria dalam menimba ilmu dari beragam buku, dengan sedikit bumbu pesta dan cinta. Tua kayaraya, hasil bahan pembelajaran ilmu yang membumi, dan ketika wafat, masuk surga, hasil menimba ilmu agama! Jadi, terang-benderanglah, tujuan pendidikan itu ‘seharusnya’ :

Agar Manusia Berbahagia Di Dunia Dan Di Akhirat.

Berbahagia di akhirat itu khas tradisi timur. Tujuan pendidikan agar manusia berbahagia di dunia dan akhirat itu, bukankah nyatabenarnya? Benar. Tapi, dianggap ‘tidak ilmiah’, kurang pamornya, kurang elit & modern.  Oleh karenanya, mungkin, tidak ada sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia, yang menyatakan dengan terus-terang tujuan pendidikan di lembaganya adalah: Agar manusia berbahagia di dunia dan akhirat. Kemudian, timbullah sekolah dan terminologi pendidikan yang bermacam-macam….. Dalangnya bingung, penontonnya ikut bingung………….. Dosennya bingung, mahasiswa/wi nya ikut bingung. Sampai-sampai (jangan sampai terjadi…………….)

Guru Kencing Berdiri, Murid Mengencingi Guru!

Siapa yang turut bertanggungjawab terhadap pendidikan bangsa ini? Para Guru, Dosen, dan Para Pendidik di semua lembaga. Dari posting saya yang lalu, bahwa belajar terefektif adalah bersendirian atau berdua-duaan, maka keluarga, orangtua, mempunyai tanggungjawab terbesar dalam pendidikan anak-anaknya.

Tujuan pendidikan agar manusia berbahagia di dunia akhirat, adalah Visi Bidang Pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, maupun di lembaga pendidikan luar keluarga. Apa yang harus dilakukan agar bangsa dapat berbahagia dunia-akhirat adalah Misi yang harus dikerjakan baik oleh para pendidik, para orangtua dan pemerintah. Bagaimana caranya melakukan Misi agar efisien dan efektif, adalah Strategi pencapaian tujuan itu. Kita akan membahas ini, dalam posting saya selanjutnya, ialah: Metascience Pemerintahan, oleh karena kewajiban pemerintahlah memberikan haluan pendidikan dan pendidikan bangsanya. (Sebagian sudah di Otomikan).

Dasar pengetahuan yang meta adalah hakikat. Jika anda selalu ‘melihatcermat” atau melihat dengan terang-benderang, segala kondisi, situasi dan problematika yang anda hadapi, maka anda akan menemukan hakikatnya.  Yang ingin saya katakan adalah:

Dengan Melihatcermat Hakikat Segala Sesuatu, Maka Segala Sesuatu Menjadi Mudah.

Saya akan memberikan ilustrasi.

Melihat tidak cermat dan tanpa hakikat: Kalau ingin kaya, sekolahlah yang tinggi. Melihat Cermat Dengan Hakikat: Jika ingin kaya, bekerjalah yang rajin dan smart.

23 Feb 2011. Salam Smart. Hilal Achmar

 

 

24. METASCIENCE TINGKAT AKTUALISASI

Saya berpendapat bahwa aktualisasi mempunyai tingkatan kualitas sendiri, yang beragam pada berbagai individu. Maka, manusia mempunyai lapisan-lapisan maya dalam tingkat kualitas aktualisasinya, dari beragam jalur aktualisasi yang ditempuhnya.

Saya akan memberikan ilustrasi yang Meta:

1. Kelompok saudagar, akan berkumpul dan cocok, katakanlah secara kimia dengan kelompok saudagar juga. 2. Kelompok agamawan akan cocok dengan kelompok agamawan. 3. Kelompok Pendidik, akan cocok dengan kelompok pendidik juga. Demikianlah seterusnya. Pendeknya, manusia di dunia, berada dalam kelompok yang sesuai dengan minatnya masing-masing, dan pada tingkat aktualisasinya masing-masing. Walaupun sama-sama berprofesi sebagai pendidik, biasanya, sangat sulit misalnya, pendidik kelas 1 SD, masuk dalam kelompok profesor atau doktor pendidik di universitas, karena perbedaan kualitas aktualisasinya. Kalau tingkat kualitas aktualisasinya sama, tentu saja bisa, kalau faktor like and dislike dikesampingkan. Kelompok agamawan, walau kualitas aktualisasinya sama dengan saudagar, juga akan sangat sulit masuk dalam lingkup pergaulan saudagar. Individu, teraktualisasi pada bidangnya masing-masing, dan nyaman berada dalam kelompoknya masing-masing. Tetapi yang jelas adalah: Kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan tingkat kualitas aktualisasi.

Pada Tingkat Kualitas Yang Manapun, Individu Dapat Berbahagia.

Bukankah, kebahagiaan itu pernah kita dapatkan, pada saat kita balita atau remaja, yang pada saat itu, mengertipun tidak tentang aktualisasi. Sedikit tentang kebahagiaan, kalau kita dapat mensyukuri kebahagian-kebahaiaan kecil dalam keseharian kita, cukuplah kita mendapat predikat orang yang berbahagia., sehingga kita senang berada dalam kelompok orang-orang yang berbahagia, bukan malahan timbul sifat dengki-iri. Demikianlah, kelompok yang teraktualisasi, saudagar, pendidik, pakar, seperti tergiring menuju tempat yang sama, saling mencari. Dapat dikatakan bahwa:

Sesamanya Akan Merindukan Sesamanya.

Yang paling kuat yang saya perhatikan adalah, ketika manusia telah mencapai sebagian besar ideanya, seorang diri, misalnya dalam karirnya, pada masa paruhbaya, akhirnya akan mencari sesamanya, walaupun dahulunya, tatkala masing-masing mencari jati dirinya, ada waham kebesaran pada masing-masing individunya.

Ketika Individu Telah Teraktualisasi, Ia Ingin Yang Lain Menjadi Saudaranya!

Itulah 70 sifat baik, yang telah saya uraikan dalam posting sebelumnya, yang memujud dalam diri manusia yang telah teraktualisasi. Persaudaraan! Tingkat tertingginya adalah: ia menginginkan saudaranya menjadi sebahagia dan seberuntung dirinya. Ia mau membimbing saudaranya yang kurang beruntung, untuk menapaki jalan-jalan yang menghasilkan kebahagiaan bersamanya. Dalam metascience, kita belajar dasarnya, intinya, aplikasinya, manfaatnya, maksimalnya, kaitannya, pengungkapan tersembunyinya, kesederhanaannya, keterbatasan yang tidak dapat dilampaui manusia, sehingga, segala persoalan menjadi terang-benderang.

Intermezzo:

Pendapat Saya Sampai Akhir Zaman Adalah Valid, Kalau Tidak Ada Yang Dapat Membuktikan Sebaliknya!

Saya akan senanghati, jika anda memberi masukan atau memberitahu saya, ada pendapat, atau pendapat anda sendiri yang lebih valid. Walaupun bagaimana, saya akan terus menulis.

Penghalangan, skenario besar terhadap pengalihan fokus manusia terhadap aktualisasi, adalah upaya pembodohan yang dijalankan sekelompok manusia terhadap sekelompok, suku, sukubangsa dan atau bangsa lainnya. Sengaja atau tidak disengaja, kelompok negara berkembang/miskin, individu-individunya, tidak lagi fokus terhadap tujuan hidup, cita-cita, dan pencapaian aktualisasinya. Era telah berubah, kita tidak dapat mengubah zaman, Amerika Serikat, telah saya duga akan mengalami kehancuran, segala bangsa, termasuk Indonesia, pernah mengalami masa kejayaannya dan masa kehancurannya, dan nampaknya, bergiliran diantara bangsa-bangsa. Itu yang membuat kita mudah menduganya. Mengapa Amerika akan mengalami kemunduran? Pendapat saya adalah:

Individu-Individunya Mengalami Kemunduran Dalam Keterampilan Hidup!

Orang yang teraktualisasi, tentu, mempunyai keterampilan untuk hidup, yang menjadikan kehidupannya lebih bermakna. Fokus dalam keterampilan hidup adalah kuncinya, untuk memajukan peradaban bangsa, bukan multitasking. Kejatuhan negara-negara makmur, diakibatkan oleh ‘rasa aman’ dan ‘rasa terlindungi’ yang dirasakan oleh warganya, lengah terhadap ilmu-ilmu murni dasar yang dahulunya menjadi penyebab kemakmurannya, lengah terhadap keterampilan yang begitu hebat dikuasai oleh kakek-nenek mereka. Ini bisa juga dianalogikan untuk keluarga. Jika Indonesia ingin jaya dalam bidang agraris-agrokompleks, dikira apa yang harus rakyatnya kuasai? Keterampilan dalam ilmu-ilmu pertanian pada khususnya dan ilmu-ilmu agrokompleks pada umumnya, dan ilmu-ilmu kelautan lebih umumnya lagi. Modal kita tanah dan laut, modal yang sangat besar yang nyatabenarnya kita punyai, yang nyatabenarnya juga dapat membuat kayaraya negeri kincir angin. Yang sebenarnya, nyatabenarnya juga, dapat membuat kita lebih sejahtera.

Di sudut sebuah cafe yang sangat nyaman, cafe para saudagar. Seseorang duduk dengan tenang, menikmati coffee terbaik di dunia, matanya agak melamun…. Orang ini fokus.

Di sudut lainnya, seseorang sedang bekerja dengan notebooknya, juga dengan coffee terbaik, seringkali handphone-pergaulan sosialnya berdering, sambil mengetik dan bekerja, menyeruput coffee, tertawa terbahak di hp-nya, datang lagi kawannya, membaca dokumen yang disodorkan kepadanya, masih tetap sibuk dengan hp-nya, disela dengan memerintahkan sesuatu kepada temannya….. Orang ini multitasking.

Apakah Sekarang Anda Dapat Menduga, Akan Menjadi Apa Orang Yang Fokus Dan Orang Yang Multitasking Ini Dalam Kehidupan Mereka Selanjutnya? Lebih Luas Lagi, Apakah Anda Dapat Menduga, Akan Menjadi Apa Bangsa Yang Fokus Dan Bangsa Yang Multitasking Dalam Percaturan Dunia Abad Ini?

Gabungan dari aktualisasi individu, mewujud dalam aktualisasi bangsa. Jika aktualisasi bangsa kita tinggi, kita akan bergaul dengan bangsa makmur dengan menegakkan kepala. Kita akan dicari, dan kita akan mencari bangsa yang sama tingkat aktualisasinya dengan bangsa kita. Seperti itulah tabiat dunia……………..

