48. HUMAN COMMUNICATION

Two  Language Version . English Version: At The Top Of Page. For Indonesian Version see below of page( Untuk Bahasa Indonesia lihat bagian bawah halaman Tks.)

After you read a lot of communication science, both political communication, company, or others who are circulating the information, then such metascience posts ago, I would write about the basic communication.

The good We Communicate anyway, With Which We Learn Communication Science, Not Forever What We Think and Communicate understood by others.

I would classify the basis of communication among people with other people, which can be interpreted also among the group with other groups, organizations with other organizations or from country to country.

A. Communication Between People With Definitely True Knowledgeable To People With Definitely True Knowledgeable

It’s rare you see in everyday communication. This communication is not ‘busy’, not colored the debate, they must seek truth in the content of communications. In the end, which is communicated / informed by the transceiver (providing information) understood by the receiver (receiving information), and the information that must be accepted as true. As an illustration:
A: Apparently, to achieve happiness, we often have trial or test and have to make sacrifices. (Definitely true).
B: Yes, more sacrifice, the higher the level of happiness gained. (Definitely true).
The result is the transfer of information that must be true.

2. Communication Between People Who Not Definitely True Knowledgeable To  People Definitely True Knowledgeable

A: Not good to be a leader, would be subject to criticism. (There is definitely true).
B: People do not become a leader, a regular employee, have never done a big crime, nor is criticism? (Definitely true).

3. Communication Between People Who Not Definitely True Knowledgeable, With People Who Not Definitely True Knowledgeable

A: There is no point in school.
B: Yes. Many scholars are unemployed!

4. No Communication.
A and B sit side by side, can place in a city park, library, or anywhere else, the situation is conducive to communicate, whether they have been known, was a trip with a lover, or do not know at all.
A:
B:
The result: the tension between them.

Once we understand the above communication, then we realize that communication is a useful communication with the person / group / state of knowledge definitely true. What I will say what is
Communication To Parents Or Some Parties Without The Presence Of People Or Parties Definitely True, Not Completely Raises Benefits!

four points above about, can be applied in our families, in different phases of growth of children, from toddlers, children, adolescents, adults to old. You have been or will be parents of your children, that is, you must be a definitely truth in hand. You can not implement democracy to your child, teen, or even to anyone, if they are still at the level of not definitely true.
What Happens, When Authority in the Family Not Having definitely true knowledgeabe to communicated? First There Is a Weak Family / States, and the more pathetic the Second: Being a Family / Failed State!

Juni 2012. Hilal Achmar.

I am Sorry, not yet finished. One more thing, what I communicated at my blog is my understanding, I am not responsible for your understanding. 😀

19 Juni 2012. 21:15. Hilal Achmar

48. KOMUNIKASI MANUSIA

Setelah anda membaca banyak buku ilmu komunikasi, baik komunikasi politik, perusahaan, atau yang lainnya yang banyak beredar informasinya, maka seperti posting metascience yang lalu, saya akan menulis tentang hakikatnya.

Bagaimanapun Baiknya Kita Berkomunikasi, Dengan Ilmu Komunikasi Yang Kita Pelajari, Tidak Selamanya Apa Yang Kita Fikirkan Dan Komunikasikan Dimengerti Orang Lain.

 

Saya akan mengklasifikasikan sifat komunikasi antar orang dengan orang lainnya, yang dapat diartikan juga antara kelompok dengan kelompok lainnya, organisasi dengan organisasi lainnya atau negara dengan negara lainnya.

  1. Komunikasi Antara Orang Berilmu Pasti Benarnya Dengan Orang Berilmu Pasti Benarnya.

Ini jarang sekali anda lihat dalam komunikasi sehari-hari. Komunikasi ini tidak ‘ramai’, tidak diwarnai perdebatan, mereka mencari isi komunikasi yang pasti benarnya. Pada akhirnya, yang dikomunikasikan/diinformasikan oleh tranceiver (yang memberi informasi) dimengerti oleh receiver (penerima informasi), dan diterima sebagai informasi yang pasti benarnya. Sebagai ilustrasi:

A: Ternyata, untuk mencapai kebahagiaan, kita sering mengalami cobaan atau ujian dan harus berkorban. (Pasti benarnya).

B: Benar, semakin banyak berkorban, semakin tinggi tingkat kebahagiaan yang didapat. (Pasti benarnya).

Hasilnya adalah pelimpahan informasi yang pasti benarnya.

  1. Komunikasi Antara Orang Yang Tidak Berilmu Pasti Benarnya Dengan Orang Berilmu Pasti Benarnya.

A: Tidak enak jadi pemimpin, pasti jadi sasaran kritik. (Tidak pasti benarnya).

B: Orang tidak jadi pemimpin, pegawai biasa, tidak pernah berbuat kejahatan besar, dikritik juga bukan? (Pasti benarnya).

  1. Komunikasi Antara Orang Berilmu Tidak Pasti Benarnya Dengan Dengan Orang Berilmu Tidak Pasti Benarnya.

A: Tidak ada gunanya sekolah.

B: Iya. Sarjana banyak yang nganggur!

  1. Tidak Ada Komunikasi.

A dan B duduk berdampingan, tempat bisa di taman kota, perpustakaan, atau dimana saja, yang situasinya kondusif untuk berkomunikasi, baik mereka telah kenal, sedang tamasya bersama kekasih, atau belum kenal sama sekali.

A:

B:

Hasilnya: ketegangan diantara keduanya.

Setelah kita mengerti tentang komunikasi diatas, maka kita menyadari bahwa komunikasi yang bermanfaat adalah komunikasi dengan orang/kelompok/negara, yang berilmu pasti benarnya. Yang saya akan katakan adalah:

Komunikasi Kepada Orang Atau Beberapa Fihak Tanpa Kehadiran Orang Atau Fihak Yang Pasti Benarnya, Sama Sekali Tidak Menimbulkan Manfaat!

Empat butir Metakomunikasi diatas, dapat diterapkan dalam keluarga kita, dalam berbagai fase pertumbuhan anak, yaitu dari balita, anak-anak, remaja, dewasa sampai tua. Anda sudah atau akan menjadi orangtua dari anak-anak anda, artinya, anda harus menjadi fihak yang pasti benarnya. Bukankah anda tidak dapat berdemokrasi kepada anak anda yang balita, kepada anak remaja, atau bahkan kepada anak anda yang sudah menjalani fase kedewasaan sekalipun, jika mereka masih berada pada tingkat ilmu yang tidak pasti benarnya.

Apa Yang Terjadi, Jika Otoritas Dalam Keluarga Atau Negara Tidak Mempunyai Ilmu Yang Pasti Benarnya Untuk Dikomunikasikan? Yang Pertama Terjadi Adalah Keluarga/Negara Lemah, Dan Yang Lebih Mengenaskan Yang Kedua: Menjadi Keluarga/Negara Gagal!

Selamat Berkomunikasi. Salam  Dari Gogol Supaya Jangan Gagal. Hilal Achmar

Maaf, belum selesai. Satu lagi,

Apa yang saya komunikasikan pada semua posting saya adalah pemahaman saya, saya tidak bertanggungjawab terhadap pemahaman anda. 😀

19 Juni 2012. 21:15. Hilal Achmar

Advertisements

2 thoughts on “48. HUMAN COMMUNICATION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s