II. METASCIENCE: DULU, KINI DAN ESOK

Metascience saya akui, sangat lambat perkembangannya. Kira-kira 5.000 tahun yang lalu, spiritual mulai dijalani umat manusia. Pada zaman itu kehidupan spiritual pertama yang dicatat dalam sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya. Itulah zaman Nabi Adam As, beserta Istri dan keluarganya. Kisah spiritual ini, dimengerti oleh pemeluk agama-agama yang bersumber dari Kitab Suci yang bersifat ‘Langit’.

Metascience: Dulu

Dulu, keluarga Nabi Adam As, anak-anaknya, saya rasa mengerti benar bahwa, tidak ada manusia lengkap pengetahuan, yang lebih ‘tua’ dari bapak dan ibu mereka. Bahwa, bapak mereka begitu saja ada itu, yang menciptakan adalah Tuhan. Maka, kehidupan spiritualitas berlangsung. Semua agama langit mengerti, bahwa spiritualitas itu, berjalan sampai hari ini, dengan tambahan, pengurangan dan penyesuaian tata cara berkehidupan. Dalam kisah Nabi Adam As, kita mengerti, bahwa informasi yang berkaitan dengan metascience dan spiritualitas yang disampaikan Nabi Adam As kepada anak-anaknya, tidak semua dapat dicerna akal anak-anaknya. Misalnya pelajaran tentang berkurban. Qabil berkurban yang jelek-jelek. Habil yang bagus-bagus. Qabil mengetahui cara mengubur dari pelajaran yang diberikan burung, bagaimana cara mengubur, yaitu memendam dalam tanah. Kisah ini sekali lagi telah diketahui banyak orang. Saya hanya ingin memberikan second opinion, bahwa kisah yang sederhana itu, yang berasal dari keluarga dimana asal-usul kita dimulai, dimulai juga kehidupan spiritual manusia, yang bukan fisik belaka.

Metascience: Kini

Metascience kini pada hari ini, perkembangannya sejak Nabi Adam As, memang lambat sekali. Pesan berkurban itu, yang memberi sedikit saja dari yang kita punya, keadaannya juga masih seperti zaman Nabi Adam As. Maksud saya, jarang juga orang yang mau berkurban. Padahal pesan itu, dari dahulu, sampai sekarang masih menggema dan digemakan, maksudnya, masih terus diajarkan pada sekolah, atau ceramah-ceramah keagamaan berbagai agama. Saya mengetahui, bahwa sedikit saja manusia yang benar-benar memahami dan menjalankan pesan yang disampaikan untuk ruhaninya, dalam kehidupan masyarakat dunia hari ini. Orang yang tidak mau berkurban untuk saudaranya sesama manusia yang membutuhkan pertolongan, karena orang itu tidak mengetahui dan faham manfaatnya.

Saya hanya fokuskan pada berkurban untuk bahasan metascience kini. Hari ini, terus digemakan, bagaimana orang sebaiknya berkurban. Stasiun TV memberi andil besar dalam menyebarkan faham spiritualitas ini. Kalau anda berkurban, hasilnya akan kembali kepada anda dengan berlipat ganda. Maka, berbondong-bondonglah orang berkurban. Untuk menyebarkan faham, audio visual, TV, paling unggul. Tapi kita tidak bisa menyebarkan faham metascience hari ini di TV bukan? Ya. Tidak populer, tidak mencapai rating, tidak banyak yang mau pasang iklan.

Kita mempunyai saluran TV yang banyak menayangkan tayangan metascience bidang spiritual, yaitu DAAI TV. Ini bukan iklan. Saya tidak ada hubungannya dengan DAAI, juga DAAI tidak pernah ada iklannya………. Ada yang mau berkorban dibelakangnya. Ada hasil yang tidak kita lihat, tapi mereka ‘melihat dan menyaksikan’ hasil pengurbanan mereka. Hasil implementasi spiritual dalam kehidupan, bisa instan segera, bisa juga memerlukan waktu. Manusia kini menginginkan yang serba instant, salah satu sebab, mengapa kehidupan spiritual agak menjauh dari kehidupan umat manusia. Ternyata hobby manusia yang jarang terungkap adalah: Hobby Membuat Dirinya Tergesa-gesa.

Metascience: Esok

Metascience esok hari akan terus merosot keberadaannya dalam bidang ilmu. Keberadaan metascience esok hari, bergantung keadaan keluarga kita hari ini. Pada generasi mendatang, ketika spiritual mencapai titik terendahnya, ketika berbagai pemimpin spiritual dan keagamaan sudah tidak punya ilmu, karena jalur keluarga mereka tidak terdapat tradisi turun-menurunkan ilmu, mereka sudah sangat alim kalau bisa mengatakan pelajaran atau berpidato, atau berkhutbah seperti ini:

“Saudaraku sekalian, dahulu, saya mendengar dari kakek-kakek saya, kata mereka,  Tuhan adalah Allah.”

Bukankah saya telah mengajak anda menembus waktu berabad-abad mendatang? Jika anda dapat membayangkan, anda berada pada masa abad mendatang itu, dan dapat merasakan bagaimana pengetahuan akan Tuhan telah musnah, atau hanya tinggal sedikit saja diketahui, seperti pidato/khutbah diatas, maka anda berbakat mempelajarinya.

Dengan Kenangan, Anda Dapat Menembus Waktu Ke Belakang. Dengan Daya, Anda Dapat Menembus Waktu Ke Depan, Berabad-abad Ke Depan……

Salam. Hilal Achmar.

Advertisements

3 thoughts on “II. METASCIENCE: DULU, KINI DAN ESOK

    • Anda dapat membaca posting saya no. 36 Kesuksesan dan No. 37. Bersyukur. Atau tambahan posting saya berikut, yang belum saya posting : The Past And Next Generation. Salam

    • Awalnya dari diri kita sendiri. Jika dalam satu hari anda mencoba berfikir yang nyatabenarnya satu kali saja, dalam 365 hari anda punya 365 kebenaran, itu contoh bagi sodara-sodara kita, contoh yang nyatabenarnya…. hihihihi…… ngerti ora mas? Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s