22 Feb 2011. Selamat Mencari Sesama Anda. Salam Persaudaraan. Hilal Achmar.

23. METASCIENCE BANTAHAN TERHADAP KEBUTUHAN PADA PSIKOLOGI HUMANISTIK

Kebutuhan menurut metascience adalah, segala yang dibutuhkan dan urgensi adanya bagi tumbuh kembang seorang individu, serta kemajuan peradaban manusia di dunia. Ada 70 syarat yang seharusnya ada, agar terdapat percepatan tumbuh-kembangnya peradaban manusia. 70 syarat ini kita namakan sifat-sifat yang baik, begitu saja. Sifat yang baik ini sebagai berikut:

1. Sifat Pemberi. 2. Sayang. 3. Penguasaan. 4. Kesucian. 5. Selamat. 6. Kedamaian. 7. Penjaga. 8. Mulia. 9. Perkasa. 10. Megah. 11. Mencipta. 12. Kebebasan. 13. Pemaaf. 14. Penolong. 15. Ekonomi. 16. Pembuka. 17. Pengetahuan. 18. Mengembangkan. 19. Mengentaskan. 20. Pemacu. 21. Pendengar. 22. Pelihat. 23. Keadilan. 27. Kehalusan. 25. Kewaspadaan. 26. Penyantun. 27. Keagungan. 28. Penegakan. 29. Kederajatan. 30. Kesadaran. 31. Pemelihara. 32. Kuat. 33. Teliti. 34. Nalar. 35. Pengawasan. 36. Cukup. 37. Pengabulan. 38. Keluasan. 39. Kebijaksanaan. 40. Kecintaan. 41. Kebenaran. 42. Perlindungan. 43. Keterpujian. 44. Perhitungan. 45. Kepemicuan. 46. Pengadaan. 47. Keunikan. 48. Penguasaan. 49. Kepenentuan. 50. Pelopor. 51. Kelogisan. 52. Kemisterian. 53. Keterpeliharaan. 54. Kemurah-hatian. 55. Pengakuan. 56. Pemaaf. 57. Pengasih. 58. Teritorial. 59. Kebesaran. 60. Keadilan. 61. Kolektifitas. 62. Kaya. 63. Sosial. 64. Kemanfaatan. 65. Kepemimpinan. 66. Keindahan. 67. Mewariskan. 68. Kegeniusan. 69. Kesabaran. 70. Pendidik. Setelah mengetik ke 70 syarat sifat-sifat yang baik ini, yang ingin saya katakan adalah:

Semakin Banyak Individu Mempunyai Syarat Sifat Tumbuh Kembang, Semakin Tinggi Individu Akan Teraktualisasi.

Kebalikannya adalah, semakin sedikit individu mempunyai syarat tumbuh kembang dalam dirinya, semakin rendah kualitas aktualisasinya. Akan sulit menjadi pemimpin, apalagi, menyumbang untuk kemajuan peradaban manusia! Pertanyaan saya adalah:

Bagaimanakan Caranya, Agar Manusia Mempunyai 70 Sifat-sifat Baik Tersebut?

Caranya ialah, dengan menggunakan ke 70 sifat itu, kemudian mengimplementasikannya dalam hidup dan kehidupannya! Anda lihatlah berkeliling, mungkin dengan bersepeda dan mengobrol pada orang-orang di pangkalan, atau para pensiunan yang sering berada pada halaman rumah di pagi hari. Kalau anda mendapati, ada individu yang mempunyai banyak sifat-sifat yang baik itu, maka anda dapat menyaksikan:

Orang-orang Yang Mempunyai Banyak Sifat-sifat Yang Baik, Pasti Mempunyai Keberuntungan Yang Besar!

Ini berbanding terbalik dengan orang-orang yang mempunyai sedikit sifat-sifat yang baik.

Bantahan Saya Terhadap Abraham Maslow:

Menurut Abraham Maslow: Ada kebutuhan akan Harga Diri dan Penghargaan Dari Individu lain untuk mencapai aktualisasi.

Menurut Saya: Tidak ada kebutuhan akan harga diri dan penghargaan dari orang lain untuk mencapai aktualisasi. Kalau kita mempunyai syarat 70 sifat baik diatas, cukuplah diri kita sendiri menghargai pencapaian kita, dengan memakai sifat baik No. 8, Sifat Mulia. Anda dan saya sudah mulia kalau mempunyai 70 sifat baik itu!. Dan untuk orang lain yang tidak menghargai kita, kita memakai sifat baik No. 39. Kebijaksanaan dan No. 13. Pemaaf. Dengan menerapkan 70 sifat baik itu, jalan telah terbentang menuju aktualisasi. Beres!.

Menurut Abraham Maslow: Ada kebutuhan akan Cinta & Rasa Memiliki-Dimiliki untuk mencapai aktualisasi.

Menurut Saya: Maslow belum berpendapat intinya. Rasa senang memacu aktualisasi. Rasa Benci menghambat aktualisasi. Cinta dan rasa memiliki-dimiliki itu, hanya salah satu dari Rasa Senang. Saya pernah menulis, rasa itu hanya dua: Senang dan Benci. Cinta, bahagia, ceria, terpesona, sayang, rindu, takjub, butuh, bahkan aktualisasi adalah masuk dalam kategori rasa senang. Sedang iri, dengki, sedih, pilu dll, masuk dalam kategori rasa benci. Untuk mencapai aktualisasi, lebih cepat dengan memakai sifat No. 57 Pengasih, daripada mengharapkan cinta dan rasa dimiliki oleh orang lain!.

Menurut Abraham Maslow: Ada kebutuhan akan perlindungan dan rasa aman.

Menurut Saya: Tidak ada kebutuhan akan perlindungan dan rasa aman. Tentu, kalau balita dan remaja, saya setuju. Kalau pada fase dewasa, saya kira tidak. Dunia, bukanlah tempat yang aman. Kalau individu tidak mau bekerja, maka tunggulah kehancurannya. Kalau individu merasa ’dilindungi’ dan ’aman’, maka, tunggulah bahaya yang mengancam. Rasa tidak dilindungi, tidak aman, tidak seimbang, adalah baik. Jika individu sering berada dalam keadaan tidak aman, tidak dilindungi, tidak seimbang, misalnya dalam bidang financial, dan bidang lainnya, katakan saja dalam kondisi ’terdesak’ keuangan, maka kemungkinan besar daya-daya potensial yang ada dalam dirinya, akan menjadi energi yang luar biasa besar! Kita dapat menyaksikan bahwa, sebagian besar orang-orang terkaya di dunia, yang bukan karena warisan, pada mulanya adalah individu yang ’terdesak’ secara financial. Justru, rasa tiadanya perlindungan, tiadanya rasa aman dan keterdesakan, akan memacu aktualisasi. Yang saya ingin katakan adalah, bertentangan dengan Maslow yang membutuhkan perlindungan dan rasa aman, saya mengatakan:

Individu Membutuhkan Rasa Tiadanya Perlindungan Dan Rasa Tiadanya Rasa Aman, Untuk Mengaktifkan Energi Potensial Yang Ada Dalam Dirinya!

Menurut Abraham Maslow: Ada kebutuhan akan Lingkungan Eksternal Sebagai Pra kondisi bagi pemuasan kebutuhan, ialah kemerdekaan, keadilan, ketertiban, dan stimulasi.

Menurut Saya: Tidak ada kebutuhan akan Lingkungan Eksternal Sebagai Pra kondisi bagi pemuasan kebutuhan, seperti kemerdekaan, keadilan, ketertiban, dan stimulasi. Kalau anda tidak merdeka, anda dapat memakai sifat No. 6. Kedamaian, dan No. 12. Kebebasan. Saya akan ilustrasikan: Nelson Mandella, dia dipenjara, tidak merdeka, tidak diperlakukan dengan adil. Tapi beliau teraktualisasi! Bahkan lebih teraktualisasi dari anda dan saya, yang bebas dan telah diberi keadilan!

Kebebasan Lebih Menunjuk Kepada Ruhani Daripada Jasmani!

Untuk kebutuhan fisiologis, udara, air, makanan, rumah, istirahat dan seks, saya berpendapat sama dengan semua orang.

Menurut saya, Hirarki kebutuhan yang kita bahas ini, lebih sederhana, dan sudah agak lengkap uraiannya tentang 70 sifat yang baik. Dan yang lebih utama adalah mudah di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari menuju aktualisasi, sehingga kita dapat memperoleh Keberuntungan Yang Besar.

22 Feb 2011. Selamat Menempuh Keberuntungan Yang Besar. Salam. Hilal Achmar.

22. METASCIENCE TINGKAHLAKU TERBAIK

Dalam metascience, apa yang dimaksud dengan tingkahlaku manusia, singkatnya ialah: segala tingkahlaku, mulai dari berencana melakukan suatu tindakan, melakukan organisasi, melakukan koordinasi, meluangkan waktu untuk evaluasi implementasi tindakan, kemudian mempertanggungjawabkannya.

Tingkahlaku yang diamati, ialah segala tingkahlaku manusia, dalam segala bidang kehidupan, sosial, ekonomi, politik, kepemimpinan, sudutpandang, polafikir, idea, kecerdasan, kebiasaan, makna hidup dan sebagainya. Sudah umum diketahui, bahwa tingkahlaku manusia dipelajari pada beragam ilmu pengetahuan: sosiologi, politik, filsafat, psikologi, psikologi sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain, baik tingkahlaku individu, kelompok, atau tingkahlaku sosial dan interrelasi vice-versanya dengan tingkahlaku individu. Karena saya juga berada dalam bidang ilmu pengetahuan yang bertradisi timur,  saya mengakui juga adanya tingkahlaku yang dipengaruhi oleh agama-agama dan berbagai aliran kepercayaan.

Di Indonesia secara umum, saya melihat, kesalehan dipakai sebagai penilaian tingkahlaku individu yang utama, terutama kesalehan transendental. Kesalehan horizontal, yang berkaitan dengan sosial-kemasyarakatan, saya duga tidak pada tempatnya saya bicarakan dalam posting ini.

Bahkan, segala tingkahlaku manusia Indonesia, sebagian besarnya, dijustifikasi dari kesalehan transendental. Kesalehan horizontal kemasyarakatan, rupa-rupanya, sedikit ambil bagian dalam penilaian tingkahlaku yang ‘baik’. Saya ambilkan satu contoh sederhana yang sering diungkapkan orang: walaupun ia banyak berderma dan menolong orang, sayang ia tidak pernah ke gereja, atau belum menjalankan sembahyang. Ini faktanya.

Dalam metatingkahlaku, kita berusaha mencari kebenaran yang nyatabenarnya, sebenarnya. Pertanyaan saya adalah:

Tingkahlaku Terpuji Apa Yang Seharusnya Ada Pada Diri Manusia?

