47. PEMBANGKIT ENERGI POTENSIAL

Sekarang kita akan membicarakan tentang Pembangkit Energi Manusia. Kita akan mulai dari  instabilitas atau ketidak seimbangan, boleh juga kita artikan ketidak mapanan. Marilah kita mengingat sekilas pembahasan terdahulu, bahwa, segala sesuatu, baik manusia, hewan atau tumbuhan, mencari tempat berkumpulnya yang spesifik. Manusia sering merekayasa tempat berkumpul hewan dan tumbuhan, disamping mencari, membentuk dan merekayasa tempat berkumpulnya sendiri.

Kalau individu sakit, misalnya sakit yang berhubungan dengan tulang, maka individu tersebut akan ke dokter spesialis orthopedi di suatu rumah sakit. Apa yang dialami, ternyata banyak orang yang sakit tulang, berkumpul di ruang tunggu. Apa yang dialami kemudian? Individu tersebut akan merasa lebih kuat, bahkan lebih sehat, dan menimbulkan harapan untuk sembuh yang lebih besar dari sebelumnya. Energinya membangkitkannya. Kemudian dia berencana: Kalau sembuh, saya mau beramal, mau mendekat kepada sesama manusia dan memberi kebaikan lebih banyak lagi, dan saya akan bekerja lebih giat lagi. Sebelumnya apa yang dia rasakan? Ketidak seimbangan, kerjanya terganggu, kesempatan yang hilang, dan merasa tak berdaya karena penyakitnya. Apa sih yang saya akan katakan sebenarnya?

Ketidak Seimbangan Manusia, Pada Akhirnya Mengaktifkan Energi Potensial Yang Sangat Besar Yang Berada Dalam Dirinya.

Keadaan ini berlaku bagi seorang individu, kelompok individu, organisasi atau negara atau kelompok negara. Jadi, individu yang sakit diatas, dan tidak seimbang, berencana akan mengelola hidupnya lebih baik lagi kedepan. Ketidak seimbangan yang menimpa manusia dapat berupa: sakit, tidak punya uang, putus cinta, bercerai, karir yang mandek, rumah tangga yang kacau dan lain lain. Sama juga dengan negara: tidak punya uang, tidak punya sahabat negara-negara yang membantu agar menjadi negara maju, birokrasi yang kurang baik, pegawai yang tak mempunyai motivasi dan inovasi dan lain lain. Dengan adanya ketidak seimbangan, maka individu atau negara, akan berusaha menyeimbangkan dirinya, dengan modal energi potensial yang awalnya ‘diam’ saja saat individu/negara masih seimbang.

Energi Adalah Sumber Tenaga Yang Netral.

Maksud saya adalah, energi bisa kita gunakan untuk kejahatan, ialah energi yang digunakan untuk tindakan yang tidak pasti benarnya. Demikian juga energi dapat digunakan untuk menghasilkan kebaikan, ialah tindakan yang pasti benarnya.

Misalnya energi yang terdapat dalam bensin, dapat dipakai untuk kejahatan dan kebaikan. Bahan bakar minyak, gas, matahari, sungai, laut, angin, semuanya mengandung energi, tetapi mereka tidak pernah menggunakannya untuk bertindak demi kepentingan apapun yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Bensin mempunyai energi, tapi si Bensin sendiri tidak dapat menggunakannya.

Enegi Tidak Dapat Merekayasa Tindakan Apapun Untuk Dirinya Sendiri, Baik Energi Yang Terbarukan, Maupun Energi Yang Tidak Terbarukan.

Itu juga berlaku bagi energi yang ada dalam tubuh, yang disimpan dalam hati, yang berhubungan dengan ATP, adenosine triphosphate, yang berhubungan dengan rangkaian Creb’s Cycle. Andalah yang menggunakan energi itu, apakah akan dipakai untuk kebaikan, atau keburukan. 1. Saat ini, dari ratusan pilihan penggunaan energi, saya menggunakan untuk menulis posting ini. 2. Atau, nun disana, sekelompok manusia sedang menggunakan energinya dengan demo dan berorasi. 3. Sedang nun jauh disana, negara-negara Arab, Israel, dan USA, sedang menggunakan energinya untuk perdamaian atau perang. Kita bahas satu persatu, apa dan mengapanya:

  1. Mengapa saya menulis posting, itu karena saya merasa tidak seimbang, kalau pencarian saya dan apa yang saya temukan, saya gunakan sendiri. Saya merasa seimbang jika anda juga mengetahui hasil pencarian saya.
  2. Mengapa sekelompok orang berdemo dan berorasi, karena mereka merasa tidak seimbang, mungkin dalam penilaian keseimbangan kesejahteraan antara rakyat dan penguasa.
  3. Mengapa negara Arab, Israel dan USA, dalam proses perjanjian perdamaian atau mungkin proses perang, karena masing-masing negara merasa tidak seimbang. USA merasa tidak seimbang kalau belum menguasai energi minyak, Israel merasa tidak seimbang, karena jumlahnya kecil, dan banyak dimusuhi, Dan negara-negara Arab, sadar bahwa demokrasi cepat atau lambat, akan meruntuhkan kekuasaan penguasa saat ini, karena menghasilkan ketidak seimbangan dalam masyarakat. Yang ingin saya tekankan adalah:

Ketidak Seimbangan Adalah Pembangkit Energi Manusia Utama.

Sekali lagi saya katakan, bahwa ketidak seimbangan dalam rumah tangga, perusahaan yang omsetnya turun, karir yang mandek, kemarahan, kebencian, dan segala ketidak seimbangan, selalu diiringi dengan bangkitnya energi potensial yang tadinya ‘diam saja’ dalam diri anda.

Energi Potensial Yang Bangkit Itu, Harus Anda Manfaatkan.

Ya, energi potensial itu segera anda manfaatkan, untuk memperbaiki rumah tangga, perusahaan yang omsetnya turun, karir yang mandek, kemarahan, kebencian, dan segala ketidak seimbangan yang saya tulis diatas. Kalau anda tidak segera memanfaatkan energi potensial itu, energi itu akan ‘diam lagi’ pada diri anda.

Jika Anda Sering Memanfaatkan Energi Potensial Yang Bangkit, Anda Akan Terkesan Sebagai Individu Yang Dinamis.

Jika Anda Sering Melewatkan Energi Potensial Yang Bangkit, Anda Akan Terkesan Sebagai Individu Yang Statis.

 

Sekianlah. Tulisan ini sudah berjalan di jalur pada hakekatnya saya kira. Selamat Membangkitkan dan memanfaatkan Energi Potensial anda.Sekali lagi, anda harus cepat memanfaatkan energi potensial yang besar yang ada pada diri anda. Anda akan dihadiahi dengan kehidupan yang dinamis.

Salam Dinamis, Memilih Hidup Kok Ya Yang Statis……  Yang Dinamis Napa! Salam Hilal Achmar.

16 Juni 2012. 05,47

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s