Pertanyaan ini dalam rangka, penyerapan ilmu yang benar dan bermanfaat untuk diri manusia. Oleh karena, kita, bisa saja mempelajari segala bidang ilmu dan menguasainya, tanpa kita berkontemplasi, apa manfaatnya dari ilmu-ilmu tersebut.

Sebelum Mempelajari Suatu Ilmu, Tanyakan Lebih Dahulu Kepada Diri Anda, Manfaat Dari Ilmu Tersebut. Kalau Tiada Manfaatnya, Untuk Apa Kita Pelajari?

Selayaknya kita mencari, tingkahlaku apa yang seharusnya ada pada diri manusia, yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri, maupun masyarakat, dan sekali lagi yang nyatabenarnya, bagi kita dalam jalur ilmu pengetahuan tradisi timur.

Dalam waktu jeda saya, saya menemukan bahwa, tingkahlaku yang nyatabenarnya, yang seharusnya ada dalam tradisi timur, yang tidak menutup kemungkinan juga dalam tradisi barat, jika, pelopornya bertradisi Yahudi, adalah:

Kesalehan Transendental Dan Horizontal, Dimana Individunya Mau Diingatkan, Dan Selalu Mengingatkan Manusia Kepada Kehidupan Abadi.

Kehidupan abadi adalah metapengetahuan, manusia tidak mengetahuinya, dalam kondisi bagaimana dan seperti apa tempat manusia dalam kehidupan abadi itu, kecuali sedikit. Sampai saat ini, kehidupan abadi itu, dicoba untuk ditelusuri manusia secara science, maupun metascience. Secara metascience dengan teknik Perjalanan Keluar Dari Jasmani, suatu eksplorasi ruang-waktu dan jarak yang mengesankan. Sekali waktu, saya ingin mengupload thema ini dalam posting saya.

Satu lagi definisi situasi yang meta, yang nyatabenarnya ada di dunia:

Suatu Situasi Yang Jarang Dilihat Mata, Jarang Di Dengar Telinga dan Jarang Terlintas Dalam Hati, Kecuali Dalam Waktu Jeda Dan Kontemplasi.

19/02/11. Selamat Menjalankan Laku Tingkahlaku. Salam Meta. Hilal Achmar

21. METASCIENCE HAK AZASI & KEBEBASAN MANUSIA

Hak azasi manusia singkatnya adalah, hak yang melekat pada individu, sejak dalam kandungan. Contoh Hak Azasi Manusia ada dalam UUD 1945. Sedangkan contoh hak azasi adalah: Hak untuk hidup dan hidup bersama seperti individu lainnya, hak memperoleh perlakuan yang sama, hak mendapatkan pekerjaan dan hak memperoleh pendidikan.

Kebebasan yang dapat dipunyai manusia misalnya: kebebasan berbicara dan berekspresi, tentang apa saja, baik positif maupun negatif, tanpa tindakan sensor, kemudian ditambahkan: dengan syarat tidak menyebarkan kebencian (ini tentu maksudnya, supaya anda tidak bisa mengkritik otoritas kelompok yang menafsirkan kebebasan berbicara dan berekspresi untuk anda fahami!)

Saya sendiri, saat jeda, sering berfikir, apakah kebebasan itu hak yang melekat pada individu, atau diberikan pada individu dengan batasan-batasan tertentu, seperti dicontohkan diatas. Saya menemukan bahwa:

Manusia Bebas Berkehendak Apa Saja Dengan Kebebasan Sebebas-bebasnya!

Misalnya saja, kita ambil contoh kebebasan berbicara, yang dibatasi oleh: 1. Tidak menyebarkan kebencian. 2. Tidak menghasut. 3. Tidak bertendensi membunuh karakter. 4. Tidak menjelek-jelekkan. 5. Tidak dimaksudkan untuk perbuatan yang tidak menyenangkan. 6. Tidak memfitnah…….  kalau batasan ini saya teruskan, bisa menjadi 100 atau seribu batasan. Yang saya ingin katakan adalah:

Kalau Ada Batasan, Maka Tidak Lagi Disebut Kebebasan!

Mengapa manusia berbicara tentang kebebasan? Ya begitulah manusia, selalu mencari keunggulan kerajaan manusia dibanding kerajaan hewan. Padahal, burung lebih bebas dari manusia, sebebas-bebas kehendaknya. Kalau sekelompok burung terbang migrasi dari benua Australia ke benua Amerika, tak perlu urus visa, tak perlu bawa passport, tak pernah juga burung yang mempunyai otoritas mencekal sodaranya sesama burung. Akuilah, manusia, walaupun bisa, tidak pernah berhasil sebebas burung!

Untuk Apa Bebas & Dapat Terbang Seperti Burung, Sedang Kita Punya Kelebihan Yang Sempurna!

Andainyapun individu menjalani prinsip-prinsip kebebasan berkehendak yang sebebas-bebasnya, dia akan berhenti pada satu titik perhentian yang dinamakan tanggungjawab. Sebab sifat manusia selalu ingin sembunyi dari tanggungjawab (lempar batu, sembunyi tangan), maka dibuatlah aturan sekedar yang mampu dicapai akal fikiran. Yang ingin saya katakan adalah:

Tanggungjawab Lebih Penting Dan Lebih Bernilai Dari Kebebasan Itu Sendiri.

Sudahkah Anda Mempertanggungjawabkan Kehendak Yang Telah Anda Laksanakan Hari Ini? Apakah kita lebih baik jeda dahulu (Jawa: Leyeh-leyeh, dengarkan uyon-uyon, sambil menyeruput teh gula batu..?), Atau, kita ke cafe terindah, sambil mendengarkan Moon River, dan menikmati Civet Coffee………. Salam. Hilal Achmar.

 


020. METASCIENCE DERAJAT MANUSIA

Pangkat, Jabatan dan Kedudukan adalah imingan yang sangat menarik hati manusia. Ketiga imingan itu dapat anda kejar, atau, seketika anda diberi tatkala famili anda mencapai pangkat, jabatan dan kedudukan yang tinggi. Misalnya, anda tiba-tiba jadi menteri, karena presiden baru kebetulan kenalan anda.

Derajat manusia yang akan kita bahas, adalah derajat manusia secara universal, yang bisa dikejar sendiri oleh individu, dan tidak bisa diberikan oleh individu lainnya. Misalnya Hilal Achmar,  Jendral Bintang Lima, Jabatan Panglima, Kedudukan dekat dengan Raja, dapat dianugerahkan Raja kepada Saya. Tetapi raja tidak dapat menganugerahkan saya : Hilal Achmar, Manusia Berderajat Tinggi!

Yang saya ingin katakan adalah, Derajat manusia, tidak dapat diberikan oleh individu, atau kelompok individu. Kita definisikan, mudahnya saja: Ketinggian Derajat Manusia, dianugerahkan oleh Tuhan.

Setelah beberapa posting, jelaslah, apa yang saya bahas adalah ilmu yang bertradisi Timur. Saya tidak antipati dengan ilmu yang berasal dari tradisi barat. Ilmu yang bertradisi timur, menurut saya, ilmu yang mengakui Tuhan Sebagai Sumber dari Segala Sumber, termasuk Ilmu Pengetahuan. Saya buktikan secara sangat sederhana: segala tindak anda dalam kehidupan anda sebagai orang timur, selalu terkait dengan Tuhan. Misalnya saja dalam facebook, GBU, Salam, sering ikut dalam status yang di upload. Dan contoh lainnya, seperti makan dan menjelang tidur, kita selalu ingat Tuhan, sebagai orang Timur.

Derajat yang tinggi, yang diakui secara universal, baik di negeri barat atau timur, dapat dicapai dengan banyak cara, dan tingkahlaku yang juga diakui secara universal. Saya akan memberikan satu dari banyak cara mencapai derajat yang tinggi.

JEDA

Jeda artinya berhenti sejenak. Coffee Break itu artinya berhenti sejenak dari kegiatan yang beruntun dalam satu hari. Contoh jeda, anda dengan santai duduk nyaman, sambil menikmati minuman dan penganan ringan. Boleh di Cafe, boleh di teras atau beranda rumah anda. Kemudian tanyakan pada diri anda sendiri pertanyaan berkualitas (rendah) ini. Anda mungkin punya pertanyaan yang berkualitas sangat tinggi.

1. Sesibuk apakah saya, sehingga tidak dapat jeda?. 2. Sarapan, lunch, semua nikmat. Apakah saya telah berterima kasih pada Tuhan hari ini?. 3. Apakah hari ini, atau tahun ini, saya telah banyak berguna untuk orang lain? Dan banyak pertanyaan lainnya.

Yang saya ingin katakan adalah: Bukan kerja smart, bahkan ditambah lagi dengan kerja keras dalam mengejar pangkat, jabatan, dan kedudukan yang menyebabkan anda berderajat tinggi…..

Justru, Dengan Jedalah, Yang Kelihatannya Santai, Anda Berkesempatan Mencapai Derajat Yang Tinggi.

Selamat Jeda. Salam. Hilal Achmar.

 



 

XIX. METASCIENCE: SUMBER PENGETAHUAN

Sumber pengetahuan Metascience berasal dari: 1. pancaindera jasmani, 2. berita yang benar, 3. pancaindera ruhani, 4. logika, 5. akalnalar, 6. intuisi, 7. Mimpi yang benar, dan 8. wahyu. Baiklah akan kita bahas satu persatu. Saya memberikan terminologi baru tentang klasifikasi intuisi, saya juga menambahkan terminologi mimpi yang benar sebagai sumber pengetahuan. Sebelum ini, science dengan tradisi barat tidak pernah menambahkan mimpi sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Kalau pada era 2.000-an anda memotret, kamera anda berisi film celluloid didalamnya.  Sekarang, anda memotret dengan kamera digital, yang tidak ada lagi film celluloid didalam kamera anda. Kalau pada era 2000-an, ada tulisan mengenai kamera digital tanpa film, apakah kira-kira anda percaya begitu saja? Ternyata ada dua kebenaran dalam memotret, ialah dengan film celluloid dan dengan digital equipment! Yang saya akan katakan adalah, ada dua (jika anda sudah punya satu) kebenaran dalam global science, baik itu science maupun metascience. Kemudian, ada 2, atau 3, atau berapapun kebenaran dalam metascience. Banyak kebenaran itulah yang akan kita rujuk, untuk menjadi kebenaran yang kita yakini, hasil proses akalnalar, yang pastibenarnya. Yang saya ingin katakan adalah, saya akan buktikan jika anda berkenan, bahwa mimpi juga dapat sebagai sumber pengetahuan, seperti kamera digital sebagai sumber hasil foto anda. Mari kita kembali ke bahasan awal. No.1 sampai 3, tidak akan saya bahas, jika anda tidak menginginkan.

1. Pancaindera Jasmani: Perasa (Lidah), Pelihat (mata), Pembau (Hidung), Peraba (Kulit) dan Pendengar (Telinga). Pancaindera Jasmani, belum dapat dipercaya dalam menilai hasil explorasinya. Kalau anda melihat seseorang mengayuh sepeda tua, atau mengendarai mobil mewah, apakah ‘pasti’, pengayuh sepedan tua lebih miskin dari pengendara mobil mewah? Pancaindera Jasmani, tidak bisa memperoleh ‘kebenaran yang pastibenarnya’ dari info yang diinputnya. Informasi harus diolah lagi.

2. Berita Yang Benar yang berasal dari: a. Otoritas Absolut. b. Otoritas Kitab Suci. c. Otoritas Pembawa Agama. d. Otoritas yang berkompeten terpercaya. e. Konsensus Ilmuwan. f. Berita yang disaksikan banyak orang.

3. Pancaindera Ruhani: Estimasi, representasi, imajinasi, rekoleksi, retensi, dan bersitan/lintasan hati.

4. Logika: Logika, sifat inherent normanya adalah netral. Logika tidak dipengaruhi oleh norma moral, agama, hukum, dan segala norma apapun yang ada pada diri anda. 1+1=2, hasilnya dua tersebut adalah bebas dari segala norma. Ketika saya masih kuliah dahulu, ada sebuah diskusi yang salah satu themanya tentang: lebih tinggi manakah kedudukan antara logika dan intuisi sebagai sumber pengetahuan?. Semua yang hadir menjawab intuisi. Saya sendiri yang menjawab lebih tinggi logika! Kesimpulan diskusi adalah: Intuisi lebih tinggi dari logika! Saat itu mereka kira-kira,  mengambil referensi dari pengalaman spiritual Einstein, bahwa intuisilah yang menuntun Einstein menemukan teori relativitasnya yang cemerlang. Saya mengerti kisah itu, tetapi saya tetap mengatakan, bahwa logika lebih tinggi. Sampai sekarang, di universitas di Indonesia masih mengajarkan bahwa, intuisi lebih tinggi dari logika. Karena themanya adalah: lebih tinggi manakah kedudukan antara logika dan intuisi, saya jawab logika. Itu jawaban yang saya tahu akan ditolak, walaupun saya memberi paparan. Pada saat diskusi itu terjadi pada era 80-an, saya mengetahui, bahwa: Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi, diantara logika dan intuisi. Keduanya berkedudukan sama sebagai ilmu pengetahuan. Dan yang lebih penting bagi kesadaran saya adalah:

Kadangkala logika mengungguli intuisi, kadangkala intuisi mengungguli logika, dalam mencapai kebenaran yang pastibenarnya.

5. Akalnalar: Manusia yang telah teraktualitas, menggunakan akalnalarnya untuk mencapai kebenaran yang pastibenarnya. Kebenaran yang pastibenarnya ini didapatkan dari olahfikir akalbudi-akalnalar, yang dipanjatkan semata untuk mencari kebenaran yang pastibenarnya, bukan kebenaran yang mungkinbenarnya. Kebenaran yang mungkinbenarnya, tidak berdayaguna mengembangkan dan meningkatkan kapasitas manusia secara general, dalam mendaki kualitas tertinggi kemanusiaannya. Baiknya sekarang saya akan memberikan ilustrasi sederhana:

Namanya XX. Seorang yang belum bekerja dan belum berpenghasilan, setelah ‘melihat & mendengar’ banyak kunci apa saja yang hilang, ‘menyadari’, bahwa ia ‘mungkin’ dapat memecahkan masalah ekonominya dengan menjadi ahli duplikat kunci. Setelah belajar dan membeli peralatan, ia kemudian membuka satu kios dan sukses membuka beberapa kios lainnya di lain tempat. Masalah ekonomi XX selesai, ia tangguh, sulit disaingi. XX menggunakan logika dan akalnalar untuk memecahkan masalah ekonominya.

Namanya YY. Seorang yang belum bekerja dan belum berpenghasilan, setelah ‘melihat & mendengar’ banyak kunci apa saja yang hilang, ‘menyadari’, bahwa ia ‘mungkin’ dapat memecahkan masalah ekonominya dengan membuat duplikat kunci, untuk mencuri. Setelah menduplikat kunci rumah orang, ia sukses juga membobol beberapa rumah orang. Masalah ekonominya selesai, ia licin, sulit ditangkap. YY hanya menggunakan logika  untuk memecahkan masalah ekonominya. Ilustrasi ini telah umum diketahui, tetapi harap dicatat, ini bukan pendapat saya. Pendapat saya, adalah pendapat baru, yang tidak umum diketahui: YY juga telah menggunakan akalnalarnya! Saya akan buktikan dibawah ini, dalam pembahasan tentang intuisi.

6. Intuisi: Saya akan membahas terminologi baru tentang klasifikasi intuisi. Intuisilah yang bekerja, sehingga XX dan YY ‘menyadari’, bahwa mereka dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan ekonominya, dengan tindakan yang berhubungan dengan kunci. Setelah menggunakan logika, XX menemukan dua kebenaran: menjadi pencuri atau bekerja sebagai ahli duplikat kunci. Dengan menggunakan akalbudi-akalnalarnya, akalnalarnya dipanjatkan melintasi ruang-waktu, yang kemudian memantapkan pilihannya untuk bekerja sebagai ahli kunci, daripada ahli mencuri. Ini adalah contoh intuisi yang pastibenarnya, yang dalam mencarinya, akalnalarnya tidak teresonansi dengan ‘kebenaran yang pasti salahnya’.

Setelah menggunakan logika, YY menemukan dua kebenaran: menjadi pencuri atau bekerja sebagai ahli duplikat kunci. Dengan menggunakan akalbudi-akalnalarnya, akalnalarnya dipanjatkan melintasi ruang-waktu, yang kemudian memantapkan pilihannya untuk menjadi ahli mencuri, daripada bekerja sebagai ahli kunci. Ini adalah contoh intuisi kebenaran yang pastisalahnya, karena akal nalarnya teresonansi, sehingga tidak mencapai kebenaran yang pastibenarnya. Resonansi dan mimpi yang benar, yang menghasilkan individu memilih kebenaran yang pasti salahnya, akan saya bahas, jika anda menginginkannya.

7. Mimpi Yang Benar: Paling tinggi kedudukannya sebagai salah satu sumber metascience.Ini salah satu pendapat baru saya dalam metascience. Saya akan membuktikannya jika anda berkenan. Jika anda ingin menguasai metascience, sering-seringlah bermimpi. 8. Wahyu. Tidak saya bahas.

16 Feb 2001. 10.02 WIB

Selamat Bermimpi. Salam. Hilal Achmar.


XVII. METASCIENCE SANG PEMENANG

Mohon maaf, posting saya memang ditulis dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Saya memang tidak dalam tugas menulis buku bukan? Ini adalah posting yang ke 17.

Semua orang mendambakan menjadi Sang Pemenang dalam segala bidang yang digelutinya. Psikologi menyatakan, bahwa manusia dapat berkembang kesegala arah, dengan persiapan yang matang. Untuk dapat berkembang kesegala arah, kita memang harus menuntut diri kita yang keras-keras…………

Kegagalan, seringkali dialami individu yang tidak keras menuntut dirinya.

Saya ingatkan kembali tentang kapasitas yang dipunyai seorang individu dalam pembelajaran, dan kapasitas diri kita sendiri, dalam mencapai kondisi yang kita inginkan. Saya senang main catur, seringkali menjadi juara, baik perseorangan atau beregu, karena saya mengetahui, dibidang caturlah saya dapat menjadi juara!

Anda tidak perlu bertarung di ring tinju untuk menjadi juara.

Tapi, anda harus bertarung dibidang lainnya, yang memungkinkan anda menjadi juara! Sampai berusia 30 tahun, saya masih bertarung untuk mendapatkan gelar juara catur, terlebih lagi untuk memperkokoh sisi psikologis saya.

Bapak saya menjuluki saya Si Kura-kura. Siapa binatang tercerdik dalam fabel Indonesia? Kancil? Salah. Yang tercerdik adalah kura-kura. Dalam seluruh Fabel tentang Kancil, hanya kura-kura yang dapat menandingi kecerdikan kancil. Inilah kisahnya:

Kancil yang langsing dan cepat, menantang kura-kura untuk balapan lari. Kura-kura setuju. Esok harinya, pertandingan diselenggarakan. Kura-kura berkata pada kancil di garis start, bahwa ia akan berlari di balik semak, karena malu, dirinya sangat lambat (dasar lelet!). Kancil setuju, karena pasti menang! Padahal, banyak kura-kura telah berbaris dari garis start sampai finish. Ketika pertandingan dimulai, kancil lari sekuat tenaga, tapi kura-kura itu selalu muncul didepannya, untuk masuk kembali ke semak. Sampai 10 langkah kancil mendekati finish, keluarlah kura-kura yang berada dibaris  terdepan, 2 langkah dari garis finish. Satu langkah, dua langkah, maka kura-kura melewati garis finish lebih dahulu dari kancil. Kura-kuralah Sang Pemenang. Yang saya ingin katakan adalah:

Untuk menang, Selain Visi dan Misi, Anda Harus Ahli Taktik & Ahli Strategi. Pertarungan Sebenarnya Adalah Pertarungan antara Taktik & Strategi. Itulah Yang Akan Mengantarkan Anda Menjadi  Sang Pemenang.

Salam Strategi. Hilal Achmar

 

 

 

XV. METASCIENCE PENDIDIKAN

Pendidikan yang saya jalani di sekolah/universitas adalah pendidikan science, karena saya selalu memilih bidang eksakta. Yang akan saya titik beratkan, adalah sistem pembelajaran yang efektif dan efisien untuk Global Science, baik itu science maupun metascience. Berikut, akan saya bahas satu demi satu.

1. Belajar Bersendirian Atau Berduaan.

Pada saat saya masih di SD, saya meminta Bapak saya untuk mengajari saya global science, ialah science & metascience, setiap jam 3.00 pagi sampai waktu subuh tiba. Dalam waktu lama, beliau membimbing saya dalam science dan metascience. Beliau ‘mengkloning’ ilmunya kepada diri saya. Waktu SMP, beliau menyediakan buku-bukunya untuk saya baca, dengan cara, meletakkannya di meja ruang tamu, atau meja makan. Pada waktu SMP, saya telah membaca ratusan buku, ratusan novel, dan mulai mengerti dasar-dasar metascience. Yang saya ingin katakan adalah, belajar bersendirian atau paling banyak berduaan, memberi kesempatan kepada pendidik/guru dalam mengkloning pengetahuannya kepada muridnya. Puluhan guru dan dosen saya, tidak pernah berhasil mengkloning banyak pengetahuannya kepada saya, sebanyak Bapak saya mengkloning pengetahuannya kepada saya. Anda pasti setuju. Bukankah Bapak saya menyediakan ratusan buku pilihannya untuk ditransfer dan mengkloningnya pada dada saya?

2. Bertanya Adalah Separuh Ilmu Pengetahuan.

Berkaitan dengan no 1. diatas, belajar bersendirian menyebabkan saya bertanya-tanya secara bebas lepas, tanpa takut ditertawakan, dan menghilangkan sifat hipokritis dalam diri saya. Kalau saya bertanya, dimana sebenarnya Tuhan berada? Dimana Tuhan berada itu sudah separuh pengetahuan, separuhnya lagi, saya sudah mengetahui adanya Tuhan. Itu maksudnya……..

3. Belajar Dengan Pendidik Yang Mengetahui Benar Kapasitas Kita.

Pada waktu kuliah dulu, kelas saya bisa dipenuhi oleh 100-150 orang, dengan satu dosen. Apakah dosen itu mengetahui kapasitas keilmuan masing-masing mahasiswanya? Saya kira pasti tidak, paling hanya mengetahui satu atau dua kapasitas mahasiswanya yang menonjol. Anda fikir ini efektif? Pasti tidak. Saya akan mengilustrasikan, bagaimana belajar berduaan, mencapai hasil yang efisien dan efektif. Pada waktu saya tingkat I atau II di UGM, saya tinggal di Sosrokusuman,  tepat di belakang Yogya Mall. Didepan rumah saya, ada hotel kecil, namanya Hotel Intan. Ada seorang pengayuh becak, namanya Tri, masih muda, sekitar 18 tahunan, sering mangkal di depan hotel itu menunggu penumpang. Pada saat dia menunggu, saya mendekatinya, dan mentriggernya untuk belajar bahasa inggris, saya katakan, dia nanti bisa menjadi guide. Kemudian, sambil menunggu, dia belajar bahasa inggris. Saya selalu mencarinya di depan hotel itu, untuk menyemangatinya. Kemudian dia menjadi guide. Tidak ada setahun, dia telah melanglang ke Paris, Perancis, diajak oleh seorang turis wanita. Dia diajak menikah disana…………………… ……………….Saya mengetahui benar kapasitas yang dipunyai Tri….………………

Selamat Mendidik. Salam. Hilal Achmar.

XIV. METASCIENCE INSTANTA & FOKUS

Antara tahun 80 sampai 90-an, bagi teman-teman yang mengenal saya pada dekade itu, saya mengatakan, Amerika Serikat akan bangkrut. Dunia akan bangkrut, jika kebanyakan manusia tidak lagi fokus pada ilmu-ilmu dasar, lebih fokus pada ilmu praktis. Pada saat saya lulus saat ujian pendadaran, profesor saya berpesan kepada saya, agar saya membaca juga buku ilmu-ilmu praktis. Kemungkinannya: 1. Beliau takut, saya akan menekuni ilmu-ilmu dasar, berhenti pada ilmu dasar, dan tidak memaksimalkan kapasitas yang saya miliki. 2. Beliau takut, saya tidak kebagian mendapatkan harta benda dunia dengan menekuni ilmu-ilmu dasar saja. Yang manapun dari keduanya, beliau benar!

Instanta.

Segalanya sekarang serba instant. Anda mengetahuinya. Dari makanan, pakaian, rumah, pendidikan, apa saja, yang serba instant yang diminati. Mengapa begini, mengapa begitu, tidak lagi diminati. Maksud saya, pembahasan yang lebih detail akan masalah/pekerjaan/pendidikan tidak diminati lagi. Saya fikir, Yogya sebagai gudang ilmu, oleh karena itu, dahulu saya menuntut ilmu disana, saya kira hari ini berkurang peminatnya, dan akan berkurang terus peminatnya. Kedepan, Yogya tidak lagi akan menjadi Kota Pendidikan. Alih-alih dari Yogya akan mengubah dunia, malah Yogya dalam proses dirubah dunia!

Realitas Lampau

Siapa mau peduli kota kelahiran leluhur saya itu? Saya katakan, secara metascience, kita tidak dapat menolong Yogya mencapai kejayaannya kembali sebagai Kota Pendidikan, seberapa keras pun usaha anda. Sebabnya adalah: Yogya sebagai kota pendidikan, adalah realitas lampau. Lebih mudah, Yogya dibawa pada realitas kini, bahwa, ada kerajaan dalam negara republik, atau, realitas kini apapun, yang anda fikir dapat diimplementasikan untuk Yogya. Pendirian Universitas dan Pendidikan instant di Indonesia itulah penyebab Yogya kehilangan pamornya sebagai kota pendidikan. Hasil pendidikan tidak bisa instant. Jika para Guru Besar, Doktor dan Dosen di Yogyakarta, masih fokus mengajarkan ilmu-ilmu dasar, berdampingan dengan ilmu praktis, hasilnya akan dipetik beberapa tahun kedepan, seperti kita memetik hasil, di daerah manapun kita belajar ilmu-ilmu dasar yang kuat.

Hasil Pendidikan Ilmu-ilmu Dasar Yang Kuat.

Universitas Indonesia memantau dan memanggil pulang alumninya yang pernah belajar ilmu dasar di UI, untuk menularkan pada mahasiswa adik-adik kelasnya. Apakah UGM memantau dan pernah memanggil pulang alumninya? Yang saya akan katakan adalah:

Ada banyak realitas dan kebenaran pada individu lain selain yang kita yakini. Kebenaran tidak hanya satu. Dalam persoalan makan siang dimana hari ini, saya punya 3 kebenaran. Anda mungkin punya 5…….

Waktunya makan siang. Salam. Hilal Achmar.

 

XIII. METASCIENCE KESADARAN

Tepi alam semesta berjarak1,23 x 10 pangkat 23 km dari tempat saya menulis posting ini. 10 pangkat 23 artinya angka satu dengan nol sebanyak 23. Itu berguna bagi kesadaran saya. Itu bukan hanya jarak ke tepi alam semesta, ada milyaran galaksi dan benda-benda langit lainnya. Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang, seperti anda dapat saksikan pada malam hari, Milky Way. Menurut besaran, manusia agaknya kecil sekali, atau, jika 7 milyar manusia dimampatkan berbentuk bola, masih sepermilyar titik dibandingkan besaran volume alam semesta. Nyata bahwa, penciptaan alam semesta, jauh lebih sukar dari penciptaan manusia. Galaksi, bintang, bisa dikatakan seperti manusia. Mereka dilahirkan, hidup, mempunyai cahaya sendiri, dewasa, tua, kemudian mati, tidak lagi mempunyai cahaya sendiri.

Kesadaran Akan Alam semesta.

Sebagai pembuka diatas, saya kira cukup untuk meningkatkan kesadaran kita,bahwa, semesta yang kita huni ini, penciptaannya lebih sukar dari penciptaan diri kita. Explorasi manusia terhadap alam semesta, akhirnya berujung pada explorasi manusia pada dirinya sendiri, bahwa dirinya kecil, dirinya bukan apa-apa, dirinya tidak berdaya dan sebagainya.

Kesadaran Akan Adanya Individu Lainnya.

Kesadaran akan adanya 6,5 menuju 7 milyar individu lain selain dirinya, menempatkan manusia berada pada relativitas yang tinggi. Anda kaya dan ganteng/cantik, kalau anda berada di Indonesia. Semakin kaya, dan semakin ganteng/cantik kalau anda pindah ke Benua Hitam Afrika yang miskin. Anda seketika akan jadi orang miskin kalau pindah ke New York atau Tokyo.

Yang memicu kesadaran, masih banyak lagi, seperti kesadaran akan Tuhan, kesadaran akan lingkungan, dan segala kesadaran yang membuat anda menjadi lebih sadar akan diri dan tempat diri anda dalam alam semesta. Kesadaran ini, mengantarkan anda pada aktualisasi diri, yang membuat kita menjadi manusia seutuhnya. Pembahasan lebih jauh, baiklah anda membaca buku-buku psikologi yang banyak beredar.

Yang menjadi bahasan kita adalah kesadaran menurut metascience. Misalnya, kalau kita mengetahui jarak tepi langit, dapatkah kita melintasinya? Kalau kita menyadari adanya Tuhan, dapatkah kita menjumpainya? Kalau kita menyadari adanya individu lainnya selain diri kita, apakah kita mengetahui mereka? Kalau anda berhasil mencapai gelar Prof. Dr., anda akan menjumpai manusia lainnya yang tidak seberuntung anda. Kalau setelah itu anda berharap menjadi kaya, dan kekayaan itu tidak datang-datang, segala usaha menjadi kaya gagal, anda akan menjumpai Tuhan anda. Ini adalah pesan, seperti saya katakan dalam posting saya yang lain.

Kesadaran akan adanya pesan pada saat gagal, setelah banyak mengorbankan uang, waktu, dan tenaga itulah yang selayaknya kita hindari. Maksudnya, kita jangan sering-sering gagal-lah. Yang saya ingin katakan adalah:

Sering-seringlah Menjumpai Tuhan Anda, Sebelum Tuhan Anda Memberi Pesan Bagi Anda.

Salam. Hilal Achmar

XII. METASCIENCE PERADABAN

Untuk metascience peradaban manusia, saya akan mengambil contoh masyarakat dan peradabannya, pada saat Candi Borobudur dibangun, oleh Samaratungga dari Dinasti Syailendra, pada tahun 778 – 856 M, sekitar 1233 tahun yang lalu.

Peradaban, akan saya persempit menjadi kesehatsejahteraan. Saya ingin bertanya kepada anda, terutama, anda yang berasal dari sekitar Candi Borobudur, Magelang, Muntilan, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Solo, Ambarawa, Ungaran. Dari segi apa anda lebih sehatsejahtera dibanding individu yang ada dalam peradaban 1233 tahun yang lalu itu? Keturunan keatas saya juga dari Yogyakarta, jadi saya ikut jawab saja: Saya tidak lebih sehatsejahtera dari mereka. Andapun demikian.

Kalau mereka dihidupkan kembali hari ini disekitar Candi Borobudur dengan setting rumah, jalan dan kondisi lingkungan seperti tahun 778 M, mereka akan katakan, kita lebih sehatsejahtera, mempunyai peradaban yang lebih tinggi. Mungkin, penilaian itu hanya karena kita bisa mengoperasikan handphone!

Yang ingin saya katakan adalah, mereka dulu juga merasa sehatsejahtera, seperti anda merasa sehatsejahtera hari ini! Kondisi mereka pada saat candi selesai dibangun adalah: mereka takjub akan hasil karya mereka, mereka cepat teraktualisasi. Rasa bangga, keadaan ekstasi, tinggi, kesadaran yang meningkat, merasa mampu, merasa dapat berkembang kesegala arah, pendeknya, mereka teraktualisasi sedemikian hebat… Kesultanan Yogya adalah aktualisasi masyarakat dan individunya, yang dapat kita saksikan sampai kini.

Dibanding mereka, kita, kini, apa yang membuat kita teraktualisasi, sehingga, kita teraktualisasi lebih tinggi derajatnya dari mereka?

Keadilan dalam rasa kesehatsejahteraan, diberikan merata bagi seluruh umat manusia, baik yang telah lama berlalu, maupun kini. Peradaban kita hari ini, bukan peradaban yang paling tinggi. 1.000 tahun lagi, peradaban akan jauh meninggalkan peradaban kini. Walaupun demikian, kita merasa paling sehatsejahtera dari segala umat yang lalu.

Individu-individu yang membangun Borobudur telah mengubah dunia, dengan menambah satu keajaiban dunia, sehingga ada tujuh keajaiban dunia yang membuat dunia lebih cantik.

Menurut saya, Zaman Batu belum berakhir, karena batunya masih banyak. Menurut seseorang, zaman batu telah berakhir, dia katakan juga, bukan karena batunya habis! Menurut mereka yang hidup 5.000 tahun lagi, pada tahun 2011, masih termasuk kebudayaan batu!

Saya masih melihat zaman batu pada masyarakat. Dulu mereka pergi ke Candi batu Borobudur yang besar, sekarang pergi ke mall……

Generasi Indonesia Kini: Alih-alih merubah dunia, saya saksikan satu-persatu dirubah dunia……..

Salam Sehatsejahtera. Hilal Achmar.

XI. METASCIENCE: NEAR DEATH EXPERIENCE

Near Death Experience, dalam metascience, mudahnya saja kita definisikan: Pengalaman nyaris, atau mati sesaat. Pengalaman nyaris mati ini kita bagi dua saja. 1. Situasi nyata, dimana seseorang lolos dari maut, yang nyaris merenggut jiwanya. 2. Situasi khayal, dimana seseorang merasa nyaris mati, dalam tempo beberapa detik, atau jam, atau hari kedepan. Pengalaman mati sesaat/suri, kalau anda tertarik saja kita bahas.

Situasi khayal, dimana seseorang merasa nyaris mati, dalam tempo beberapa detik, atau jam, atau hari kedepan.

Pengalaman nyaris mati yang No.1 diatas, tidak saya bahas. Akan saya bahas yang No.2. Situasi khayal, dimana seseorang merasa nyaris mati, dalam tempo beberapa detik, atau jam, atau hari kedepan. Ini kita bagi dua lagi saja. a). Pengalaman Nyaris Mati Yang Menyenangkan dan b). Pengalaman Nyaris Mati Yang Menakutkan. Kita akan membahas yang b).

b). Pengalaman Nyaris Mati Yang Menakutkan.

Kasus pengalaman nyaris mati yang menakutkan, sering diawali individu dengan tindakan: 1. Menarik diri dari pergaulan. 2. Mengurung diri. 3. Rasa takut yang sangat. 4. Tidak dapat berfikir. 5. Tidak berpengharapan. 6. Dada merasa sempit sesak, seperti mendapat beban berat. Dan 7. Merasa akan mati dalam beberapa detik kedepan. Mengenai Near Death Experience yang science, anda dapat membacanya dalam buku yang banyak dipublikasikan atau media online seperti pada: http://en.wikipedia.org/wiki/Near-death_studies.

Sebuah Pesan.

Sekarang, dalam tradisi keluarga saya dan adik-adik saya, kami mengetahui, bahwa pengalaman nyaris mati yang menakutkan, dapat menimpa setiap orang. Bagi kami, masalah itu adalah pesan dari Sumber Kehidupan. Agar kita mendekat kepada-Nya. Segala gejala klinis individu yang dalam keadaan ketakutan yang sangat, karena merasa nyaris mati, hilang dengan sendirinya, jika individu tersebut, mendekat kepada Tuhannya, dan berusaha menapaki jalan-Nya. Yang lebih penting adalah, bagaimana individu menghindari mendapat pengalaman nyaris mati yang menakutkan ini.

Sesiapa yang tidak mau mengikuti jalan Tuhan-Nya, dadanya akan terasa sempit. Seorang individu, yang mempunyai karir yang bagus, mengatakan pada saya, bahwa dia seorang atheis. Kalau dia meneruskan fahamnya itu, sekarang, saya dan anda dapat menentukan, bahwa dia akan/sudah menemui penghidupan yang sulit, dan akan/sudah mengalami pengalaman nyaris mati yang menakutkan…………..

Tidak selamanya kita mempunyai daya untuk mencegah keburukan.

Salam. Hilal Achmar

 

 


Gallery

X. ENERGY METASCIENCE: ANDA DAPAT MENGELILINGI DUNIA DENGAN SEUTAS IJUK.

Contoh mengelilingi dunia dengan sapu, anda dapat menyaksikan film Harry Potter. Ya, film itu dongeng belaka. Yang sedang saya bicarakan dalam beberapa posting metascience adalah realitas. Anda, saya, benar-benar dapat mengelilingi dunia dengan seutas ijuk. Ijuk itu, yang dibuat sapu. Apakah benar demikian? Saya ambilkan beberapa usaha metascience saya, baik yang berupa trigger untuk seseorang, maupun trigger untuk diri saya sendiri.

Kekacauan 1998.

Jatuhnya orde baru dan dimulainya era reformasi. Mulailah demokrasi. Akibatnya? Hampir setiap hari terjadi pemogokan, aksi demo, dan hampir setiap hari juga banyak pabrik yang bangkrut dan tutup. Saya, lebih memilih bekerja di Industri, atau mendirikan perusahaan sendiri, daripada pilihan menjadi dosen. Alasannya, pada masa orde baru, industri dilindungi, dan saya agaknya, dituntun untuk mendalami metascience.

Di pabrik tempat saya bekerja, juga terjadi aksi demo karyawan terhadap perusahaan. Kebetulan terjadi pada divisi saya. Ada 3 divisi, kira-kira jumlah totalnya 6.000 orang. Sudah 2 hari karyawan demo. Saya waktu itu, tidak diajak ikut serta dalam menangani demo tersebut. Beberapa orang Pemimpin perusahaan sibuk menangani demo, sudah jam sekira 16.00 sore, saya melihat, belum ada tanda-tanda demo mereda. Suara riuh-rendah..

Saya menghadap pemimpin tertinggi, yang sedang duduk dimejanya. Saya katakan, saya dapat membuat mereka, ribuan orang karyawan, masuk esok hari. Dengan catatan: Saya sendiri yang menangani demo, dan tidak boleh seorang pun ikut campur.

Jam 23.00 malam, saya mulai berunding dengan pengurus SPSI. Ada 10 tuntutan. Dua tuntutannya adalah: 1. Memperbaiki kondisi mushalla. 2. Tour Karyawan setiap tahun. Saya hanya memenuhi dua tuntutan itu. Tuntutan lainnya, seperti kenaikan uang makan, transport, dan lain-lainnya tidak saya penuhi. Saya mengetahui, karyawan saya tidak kurang suatu yang berarti. Gaji sesuai UMR, take home pay, yang dibawa pulang bisa 2-3 x lipat UMR! Mengapa mushalla saya kabulkan? Karena saya bergerak dalam bidang metascience! Dan santapan rohani manusia, sering banyak didapat di mushalla itu. Mengapa saya mengabulkan tour? Rasa senang. Setelah lelah bekerja………

Apa yang saya ingin katakan: Seringkali, masalah diselesaikan jauh lebih mudah dengan metascience! Mengapa tour? Hanya ada dua perasaan manusia: Senang dan benci. Marah, cinta, kasih, sayang, rindu, iri, dengki, cemburu, gundah, dan segala macam perasaan yang diungkapkan, dapat dimasukkan ke dalam kategori senang atau benci. Kalau anda bekerja dengan begitu banyak orang, dengan sendirinya anda akan menjadi ahli menangani masalah yang timbul dalam segala komunitas. Pada kenyataannya, kami tidak pernah tour kemana-mana. Saya membuat pertunjukan musik di perusahaan, pesta besar. Saya senang, anak-anak, karyawan senang. Saya bahagia menjadi bagian dari mereka. Satu unggkapan dari saya tentang metascience:

Lama saya mencarinya. Yang saya cari, tidak pernah menampakkan diri. Ternyata, yang saya cari, ada dalam diri saya sendiri.

Kalau anda mengenal diri anda sendiri, anda akan mudah mengenal saya, dan seluruh individu lainnya…………

Anda Dapat Mengelilingi Dunia Dengan Seutas Ijuk

Hari yang berat bagi saya, ketika harus memecat seseorang. Hari itu sekitar tahun 1999, saya memecat seorang kolonel purnawirawan yang bertugas sebagai komandan satpam. Dia tidak mau dipecat/PHK, karena memang dia tidak bersalah apa-apa, juga, dia tidak berkelakuan buruk, kelakuannya biasa saja. Saya harus memPHK nya karena suatu alasan keuangan. Ketegangan berlangsung. Saya minta intermezzo. Saya bercerita, bahwa, saat itu, jarang yang mempunyai mobil. Hanya 2% x 200 juta lah = 2.000.000 orang saja yang punya mobil. Lebih jarang lagi yang mempunyai mobil bak atau mobil box.  Saya katakan, bahwa, barang produksi dari pedesaan yang murah, membutuhkan mobil untuk mengangkutnya. Pak Kolonel mendapat daya dari saya. Ia menerima PHK, dengan pesangon yang cukup untuk membeli mobil bak.

Sekira 3 bulan kemudian, dia datang menemui saya. Dia bercerita, dia membeli mobil bak, mengangkut produksi dari pinggiran ke kota. Karena kemudian dia tahu pasar barang produk yang diangkutnya, dia kemudian memproduksi sendiri. Dia katakan, penghasilannya lebih tinggi dari gajinya semasa bekerja. Saya mengucap syukur. Dia membuat segala peralatan yang dibuat dari ijuk! Kini, sudah 12 tahun, entah pabrik apa lagi yang sudah dia dirikan…… Dia akan mengelilingi dunia dengan seutas ijuknya.……..

Trigger dan Keterdesakan, tidak hanya membuat anda dapat bangkit, melainkan terbang!

Contoh yang sangat sederhana. Makin nanti, tentu makin tidak sederhana. Seseorang, sedang menjalani energy metascience yang saya triggerkan kepadanya, mudah-mudahan, dia akan sukses. Saya akan menulis, atas persetujuannya, secepatnya, walaupun dia baru memulai karya dan ciptanya yang baru….

Salam. Hilal Achmar.

Gallery

IX. ENERGY DALAM METASCIENCE

Enegy dalam science anda telah tahu ukurannya, measurementnya, dengan satuan kcal, kilo calori, misalnya. Energy untuk makhluk hidup, didapat dari rantai makanan. Energy ini berasal dari tumbuhan, herbivora, carnivora dan omnivora. Semakin pendek rantai makanan, semakin besar enegy yang tersedia. Energy yang terdapat dalam tubuh kita, dapat hilang sebagai panas, berkurang karena gerak, dan digunakan untuk tumbuh kembang. Sebagian besar energy yang dibutuhkan tubuh kita, berasal dari karbohidrat, sebagian dari lemak dan protein.

Energy dalam metascience, apakah anda tahu ukurannya, measurementnya? Rantai energynya? Dan digunakan untuk apa? Saya akan memberikan ilustrasi.

Energi Tempat Dan Kondisinya.

Pada waktu SMA dulu, katakanlah di SMA III Yogya, menjadi tempat dan hari-hari yang menyenangkan dari kehidupan remaja anda. Setelah dewasa, anda pergi ke kota lain dan bekerja disana. Ketika suatu ketika anda berlibur ke Yogya, dan melewati SMA III itu, mata anda seperti melamum memandang gedung SMA III itu, kenangan berkelebat, dari kawan sampai guru. Walaupun anda telah berusia 50 tahun, anda akan merasa seperti berusia 17 tahun. Anda dapat menerka apa yang saya akan katakan? Yang saya ingin katakan adalah: Dengan teknik memandang tidak fokus (misal memandang gedung SMA III itu tadi), dengan pandangan seperti melamun, anda membangkitkan energy metascience yang ada dalam diri anda, yang dipacu oleh wujud gedung sebagai trigger, membangunkan dan mendayagunakan energy metascience anda, sehingga anda merasa berumur 17 tahun! Seringlah berlatih membangkitkan energy metascience anda, untuk menguatkan ruhani anda. Energy ruhani anda akan bekerja.

Daya Gerak Energy Metascience.

Ketika energy usia 17 tahun itu ready for use dalam diri anda, anda mulai menginginkan suatu reuni SMA III itu. Maka terjadilah reuni. Karena tidak dapat mengaktualisasikan diri kita pada reuni dengan waktu yang singkat itu, energy itu memacu diri anda untuk membuat anda online pada social network, maka, yang gaptek pun mempunyai fb kesayangannya. Anda dapat menerka apa yang ingin saya katakan? Yang ingin saya katakan adalah, anda meyakini realitas anda sendiri, yang ternyata, pasti keliru. Kawan-kawan anda itu, bukan kawan anda yang dulu! Anda pun, bukan anda yang dulu ketika berumur 17-an! Anda tidak pernah mendaki gunung yang sama. Sungai dan airnya telah berubah. Dulu gunung itu belum meletus, sekarang sudah meletus……..

Tentu, daya gerak energy metascience dapat diarahkan kepada pekerjaan produktif. Baik energy itu berasal dari diri anda sendiri, dan anda sendiri yang membuat energy itu bekerja, atau, anda mendapatkan triggernya dari individu lain. Pembahasan akan saya buat di posting lainnya.

Saalam. Hilal Achmar

VIII. TI / TEKNOLOGI INFORMASI DAN METASCIENCE

Semua orang sekarang menggunakan Teknologi Informasi, termasuk anda dan saya. Dengan teknologi, informasi menjadi mudah tersebar. Saya membagi teknologi informasi menjadi dua bagian saja untuk sementara: 1. Segi Teknologinya. 2. Segi Informasinya.

1. TEKNOLOGI: Kita melihat sekarang, untuk teknologi informasi, banyak orang bekerja untuk mengembangkan, memiliki dan meneliti teknologinya sendiri, bukan informasinya! Apa yang banyak dipunyai banyak orang? Salah satunya adalah Handphone, sebagai salah satu kemajuan industri TI. Sebenarnya sangat menggembirakan. Saya menggunakan waktu jeda dengan equipment IT.

2. INFORMASI: Informasi inilah substansi yang dimudahkan oleh IT equipment, untuk di-storage, di-share, di-edit, dan disebarluaskan secara umum atau terbatas. Dalam metascience, yang terpenting adalah substansi informasinya, bukan teknologinya. Informasi dalam metascience sementara, kita bagi dalam 2 bagian besar. a. Informasi Alam Semesta Rendah. b. Informasi Alam Semesta Tinggi. Mohon maaf, saya bukan dukun atau supranaturalis. Saya bekerja dalam bidang metascience.

a. Informasi Alam Semesta Rendah: Informasi alam semesta rendah ialah, segala macam informasi yang ada di alam semesta tempat kita tinggal. Informasi itu bisa berupa berita yang sederhana, misalnya saya menulis status di fb: Meeting……….. Dan dapat juga informasi yang lebih rumit, misalnya hukum-hukum fisika, kimia dan biologi. Informasi dari dan hanya untuk alam semesta ini masuk dalam bagian science, oleh karenanya bisa salah dan bisa benar. Juga, bisa benar dalam satu kondisi dan situasi, tetapi bisa salah dalam satu kondisi dan situasi yang lain. Waktu juga besar pengaruhnya bagi benar salahnya suatu informasi. Maka dapat dikatakan, informasi dari alam semesta rendah bersifat relatif.

b. Informasi Alam Semesta Tinggi: Informasi alam semesta tinggi ialah, segala macam informasi yang ada di alam semesta tinggi, yang bukan tempat kita tinggal. Informasi itu bisa berupa berita yang sederhana, misalnya mimpi yang benar, dan dapat juga informasi yang lebih rumit, misalnya intuisi, yang dapat memecahkan hukum-hukum fisika, kimia, biologi atau cabang dari kelompok science besar tersebut, yang sebelumnya mengalami kebuntuan. Cara yang lebih sederhana dalam bekerja, termasuk dalam informasi yang berbentuk intuisi. Itulah sebabnya, mengapa anda dapat mengerjakan pekerjaan yang sama, dengan cara yang lebih mudah dari individu lainnya. Informasi dari alam semesta tinggi ini masuk dalam bagian meta science, oleh karenanya kebenarannya pasti. Tidak terpengaruh pada satu kondisi , situasi, tempat dan waktu.  Maka dapat dikatakan, informasi dari alam semesta tinggi bersifat mutlak. Masalahnya adalah, bagaimana kita dapat menginput informasi dari alam semesta tinggi, sebagai tambahan ilmu pengetahuan untuk kita? Apakah intuisi itu, kadang-kadang saja datang, kali lain, tidak datang-datang, sehingga, song writer mandek, tidak bisa lagi membuat masterpiece dalam karya berikutnya? Kita berencana, membuat intuisi itu memberi informasi ketika kita butuhkan, seperti kita menekan tombol saklar on tv, untuk segera mendapat informasi.

Kita akan membahas, bagaimana kita dapat mengakses informasi dari alam semesta yang lebih tinggi, seperti dengan mudahnya kita menekan saklar on tv, untuk segera melihat informasi yang berupa gambar/video dan suara/audio dari stasiun pemancarnya. Marilah kita membahas satu persatu:

1. Waktu yang tepat untuk mengakses informasi dari alam semesta tinggi.

2. Cara mengakses informasi.

3. Syarat mengakses informasi.

4. Pengakuan akan keterdesakan

5. Keterpaksaan untuk mengakses informasi

6. Penitian link informasi.

7. Kebahagiaan dan Keberhasilan dalam pencapaian pengaksesan informasi dari alam semesta yang lebih tinggi.

Saya meyakini, bahwa setiap individu, sekali dalam hidupnya, pasti pernah mendapat intuisi, baik disadari, atau tidak disadari, baik informasi dari intuisi itu digunakan atau tidak. Begitu juga saya meyakini, bahwa, setiap individu, pasti datang pada dirinya sesuatu yang besar, yang secara logika, tidak mungkin datang menghampiri anda. Mohon anda terangkan kepada saya, perkara besar yang datang pada diri anda itu, yang tidak dapat anda terangkan secara scientifik, apakah anda tidak akan terangkan selamanya? Ataukah, anda akan mencari keterangannya dari metascience? Misalnya, perkara besar tentang perkawinan, kekayaan, kepribadian dan lain-lainnya. Waktu saya sekolah di SMA III Yogyakarta, saya ingin mempunyai istri berdarah keraton yogya, bule, dan manado. Kalau saya ceritakan waktu SMA dulu, pasti saya akan ditertawakan 3 hari 3 malam. Masakan ada ningrat bule dan manado. Saya biarkan dan menjaga ‘peta’ itu sampai saya lulus SMA dan PT.  Peta itu akhirnya menunjukkan saya cara mencapainya……..

Yang saya ingin tekankan adalah, buatlah suatu peta, baik peta kekayaan, cinta, kepribadian, kedudukan, pangkat dan derajat yang anda inginkan. Carilah intuisinya dengan tujuh jalan diatas, dan anda akan menikmati kebahagiaannya, tidak peduli seberapa muda dan seberapa tuanya kita. Untuk memacu intuisi saya, silakan tinggalkan pesan anda disini. Semoga Berbahagia dan Sejahtera Untuk Anda Sekalian. Salam.

VI. SPIRITUAL HARI INI

Spiritual mewujud dalam bentuk trend dalam masyarakat dan komunitas.

Spiritual itu science atau metascience? Jika spiritual adalah metascience, kemudian saya mempelajarinya secara ‘science’, ada benarnya, sayangnya, ada juga tidak benarnya. Kalau spiritual adalah ‘science’, maka kajian bidang spiritual cukup pada science saja. Timbul masalah baru, jika spiritual adalah ‘metascience’. Spiritual yang science, sudah marak kita saksikan dalam masyarakat/komunitasnya masing-masing. Kajiannya, banyak, komunitasnya banyak, ritualnya tidak terhitung, pakaiannya warna-warni, aneka ragam, segala trend dipadupadankan. Spiritual yang berkembang di dunia, mengikuti local genius dalam bidang spiritual pada era lampau sekali. Marilah kita membahasnya dengan bahasa kita sehari-hari. Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk karya ilmiah, harap anda juga maklum akan keterbatasannya.

Spiritual Hari Ini.

Jika masyarakat atau suatu komunitas menjalani kehidupan dengan memasukkan unsur spiritual dalam kehidupannya, artinya adalah, mereka mengikuti seorang atau beberapa orang local genius yang hidup pada masa lampau sekali. Yang akan saya bahas adalah, apakah mereka benar-benar mengikuti ‘Ajaran Sang Local Genius’, atau mereka sedang mengikuti trend dalam masyarakat, kemudian individu tersebut, atas dorongan dirinya, atau lingkungannya, atau supaya dianggap orang baik, kemudian mengikuti trend ‘Hidup Penuh Dengan Spiritualitas’. Valid kalau spiritualitas adalah science belaka. Menjadi tidak valid, kalau spiritualitas adalah metascience.

Saya berpendapat, spiritualitas adalah metascience. Anda tidak percaya pada metascience juga tidak apa-apa. Sepak Bola itu science atau metascience? Science? Benar! Ada akademinya! Metascience? Benar! Banyak pemain yang berdo’a sebelum bertanding, dan menunjuk langit ketika memciptakan goal. Apakah hal ini diajarkan pada akademi, menunjuk langit ketika menciptakan goal? Tidak. Kalau ada dosen yang mengajari menunjuk langit, pasti ditertawakan. Yang saya ingin katakan adalah, metascience tidak banyak diajarkan pada segala bidang ilmu dan kehidupan. Pada fakultas ekonomi, mahasiswa belajar economic science, yang meta tidak ada kuliahnya. Manusia, dengan tertatih-tatih kemudian mempelajari metascience, meniru-niru, trial & error, kemudian hasilnya banyak salahnya daripada benarnya.

Kemudian… luluslah mahasiswa ekonomi itu menjadi sarjana ekonomi. Mendirikan perusahaan, kalau ada modal, selamatan, agar perusahaan berdiri terus (saran:jadilah tukang cukur…), uncang-uncang kaki dapat uang (saran: jadilah tukang jahit…), berdo’a siang dan malam. Metascience? Ya. Bagaimana perusahaan itu dapat sukses dan berkembang, secara metascience tidak pernah diajarkan. Makanya sarjana itu meniru saja ritual yang pernah dilakukan oleh masyarakatnya. Saya akan membahas yang seperti itu, misalnya, bagaimana perusahaan dijalankan oleh science dan metascieence.

Bahasan metascience harini, yang saya cuplik dari makalah-makalah saya meliputi bahasan:

1. Metascience dalam keseharian. 2. Pencarian metascience. 3. Sumber-sumber metascience. 4. Metascience dalam bidang berurutan: 5. sosial, 6. ideologi, 7. politik, 8. ekonomi, 9. budaya, 10. pendidikan, 11. psikologi, 12. Agama, 13. Perkawinan & Perceraian, 14. Spiritual, 15. Global Science, 16. Gaya Hidup, 17. Ya… masih banyak lagi….

Seperti saya katakan, saya tidak akan menulis hal yang tidak bermanfaat, atau tidak dibutuhkan. Jika anda tertarik, kirim email anda kepada saya, atau tulislah comment, yang saya dapat berinteraksi dengan anda secara scencetech, atau malahan berinteraksi secara metascience? Salam.

Akan saya bahas kemudian.

V. PENGAKUAN METASCIENCE DALAM HUMAN BEHAVIOUR

Tingkahlaku manusia, secara metascience, mudah dipelajari. Singkatnya, ada dua golongan besar saja tingkahlaku manusia: 1. Baik. 2. Buruk. Lebih jauh tentang tingkahlaku, yang menyebabkan tingkahlaku anda menjadi baik, silakan anda merujuk pada science filsafat, psikologi, atau psikiatri yang telah banyak beredar textbooknya. Membicarakan science tingkahlaku manusia, bukan inti bahasan kita kali ini. Yang kita akan bahas adalah, human behaviour menurut metascience.

HILAL AXIOMA: TINGKAHLAKU YANG BAIK, HANYA DIDAPAT PADA INDIVIDU YANG SEHAT SEJAHTERA.

Ini axioma saya. Bantahan bisa saja terjadi, baik datang dari science, maupun metascience sendiri. Bagaimana bisa, individu yang jelas-jelas terlihat tidak sehatsejahtera, mempunyai tingkahlaku yang baik? Menurut axioma ini, kita akan sia-sia saja, jika ingin merubah tingkahlaku yang buruk dari individu / masyarakat, kalau individu-individunya belum sehatsejahtera!

Secara science, agar mereka sehatsejahtera misalnya: Berikan segala bantuan, sediakan mereka lapangan pekerjaan, dirikan pabrik padat karya, berikan pelatihan praktis, beri pengetahuan tentang kerja, lapangan kerja dan kesehatsejahteraan.Secara metascience, agar mereka sehatsejahtera misalnya: Kita menganjurkan mereka untuk memberikan bantuan kepada individu lain, baik berupa tenaga, fikiran, uang, atau waktu. Kira-kira saja, apa yang terjadi? Dari 1.000 individu, anda beruntung, kalau 1 individu saja mengikuti saran anda, agar diri mereka sehatsejahtera. Ini membuktikan bahwa, pada individu yang tidak beruntung dalam kesehatsejahteraan, hampir tidak ditemui adanya tingkahlaku yang baik.

Sekarang, secara metascience, kita akan menganjurkan, sekelompok individu yang kelihatannya sehat sejahtera, agar lebih sehatsejahtera lagi, dengan jalan menolong individu lain yang kurang beruntung. Kira-kira saja, dari 50 orang kawan anda dan anda, berapa yang mau menolong? Ya, sekira 1 atau 2, atau 5 orang pasti mau.

Begitulah alasannya, mengapa orang kaya, bertambah kaya, karena mereka bertingkahlaku baik. Memberi adalah salah satu jalan menjadi sehatsejahtera dalam metascience, hukumnya harus! Sehatsejahtera, adalah dasar dari segala tingkahlaku yang baik. Menjadi sejahtera dengan jalan metascience, saya fikir, dibahas tersendiri.

II. METASCIENCE: DULU, KINI DAN ESOK

Metascience saya akui, sangat lambat perkembangannya. Kira-kira 5.000 tahun yang lalu, spiritual mulai dijalani umat manusia. Pada zaman itu kehidupan spiritual pertama yang dicatat dalam sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya. Itulah zaman Nabi Adam As, beserta Istri dan keluarganya. Kisah spiritual ini, dimengerti oleh pemeluk agama-agama yang bersumber dari Kitab Suci yang bersifat ‘Langit’.

Metascience: Dulu

Dulu, keluarga Nabi Adam As, anak-anaknya, saya rasa mengerti benar bahwa, tidak ada manusia lengkap pengetahuan, yang lebih ‘tua’ dari bapak dan ibu mereka. Bahwa, bapak mereka begitu saja ada itu, yang menciptakan adalah Tuhan. Maka, kehidupan spiritualitas berlangsung. Semua agama langit mengerti, bahwa spiritualitas itu, berjalan sampai hari ini, dengan tambahan, pengurangan dan penyesuaian tata cara berkehidupan. Dalam kisah Nabi Adam As, kita mengerti, bahwa informasi yang berkaitan dengan metascience dan spiritualitas yang disampaikan Nabi Adam As kepada anak-anaknya, tidak semua dapat dicerna akal anak-anaknya. Misalnya pelajaran tentang berkurban. Qabil berkurban yang jelek-jelek. Habil yang bagus-bagus. Qabil mengetahui cara mengubur dari pelajaran yang diberikan burung, bagaimana cara mengubur, yaitu memendam dalam tanah. Kisah ini sekali lagi telah diketahui banyak orang. Saya hanya ingin memberikan second opinion, bahwa kisah yang sederhana itu, yang berasal dari keluarga dimana asal-usul kita dimulai, dimulai juga kehidupan spiritual manusia, yang bukan fisik belaka.

Metascience: Kini

Metascience kini pada hari ini, perkembangannya sejak Nabi Adam As, memang lambat sekali. Pesan berkurban itu, yang memberi sedikit saja dari yang kita punya, keadaannya juga masih seperti zaman Nabi Adam As. Maksud saya, jarang juga orang yang mau berkurban. Padahal pesan itu, dari dahulu, sampai sekarang masih menggema dan digemakan, maksudnya, masih terus diajarkan pada sekolah, atau ceramah-ceramah keagamaan berbagai agama. Saya mengetahui, bahwa sedikit saja manusia yang benar-benar memahami dan menjalankan pesan yang disampaikan untuk ruhaninya, dalam kehidupan masyarakat dunia hari ini. Orang yang tidak mau berkurban untuk saudaranya sesama manusia yang membutuhkan pertolongan, karena orang itu tidak mengetahui dan faham manfaatnya.

Saya hanya fokuskan pada berkurban untuk bahasan metascience kini. Hari ini, terus digemakan, bagaimana orang sebaiknya berkurban. Stasiun TV memberi andil besar dalam menyebarkan faham spiritualitas ini. Kalau anda berkurban, hasilnya akan kembali kepada anda dengan berlipat ganda. Maka, berbondong-bondonglah orang berkurban. Untuk menyebarkan faham, audio visual, TV, paling unggul. Tapi kita tidak bisa menyebarkan faham metascience hari ini di TV bukan? Ya. Tidak populer, tidak mencapai rating, tidak banyak yang mau pasang iklan.

Kita mempunyai saluran TV yang banyak menayangkan tayangan metascience bidang spiritual, yaitu DAAI TV. Ini bukan iklan. Saya tidak ada hubungannya dengan DAAI, juga DAAI tidak pernah ada iklannya………. Ada yang mau berkorban dibelakangnya. Ada hasil yang tidak kita lihat, tapi mereka ‘melihat dan menyaksikan’ hasil pengurbanan mereka. Hasil implementasi spiritual dalam kehidupan, bisa instan segera, bisa juga memerlukan waktu. Manusia kini menginginkan yang serba instant, salah satu sebab, mengapa kehidupan spiritual agak menjauh dari kehidupan umat manusia. Ternyata hobby manusia yang jarang terungkap adalah: Hobby Membuat Dirinya Tergesa-gesa.

Metascience: Esok

Metascience esok hari akan terus merosot keberadaannya dalam bidang ilmu. Keberadaan metascience esok hari, bergantung keadaan keluarga kita hari ini. Pada generasi mendatang, ketika spiritual mencapai titik terendahnya, ketika berbagai pemimpin spiritual dan keagamaan sudah tidak punya ilmu, karena jalur keluarga mereka tidak terdapat tradisi turun-menurunkan ilmu, mereka sudah sangat alim kalau bisa mengatakan pelajaran atau berpidato, atau berkhutbah seperti ini:

“Saudaraku sekalian, dahulu, saya mendengar dari kakek-kakek saya, kata mereka,  Tuhan adalah Allah.”

Bukankah saya telah mengajak anda menembus waktu berabad-abad mendatang? Jika anda dapat membayangkan, anda berada pada masa abad mendatang itu, dan dapat merasakan bagaimana pengetahuan akan Tuhan telah musnah, atau hanya tinggal sedikit saja diketahui, seperti pidato/khutbah diatas, maka anda berbakat mempelajarinya.

Dengan Kenangan, Anda Dapat Menembus Waktu Ke Belakang. Dengan Daya, Anda Dapat Menembus Waktu Ke Depan, Berabad-abad Ke Depan……

Salam. Hilal Achmar.